1st working day of 2011 has been not well.. I lost my spirit since morning… Now I plan 2 go home and take a rest…
Hope tommorow will be better…
Hari Rabu, 24 November 2010… Hari ini aku bangun lebih lambat… Tidurnya lelap bangetsss setelah sehari sebelumnya beraktivitas cukup heboh dengan desert safari….. Tapi begitu sadar, aku langsung bergerak cepat… Iya, hari ini kan acara Trade, Tourism and Investment Promotion.. Acara mulai jam 09.00 waktu Dubai, dan sebelumnya harus sarapan dan bantu beres2, nyiapin goodie bags yang diisi dengan booklet dan brosur promosi buat tamu2.. Jadi harus bergegas dan bergegas…
Sekitar jam 13-an waktu Dubai, Alhamdulillah acara kelar, berlangsung lancar dan ditutup dengan lunch meeting dengan tamu-tamu yang datang di “Ember Restaurant”, salah satu restaurant di Address Hotel… Btw, kok nama resto-nya aneh yaaa…? “Ember”… Hehehe.. Tapi, ada lagi yang lucu., lounge yang ada di hotel ini, lokasinya berdampingan dengan “Ember”, namanya “Karat”.. Klo digabung jadinya Ember Karat.., dibuang ke tong sampah aja kali… hehehehe…
Selesai lunch meeting, kami para wanita langsung bergegas.. Kemana…? Ke kamar dan ganti kostum.. Secara, setelah meeting ini adalah free program.., sampai saatnya dinner.. Kami memutuskan untuk gak pergi jauh2…, melainkan hanya ke tetangga sebelah lewat pintu belakang Adrdress Hotel tempat kami menginap.., yaitu Dubai Mall…. Iya, Address Hotel memang menyatu dengan Dubai Mall, mall terbesar di dunia saat ini.. Dari bagian belakang hotel, melalui lorong dimana terdapat Karat Lounge, Ember Restaurant dan Resto tempat sarapan, kita akan menemukan Bloomingdales yang merupakan bagian dari Dubai Mall..
Apa aja yang ada di Dubai Mall….? There are more than 1200 stores.. Rasanya waktu satu minggu pun gak akan cukup untuk melihat-lihat semua toko satu persatu… So, apa yang aku temukan di Mall itu…? Apa yang luar biasa….?
Sebenarnya ini bukan kali pertama aku memasuki Dubai Mall melalui pintu belakang Address Hotel ini.. Tanggal 22 malam, hari pertama sampai di Dubai, setelah acara makan malam yang ajaib di Rainbow Restaurant, aku dengan 3 orang teman perempuan pergi ke Mall ini.. Tapi karena sudah jam 21.30 waktu Dubai, most of stores were already closed.. Malam itu kami hanya melihat di sign2 yang ada di berbagai sudut mall bahwa di Mall ini ada aquarium, zoo, waterfall, fountain… So target utama sore ini adalah menemukan aquarium.. Apalagi aku dengar di aquariumnya ada shark alias ikan hiu.. Can U imagine sharks in a mall…? Apa dia gak mengganas kalo setiap hari melihat manusia yang bisa dia konsume tapi untouchable… Hehehehe…
Karena jalan ramai2, mula2 kami berjalan keluar masuk toko.. Barangnya lucu2 siyy…, tapi koleksinya berbeda dengan barang2 di Singapore.. Harganya juga ma’al… Hehehehe… Contohnya Charles & Keith.. It’s one of my favorite brand for shoes, beside Everbest, Vincci, Kickers and Crocs.. Aku suka selain karena modelnya simple, nyaman di kaki dan harganya juga affordable buat kantong ku.. Di outletnya di Dubai Mall, koleksi Charles & Keith sebagian besar model bertali2 dan dengan permata yang blink2… Gak seperti koleksi yang biasa kita temukan di Mall2 di Indonesia, Singapore & Kuala Lumpur.. Mungkin ini sesuai dengan selera para perempuan di Arab Emirate… Soal harga… Harga Charles & Keith di Sing lebih murah dibanding di Dubai juga di Indonesia. Jadi benar2 cuma liat2, memperluas wawasan… Hehehehe..
Setelah bosan keluar masuk toko dan melihat jarum jam di pergelangan tangan hampir menunjukkan jam 16.30-an waktu Dubai, maka kami bergegas mencari sasaran utama kami, Dubai Mall Aquarium.. Kami akhirnya menemukannya… Aquarium dapat dilihat dari Lantai Dasar, tapi untuk masuk ke lorong Aquarium seperti di Sea World Ancol, harus dari lantai Basement.. Harga tiket masuknya Dhs 25,- atau sekitar Rp.65.000,- Dengan tiket itu kita bisa menyusuri lorong sepanjang lebih kurang 50 meter yang berada di bagian bawah aquarium sehingga kita bisa melihat ikan hiu, ikan pari dan berbagai jenis ikan lainnya berenang2 di kiri kanan bahkan di atas kepala kita… Saat kita menyusuri aquarium kita juga melihat ada diver yang berkelana di dalam aquarium tersebut memberi makan ikan2..
Aku membayangkan betapa hebohnya Abner, anak David, adikku, kalau dia ke sini.., because he loves everything about shark.. Klo ditelpon ditanyain, pengen dikirimin buku apa, jawabnya selalu shark… Hehehehe… Semoga kamu bisa ke sini segera ya, nak…!!!
Selesai melihat aquarium kami segera bergegas pulang ke hotel, karena pengen magriban dulu sebelum saatnya berkumpul untuk makan malam, yaitu jam 19.00 waktu Dubai.
Malam ini kami makan malam sebuah resto yang terdapat di lantai 3 Hotel Reviera. Hotel ini berada di Deira, sebuah daerah di timur creek alias sungai yang melintasi kota Dubai. Deira merupakan pusat kota Dubai dulunya, sebelum daerah Bur Dubai, yang saat ini menjadi lokasi skyscrapers, berkembang…
Hotel Reviera menyediakan Indonesian Cuisine, yang beneran selera dan rasa Indonesia. Chef nya adalah Mas Mumu, orang Cirebon yang telah bertahun-tahun bekerja di Dubai. Masakan Mas Mumu bener2 top markotop, bias melepaskan rasa rindu akan masakan Indonesia. Selama makan, aku yang duduk menghadap sisi luar resto, mendapat pemandangan kapal yang hilir mudik lengkap dengan lampu-lampunya… Selesai makan malam, kami kembali ke hotel, dan kami memilih untuk kembali ke Dubai Mall.. Tapi lagi2 most of the stores were already closed….
Kamis 25 November… Jam 10-an pagi, setelah sarapan dan bisa besantai2 alias tidak terburu2.., kami kembali ke daerah Deira.. Kali ini tujuannya adalah ke Spice Souk alias Pasar Rempah.. Mau ngapain…? Mau belanja bumbu buat masak..? Hehehehe… Bukaaannn… Di spice Souk ini, selain menjual rempah2, juga menjual souvenir dengan harga yang affordable…
Suasana di Spice Souk sangat unik menurut aku.. Feeling ku bilang pasar ini sudah ada sejak berabad2 lalu.. Karena Dubai sebenarnya sudah eksis sejak abad 8. Suasananya sangat Arabian, meski sepertinya yang dominan di sini orang-orang yang berkulit coklat, bukan yang berkulit terang seperti yang banyak berkeliaran di sekitar Address Hotel dan Dubai Mall.. Belanja di sini harus berani menawar habis2an… Don’t be afraid…!!! Satu hal yang jadi joke kami saat berkeliaran di Spice Souk adalah, adanya tawaran bagi para peserta pria maupun peserta wanita untuk membeli semacam jamu lokal yang fungsinya seperti Viagra.. Para peserta langsung hebohhhh…. Hahaha.. Di Spice Souk ini juga aku dan teman-teman menemukan “batu aquarium” yang dibungkus2 dalam plastic sekiloan… Setelah bertanya2, ternyata itu coklat… Haaa…? Aku lalu membelinya, lumayan kan buat ngerjain teman2… Hehehe….
Dari Spice Souk, kami digiring menyusuri jalan-jalan kecil…, menuju Gold Souk.. Gold Souk…? Iya, pasar emas.. Pasar yang berisikan toko-toko yang menjual emas dan emas… Di pangkal pasar ada toko yang mendisplay mannequin yang memakai baju emas.., dan ini dapat world book of record. Di Gold Souk yang dijual memang emas dan emas, dengan berbagai jenis karat dan ragam hias… Karena tidak berminat untuk membeli emas, aku dan Elly serta kak LIsda, justru masuk ke toko souvenir yang ada di salah satu pojok Gold Souk. Toko souvenir ini menjual lebih beragam dan dengan kualitas yang lebih bagus dari yang dijual di Spice Souk, Tapi harganya ya otomatis juga lebih tinggi…
Selesai dari Gold Souk kami digiring ke arah jalan raya,ke parkiran khusus untuk tourist bus. Menjelang ke tempat parkir, kami menemukan toko yang menjual berbagai chocolate dan dates alias kurma.. Chocolate2 yang dibungkus kecil kayak permen ini dijual kiloan.. Chocolate yang kualitasnya bagus banget dijual Dhs 35,-/kg, yang sedikit di bawahnya Dhs 30,-/kg. Chocolate yang diisi dengan almond dan dates dijual Dhs 40,-/kg.. Tinggal dipilih, dipilih dan dipilih…. Selesai dari
Gold Souk kami dibawa ke Sari Nusa, Indonesia Cuisine Restaurant. Masakannya asli Indonesia, karena pemilik, juru masak bahkan pelayannya 100% Indonesia.. Sambal gorengnya pedeeeezzzzzzz bangetzzzz… Mengobati rasa rindu setelah beberapa hari gak makan sambel… Hahahaha…
Kelar maksi di Sari Nusa, kami dibawa ke Emirate Mall… Ada apa di sana…? Di sana ada lagunya Anggun C Sasmi : Snow on Sahara.. hehehehe… Enggak dink.., tapi ada snow on desert… Maksudnya…? Maksudnya di Mall ini ada tempat orang bisa merasakan seperti lagi di Swiss buat main salju, termasuk buat berseluncur dan naik lift yang bentuknya seperti kursi… Wanna ski..? U don’t have 2 go 2 Swiss.. Just come 2 Dubai… Hehehehe.. Kami gak masuk ke area ski itu, karena hanya dikasi waktu 20 menit di Mall, sementara untuk masuk ke area itu kita harus bayar cukup mahal.. Sayang atuhhh duitnya.. Jadi kita lihat2 aja dari luar, itu juga terasa dinginnya…. Brrrrrr…………
Kelar ngeliat salju di Emirate Mall, kami pulang ke hotel.. Menunggu.. Menunggu apa? Menunggu apa…? Ada deehhh… I will tell U in next part aja yaa…..***
Civil Servant is not my first job… It’s my 4th job, kalo gak salah ingat… Hehehe.. Tapi ini adalah job kedua setelah aku memutuskan untuk kembali ke daerah tempat aku dibesarkan.. Job pertama, kerja di bank kecil. Job yang memang hanya untuk mengisi waktu (dan mengisi kantong, pastinya..) sementara menunggu proses menjadi PNS yang butuh waktu sekitar setahunan..
Saat menjelang kerja di dunia PNS, aku diwanti2 oleh ortuku, berkali-kali… Pesannya :
1. Kalau udah masuk kantor nanti, kamu diam2 aja dulu.. Jangan tunjukkan pada orang2 di kantor apa yang bisa kamu kerjakan. Nanti mereka pikir kamu sok pinter. Jadi diam saja… Lihat2 saja… Jangan sombong, harus rendah hati…
2. Jangan minta kerjaan sama siapa pun. Nanti orang pikir kamu mau nyampurin kerjaan mereka, meski niat kamu baik, ingin menolong.
3. Kalau kamu diminta membantu atau mengerjakan sesuatu, kerjakan secara maksimal, sepenuh kemampuan kamu, sehingga hasilnya maksimal dan orang pun akan tahu bahwa kamu punya kemampuan untuk bekerja.
So, begitu mulai masuk sebagai PNS dan ditempatkan di Sekretariat Bappeda Kota Pekanbaru sekitar tahun 1997, aku hanya duduk diam…, memperhatikan aktivitas orang2 di sekitarku, termasuk kebiasaan mereka buat ngaburr pada jam2 tertentu… hehehehe… Biasanya siyyy buat pergi makan siang rame2… (Setelah membaur dengan teman2 d kantor, aku juga ikutan ngabr buat makan siang ramai2.. Hahahaha…). Untuk menghindari kebengongan, aku biasanya membekali diri dengan buku dari rumah…
Naaahhh suatu kali, sekitar sebulan setelah aku kerja di situ, setelah kembali dari suatu urusan, aku menemukan ruang kerja yang kosong melompong.. Karena gak tau mau kemana, aku memutuskan untuk duduk diam dan membaca di salah satu pojok di ruangan yang besar itu… Gak lama, Bang Zul (BZ), Sekretaris Bappeda saat itu keluar dari ruangannya, masuk ke ruang sekretariat…
Beliau lalu menyapa ku (BZ) : Ndha, kemana orang niyy semua..?
Aku : Ndak tau ‘Ndha, bang. Tadi ‘Ndha keluar, pas kembali, ruangan udah kosong.. Mungkin padapergi makan siang, bang.
BZ : Ndha, kamu bisa ngetik di komputer…? Ini ada surat yang harus diketik, tapi tidak ada orang nih. (Ini mungkin pertanyaan yang wajar di tahun 1997… Tapi rasanya juga aneh kalo kita sudah lulus S1 tapi gak bisa ngetik di komputer.. Karena siapa donk yang ngerjain skripsi kita…?)
Aku : Bisa, bang. Apa yang mau diketik?
BZ lalu menyerahkan konsep surat yang harus aku ketik..
Setelah selesai, aku menyerahkan hasil ketikan kepada beliau.. Lalu beliau bertanya :
BZ : Kamu ngetik pakai huruf apa ‘Ndha? Kok hurufnya bagus dan halus..
Aku : Pakai huruf tipe x, bang.
BZ : Ada ya tipe huruf itu di WS. Kok gak pernah ya dipakai sama teman2 sebelum ini?
Aku : Saya gak pakai WS, bang. Saya pakai Microsoft Word.
BZ : Waaahhh, anak2 sini masih pakai WS lho ‘Ndha. Emang program itu ada di komputer kantor kita? Kamu kursus dimana?
Aku : Saya enggak pernah kursus bang, cuma dulu ada pelatihan pengenalan komputer aja selama 3 hari waktu di kampus. Zaman skripsi iya pakai WS dan Lotus. Tapi setelah ada Windows biasanya pakai MS Word dan Excell.
Sejak itu aku nyaris tidak pernah lagi menganggur di kantor… Alhamdulillah… Pesan ortu ku ternyata BENAR BANGET… Jangan pernah pamer.., supaya gak bikin orang lain tidak suka dengan kita. Tapi kalau dikasi kesempatan, lakukan semaksimal yang bisa dilakukan…
Prinsip itu aku coba terapkan kembali saat aku pindah kantor baru sekitar 2 tahun yang lalu…, 12 tahun setelah jadi anak baru di Bappeda.. Ternyata hasilnya berbezaaaaa (kata orang Malaysia). Berbeza…? Berbeza bagaimana…?
Ya, aku tetap melangkah masuk kantor dengan gaya yang santai… Tidak menunjukkan embel2 berupa pengalaman kerjaku sebelumnya.., atau siapa yang merekomendasikan aku untuk pindah ke tempat baru… Pokoknya santai…
Ternyata oh ternyata… Kesantaian dipandang berbeda oleh seseorang yang merasa senior di kantor.. Apa yang aku alami dengan orang tersebut menjadi cerita yang menggelikan… sekaligus pelajaran buat aku agar lebih bijak kalau ketemu orang baru… Juga lebih sabar… Hehehehe…
Ceritanya saat aku masuk, di kantor itu lagi ada kegiatan.. Gak mau, dianggap mau ikut campur atau apa.. Aku terapkan pesan ortu. Duduk diam… mengamati saja… Sampai pada sekitar hari ke2 atau ke3.. Tiba2 orang yang merasa lebih senior, anggaplah namanya Mpok Atik menyapaku..
Mpok Atik : Heeeh…!!! (sambil melihat ke aku, sehingga aku yakin dia berbicara padaku). Lu, bisa ngetik, gak..?
Sumpeee aku kaget, sekaligus bingung. Apa dia bertanya pada aku apa bukan..? Lagi pula cara menyapa dengan sebutan “Heeeh…!” rasanya gak sopan ya.. Perasaan aku punya nama…, dan tertera di papan nama yang ada di baju dinasku. Terus…, waktu tinggal di Bogor dan Jakarta selama lebih kurang 10 tahun, aku dan teman2ku juga memakai kata “LU – GUA”, tapi kok rasanya enak aja tuuuuhhhh… Gak sakit di telinga.. Kok yang ini rasanya sakit ya…? Mungkin karena nada yang biasa aku dan teman2ku pakai relatif lunak… Jadi kata “LU” tidak membuat kita merasa direndahkan…
Trus kalau diingat sikap Bang Zul dulu, rasanya sikap Mpok Atik ini bener2 ajaib.. Karena Bang Zul aja yang saat itu adalah orang kedua di Bappeda Kota, sangat baik dan ramah. Nah Mpok Atik ini, tanya punya tanya pada teman2 di sekitarku saat itu, ternyata saat itu statusnya juga sama dengan aku, staff.
Aku menatap ke Mpok Atik dan bertanya untuk meyakinkan diri : Ibu bicara dengan saya?
Mpok Atik dengan nada keras : Iya.. Lu bisa ngetik gak…?
Hmmmmm….. Aku jadi mikir, ada apa ya ini orang..? Kenal juga belum ama aku kok nanyanya begitu… Dari penampilan ku yang relatif sudah berumur, dia pasti tau lah aku bukan anak kemaren sore di dunia pegawai negeri. Tapi aku tiba2 ingat pesan orang tuaku “harus rendah hati”, meski rasanya geleuuuhhh banget ditanya dengan cara yang sembarangan oleh orang yang belum kita kenal..
Aku menjawab : Bisa bu.. Apa yang mau diketik?
Mpok Atik : Nanti gua bikin konsep surat, lu ketik yaa…!!!
Aku hanya mengangguk… Hmmmm… Manusia ajaib….
Gak berapa lama kemudian, Mpok Atik kembali berbicara padaku..
Mpok Atik : Lu bisa ngonsep surat, gak?
Astagafirullah al adzim…. Underestimate banget orang ini sama aku, orang yang belum dia kenal… Apa siyy aku, manusia yang belum dia kenal ini di matanya..? Apa dia pikir aku ini adalah salah satu dari sekian pegawai yang cuma makan gaji buta, gak tau kerja…? Kok sepertinya menghina ya…??!!!! Tapi lagi-lagi ingat pesan orang tua, untuk rendah hati, humble… dan juga sabar…
Aku lalu menjawab omongan manusia ajaib itu : Surat apa yang mau dikonsep, bu? Biar saya bantu..
Mpok Atik : Lu bikin surat ya, buat si anu, isinya tentang anu… Kalo sudah selesai, lu tunjukin ke gua, biar gue periksa..
Aku lalu mengerjakan perintah Mpok Atik yang ajaib itu… Membuat konsep surat dengan tulisan tangan, karena kedua komputer sedang dipakai staf2 lain (gak berani nurunin laptop yang ditinggal di bagasi mobil karena takut dianggap pamer, hiks). Setelah selesai, aku menunjukkan konsep surat ke Mpok Atik. Respon beliau, setelah membacanya…
Mpok Atik : Ya sudah, lu ketik ya. Trus ntar lu kasi ke gua…
Aku, lagi2 hanya diam dan menjalankan perintah beliau..
Ada beberapa kejadian lagi yang ajaib dalam minggu2 itu.. Misalnya dia menyuruh aku bergegas mengangkut barang2 dengan mobilku ke tempat acara. Nyuruh ngangkat, lho.. , bukan minta tolong… Sebelumnya, karena kamar tempat aku seharusnya tidur dengan seorang staff yg lebih junior (menurut pengaturan beliau), dipakai untuk bekerja oleh beberapa anggota team yang laki2, aku menumpang tidur di kamar Mpok Atik. Saat itu jatah pekerjaanku udah kelar, dan tubuh sudah capek banget. Lewat tengah malam, beliau membangunkan aku agar pindah tidur ke kamar yang satunya lagi… , dengan cara yang sama sekali tidak bersahabat. Padahal sebenarnya kalau aku pun tetap dibiarkan tidur di situ, tidur dia tidak akan terganggu, karena kamar itu berisikan 2 buah tempat tidur single. Tapi aku teteuuuppp sabar, lalu bangun dan pindah kamar…
Kenapa aku jadi membahas masalah gak penting ini setelah dua tahun lebih berlalu…? Karena orang yang sama, tanpa alasan yang aku mengerti selalu memasang muka masam padaku berhari-hari, beberapa bulan terakhir ini… Dia keluar masuk ruang kerjaku tanpa pernah menyapaku, memerintah adik2 yang bertugas membantuku, tanpa permisi atau basa-basi padaku.. Satu kali, dia bahkan memandang penuh kebencian padaku.., karena sebel aku balas kembali tatapannya dengan tatapan “Mau apa siyy lu? Siapa elu, kok marah2 ama gua…? Emang gue ngerugiin apa?“ Hehehehe…
Tapi, ternyata oh ternyata, dari cerita banyak orang, ingat BANYAK lho, bukan satu dua orang, dia memang suka bossy.. Memerintah sana sini.. Padahal sebenarnya orang yang dia perintah2 itu, ada yang pangkatnya lebih tinggi, ada yang posisinya di kantor lebih tinggi dari dia. Lucu kan…? Beneran kayak dagelan ketoprak yang dimainkan di panggung2 pasar malam.. Bahkan dari cerita beberapa teman, dia selalu bercerita ke orang2 tentang hal2 yang negatif yang menyangkut diriku. Hmmmm… Mudah2an itu bisa melapangkan jalanku nantinya yaa… Mungkin ini cuma satu ujian buat kesabaranku… Atau ini satu sesi dagelan yang bisa jadi pelajaran buat aku supaya lebih awas, lebih peka membaca lingkungan… Mudah2an yaaa…
Pagi saat tiba di kantor rasanya tenang banget… Semua orang sedang ikutan wirid di lantai 3… Kesunyian menimbulkan rasa tenang.., nyaman… Gak lama, mulai berbagai pihak yang datang dengan berbagai masalah… Yang kadang bikin aku terheran2 dengan jalan pikiran mereka…
Pertanyaan mereka antara lain :
“Sondha, kami ada anggaran untuk 2 kegiatan.. Boleh gak, kegiatan yang satunya gak dikerjakan, tapi duitnya digunakan buat kegiatan yang satunya lagi?”
Ya jelas aja jawabnya gak boleh… Kegiatan yang sudah dianggarkan itu sudah menjadi Peraturan Daerah, artinya itu produk hukum yang harus dijalankan sesuai dengan aturan.. Mana bisa dialihgunakan.. Pengalihgunaan berarti pelanggaran hukum. Kalau mau dirubah penggunaannya, ada proses yang harus dijalani terlebih dahulu…
Herannya yang nanya itu masa kerjanya sebagai pegawai lebih lama… Terus selama ini kemana aja? Heran gak siyyy….?
Gak lama, ada yg ngomong dengan nada galak… Let’s say namanya Ani.
Ani : “Kak Sondha, gimana siyy kakak nyusun anggaran buat pengadaan bacaannya…? Kakak salah hitung yaa…? Gak cukup tuhhh uangnya… Coba lihat ini Dokumen Pelaksanaan Anggarannya?”
Di situ tertulis :
Pengadaan koran :
Koran A : 180 EB @ Rp.150.000,- Jumlah Rp. 27.000.000,-
Koran B : 24 EB @Rp.110.000,- Jumlah Rp.2.640.000,- dst..
Aku lalu menjelaskan : “Ani, itu semua kan buat setahun, artinya 12 bulan. Kalo dia 180 EB, artinya untuk koran itu kita langganan 15 edisi setiap bulan.”
Ani : “Gak cukup uangnya.. Kalau 15 eksemplar kali 30 hari kan sebulan aja sudah 450. Di anggaran cuma ada 180 setahun. Mana cukup…!!!!”
Aku : “Ani, koran A itu berappa siyy harga langganannya per bulan?”
Ani : “Rp.100.000.-”
Aku : “Ani lihat dianggarannya berapa? Rp. 150.000,-. Itu justru artinya uangnya masih lebih.”
Ani : “Lebih dari mana? Anggarannya cuma untuk 180 setahun, sedangkan sebulan aja udah 450.”
Aku : “Ani, langganan korannya bulanan, kan? Bukan per eksmplar per hari kan? Artinya Rp.100.000,- itu untuk 30 lembar atau 31 lembar, tergantung jumlah hari pada bulan tersebut. Kalau kamu langganan 15 eksemplar per hari dan biaya langganannya Rp.100.000,-/bulan, artinya biaya koran tersebut sebulan Rp.1.500.000,-, setahun Rp.18.000.000,-. Anggarannya justru lebih banget…. Iya gak siyyy?”
Ani : “Enggak, saya gak ngerti. Menurut saya anggaran ini gak cukup.”
Urrgggghhhhhhhhhhhhhh….!!! Aku gak tahan lagi… Aku gak tau mau menjelaskan bagaimana lagi…. Kemampuanku untuk menjelaskan rasanya udah habis… Pusinkkkkkkkkkkkkkkkkkk pusinkkkkkkkkkkkk…
Posisi di kantor saat ini membuat 2 buah kursi yang terletak di depan meja kerjaku kerap diduduki orang… Ada rekan2 dari kantor, ada yang dari luar kantor… Kedatangan orang2 ini umumnya siyy just so so… Tapi terkadang bisa juga menghadirkan cerita ajaib.. Aku sebenarnya udah hampir lupa dengan suatu kejadian, yang lucu alias menggelikan.. Aku menjadi ingat kembali saat aku sedang bertamu ke sebuah instansi di Kabupaten Siak pada awal minggu ini.. Saat aku sedang duduk di ruang kerja Pimpinan di kantor tersebut, aku melihat seseorang yang pernah mencari bintang ke ruang kerjaku…
Mencari bintang….?
Ceritanya di suatu siang, saat aku dan rekan2 kerja di ruangan sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan, tiba2 ada seorang laki2 bertubuh tambun (aku juga gendut, tapi dia benar2 gendut, khususnya di bagian perut…) masuk ke ruangan kerja kami..
Lalu tanpa mengucapkan salam atau preambul apa pun dia bertanya pada ku yang kebetulan sedang duduk di depan pc dan menghadap pintu masuk : “Pak Kadis, ada?”
Aku jawab : “Kayaknya keluar kota, pak”
Dia menatap aku dengan ekspresi tidak percaya, lalu bertanya lagi : “Dimana ruangannya?”
Aku lalu menunjuk ke arah ruangan Kepala Dinas, yang kebetulan satu lantai dan sejejeran dengan ruang kerjaku. Dia langsung keluar dari ruanganku tanpa mengucapkan apa2..
Gak lama, dia muncul lagi di ruanganku, dan berkata : “Kok ruangannya terkunci? Kemana Kadisnya? Kemana ajudan2nya?”
Aku menjawab : “Bapak keluar kota, pak. Para ajudan mungkin sedang istirahat.”
Dia berkata lagi : “Kalo bapak sekretaris mana?”
Aku menjawab :”Sedang keluar kota, pak.”
Dia bertanya lagi dan lagi-lagi dengan ekspresi tak percaya : “Ruangannya dimana?”
Aku menunjuk ke ruangan kecil yang menyatu dengan ruang kerjaku..
Dia lalu menghampiri staff yang duduk di samping pintu masuk ke ruang pak Sekretaris, staff tersebut tugasnya mengurus admnistrasi dan berbagai kepentingan pak Sekretaris, lalu bertanya tentang keberadaan pak Sekretaris. Ketika mendengar jawaban staff tersebut bahwa pak Sekretaris sedang keluar kota, orang tersebut langsung keluar ruangan dengan wajah jengkel… Sangat jengkel… Kita2 yang di ruangan tersebut cuma senyum2 aja melihat tingkah lakunya…
Tapi enggak lama, orang tersebut masuk lagi ke ruangan.. Lalu menghampiri meja kerjaku dengan sikap yang berbeda… Santun dan penuh hormat… Lalu dia berkata “Ibu, saya ke sini mencari matahari kantor ini, ternyata matahari tidak ada. Saya cari rembulan, ternyata rembulan tidak ada.. Lalu saya mencari bintang…, saya tidak tahu kalau dari tadi saya berhadapan dengan bintang.. Orang yang saya temui di depan ruangan ini memberi tahu saya kalau ibu lah sang bintang. Bisakah saya meminta waktu ibu sedikit?”
Sang Bintang….? Hmmmmm… Aku gak merasa seperti itu… Sama sekali enggak…, dan kenyataannya memang aku bukan sang bintang di kantor ini.. I’m just an ordinary employee…, sama seperti pegawai lain di kantor ini.. Rayuan gombal yang memuakkan.., tapi biar gak membuat masalah yang gak perlu, aku harus menghadapi orang ini.. Aku lalu menggeser dudukku, dari yang menghadap pc di sisi kanan meja kerja, menjadi menghadap kursi tamu yang ada di depan meja kerjaku..
Aku kemudian bertanya : “Ada apa, pak? Apa yang bisa saya bantu?”
Dia lalu menyebutkan namanya (aku gak ingat sama sekali siapa nama yang dia sebutkan itu), dia bilang : “Saya ini sastrawan, bu.. Saya membuat puisi yang bersifat pribadi bagi pejabat2 di Riau ini.. Ini saya buatkan puisi buat Kepala Dinas di sini, karena beliau tidak ada di tempat, biarlah saya menitipkannya pada Ibu, bintang di kantor ini. Mohon disampaikan pada beliau. Ini amanah, bu”
Dia lalu mengeluarkan sebuah amplop coklat berukuran folio dari tasnya, lalu mengeluarkan isinya : sebuah kertas berwarna hijau pupus yang ditulisi kalimat2 yang tersusun dalam beberapa bait. Dia lalu menandatangani kertas tersebut di bagian bawah, lalu menyodorkannya padaku. Aku membacanya, ternyata beberapa bait puisi dari seorang suami untuk istrinya.. Di otakku langsung terbayang berbagai dugaan reaksi atasanku kalau membaca kertas ini…. hihihihi…
Dengan wajah tetap tanpa ekspresi, aku lalu memasukkan kembali, kertas tersebut ke dalam amplop, dan berkata : “Baik pak, nanti setelah pak Kadis kembali dari luar kota saya akan menyampaikan ini pada beliau.”.
Aku lalu meletakkan amplop tersebut di meja, dan bersiap-siap untuk melanjutkan pekerjaanku.. Tapi tiba2 aku merasakan sorot mata yang tajam ke arahku.. Aku mengangkat wajahku, ternyata laki-laki itu sedang menatapku…
Aku lalu berkata dengan lembut : “Ada lagi, pak…?”.
Dia bilang : “Ibu, tak punya kah ibu selembar merah atau biru untuk diberikan pada saya? Saya akan kembali ke Jakarta nanti malam naik bus Lorena, jadi saya mungkin tak bertemu dengan matahari. Sudilah kiranya sang bintang yang mewakili matahari.”.
Hahaha…. Benerkan rayuan gombal…. bal.. bal… It’s all about the money… !!! Aku lalu menjawab dengan perlahan tapi tegas : “Maaf bapak, kantor ini tidak punya dana untuk hal-hal seperti ini. Maaf sekali.”
Dia lalu menjawab : “Kalau kantor ini tidak dana, sudilah kiranya ibu memberikan bantuan pribadi.”
Hmmmmmmmmm… maksa deeehh nii orang..
Aku lalu menjawab : “Maaf bapak, saya tidak punya dana untuk itu. Karena kalau satu kali saya memberikan uang untuk hal-hal seperti ini, akan banyak lagi orang yang datang. Kalau pun saya punya uang lebih, rasanya ada orang lain yang lebih memerlukan.”
Dia lalu menatapku dengan sorot mata yang sangat tajam, sorot marah, dan juga berusaha mengintimidasi ku secara psikologis… Aku lalu membalas sorot matanya dengan ekspresi datar… Setelah pertempuran sorot mata berlangsung beberapa menit, dia lalu meninggalkan ruanganku dengan ekspresi wajah kesal buangeeeettttt…
Ternyata saat aku berurusan dengan orang tersebut, seorang senior masuk ke ruang kerjaku, dan mengamati kejadian tersebut. Setelah orang itu pergi, sang senior bertanya, ada apa.. Setelah saya ceritakan apa yang terjadi, sang senior bilang… “Jelas aja gak dapat… Lha nyari bintang di siang hari… Bintang kan adanya malam hari….” Hahahaha… Aku langsung ngakak mendengar komentar beliau…. Iya juga ya, siang2 begini nyari bintang.. Yang ada juga bintang 7, obat sakit kepala, kali…!!!
Keesokan harinya, saat Kepala Dinas telah kembali ke kantor, amanah orang tersebut, aku antarkan kepada ajudan Kepala Dinas untuk disampaikan. Aku ogah menghadap atasanku untuk urusan gak penting begitu… Kata ajudan, pak Kepala Dinas Cuma bilang “Apo niiiii……….?” sambil geleng2 kepala setelah membaca amanah tersebut.. Hehehe…
Beberapa hari kemudian, saat akan keluar kantor untuk suatu keperluan, aku melihat orang itu lagi di lobby kantorku… Dia kaget saat melihatku.. Kok kaget siyyy…? Itu kan kantorku, tempat aku kerja, ya wajar aja dia bisa berpapasan dengan aku di situ.. Kaget ketemu dengan orang udah dia coba tipu….? Hah….!!!
Naaaahhhh, aku melihat orang itu lagi di depan ruangan Kepala Dinas di Kabupaten Siak, dia sedang menunggu kesempatan untuk bertemu dengan pak Kepala Dinas. Aku berada di sebuah tempat yang untuk sampai ke sana aja aku harus menyusuri sungai selama 1 jam 40 menit, atau 2 jam kalau lewat jalan darat, eh masih aja ketemu sama orang itu.. Saat aku keluar dari ruang Kepala Dinas Siak, dan dia melihatku, orang itu kaget… Nampak dari ekspresinya.. Dia lalu mengangguk penuh hormat padaku, tapi aku tidak memperlihatkan ekspresi apa pun.. Bayangin, itu orang berkeliaran dari kantor ke kantor untuk menjual puisinya, dalam radius ratusan kilometer.. Di satu sisi, hebat juga usahanya…, tapi tidak adakah usaha yang lain, yang tidak harus memaksa orang mengeluarkan uang untuk sesuatu yang mereka tidak perlukan…?
Pic diambil dari http://www.fotosearch.com/illustration/man-shoot-star.html
Terhitung tanggal 5 Februari yang lalu.. Setahun sudah aku pindah kerja…
Banyak hal baru yang aku dapat… Bener emang kata orang2.., jangan bertahan terlalu lama di suatu sistem, karena akan membuat kita stagnant… Lingkungan baru, kerjaan baru, segala sesuatu yang baru akan memperkaya diri…
Tapi kalo menurut aku, jangan pula keinginan untuk memperoleh sesuatu yang baru membuat kita jadi kutu loncat.. Karena klo begitu kita juga gak akan dapat apa-apa.. Kita gak sempat berproses yang akan “memperkaya” diri, meningkatkan kapasistas… Dan juga gak sempat meninggalkan track record yang baik, yang bisa menjadi modal dasar untuk “menjual diri”…
Facebook memang luar biasa… Membuat aku bisa terkoneksi kembali dengan teman2 yang udah berpuluh, berbelas tahun tidak muncul dalam semesta kehidupanku… Bukan sekali dua kali, saat membuka “home” di facebook aku menemukan friend request dari mereka yang pernah mengisi hari-hari ku… Teman saat SD, teman SMA daaannn teman2 kuliah yang seru dan heboohhh…
Beberapa minggu yang lalu, aku menemukan friend request dari seorang teman lama.. Teman yang selama berbelas tahun tak diketahui kabarnya bahkan oleh teman2 main kita dulu yang masih terkoneksi dengan ku… Aku hanya ingat, saat terakhir bertemu sekian belas tahun yang lalu, saat aku masih bekerja dan menetap di Jakarta, temanku ini mengkritik aku sebagai orang yang materialistis, duniawi karena aku emang saat itu selalu menghabiskan akhir pekanku di cinema grup 21 di Grand Wijaya, kongkow2 dengan teman2 dan saudara di mall2…
Sebenarnya yang dikritik bukan cuma aku, tapi teman2 yang lain juga… Sehingga kita2 yang dikritik merasa aneh dan gak ngatri… Apa lagi kita tahu persis kalo teman kita yang mengkritik ini juga bioskop mania… Karena dulu2nya kita selalu nonton bareng2…
Tapi kita berusaha menerima kritikan itu sebagai masukan.. Meski kadang gak nyaman juga, karena gak merasa ada yang salah dengan hobby nonton dan kongkow.. Toh kita gak ke cinema tiap hari, kita gak ke mall tiap hari… Kita tetap bekerja dan bertanggung jawab dengan pekerjaan dan aspek2 lain kehidupan kita… Nonton dan kongkow2 cuma satu sisi dari beratus, beribu atau berjuta sisi kehidupan yang bisa meringankan hati setelah lelah bekerja 5 hari dalam seminggu… Kita waktu itu berpikir kalo teman kita ini sudah mendapat suatu paradigma berpikir yang lebih maju, yang kita2 belum nyampe…
Lalu… beberapa hari yang lalu di suatu hari kerja sekitar jam 3 siang, saat aku emang lagi harus meneyelesaikan beberapa kerjaan,teman lama yang telah terkoneksi di FB ini men’chat’…
Teman Lama (TL) : Masihh di kantor..?
Aku (A) : Iya…
TL : Kok…? Kan kalo PNS jam segini udah gak ada di kantor…
A : Maksudnya..? Gak semua lho PNS seperti itu. Tolong jangan digeneralisasi. Sorry aku lagi ada kerjaan…
Setelah pulang kantor, aku mengirim pesan ke teman lamaku itu…
Gak semua PNS itu gak punya dedikasi dan serius dgn pekerjaannya.. Memang gak banyak.. Tapi ada…
Gue bertahun2 selalu berada dalam tim bersama orang2 yg punya dedikasi.. Kita biasa pulang kantor tengah malam bahkan subuh pada saat penyusunan anggaran dan pertanggungjawaban. Kita juga total ngerjain kegiatan2 yang diamanahkan ke kita..
Jadi jangan lah digeneralisir..
Teman lamaku me-reply
Kok segitu sewotnya……. Fakta keseharian ya begitu adanya…. Di Asia saja Rate dedikasinya Goverment Oficcer of Indonesia cuma rangking 36 setingkat di atas kamboja….
Hhhhmmmmm… Ternyata setelah bertahun2 tidak terkoneksi, temanku itu tetap gak nyambung dengan aku…
Aku tau persis, ngerti dan sadar kalo banyak, banyak sekali rekan2 di dunia PNS yang belum serius dengan pekerjaannya.. Aku tidak menutup mata dengan kenyataan itu. Aku bahkan pernah menulis tentang hal itu di sini… Tapi di kalimat awal aku kan udah bilang “Gak semua PNS itu gak punya dedikasi dan serius dgn pekerjaannya.. Memang gak banyak.. Tapi ada…”
Malas berdebebat lebih jauh… Aku lalu mengrimkan pesan…
Bukan sewot, aku cuma kasi tau gak semua PNS seperti itu.. Jangan digeneralisir.. Masih ada pegawai pemerintah yang serius dgn pekerjaannya..Tapi kalo lu mau menutup mata akan keberadaan pegawai yg telah serus bekerja.. silahkan aja.. itu gak akan mengurangi semangat mereka mengabdi.. Apa siyy artinya pendapat satu orang yang gak tau apa-apa tentang keberadaan mereka yang mengabdi di dunia pemerintahan…?
Hmmm… senengnya dapat libur 3 ari.. Secara sejak masuk kerja setelah liburan akhir tahun, aku selalu di kantor sejak jam 7.30 pagi, pulangnya jam 18.00-an bahkan lebih.. Klo untuk ukuran Jakarta siyy itu biasa yaa.. Belum lagi klo terjebak macet saat pulang kantor..
Trus ngapain ajahhhh…?
Hari Sabtu, pengennya dari pagi bisa masuk ke ruang training ESQ dari pagi.. Tapi karena ada acara kantor, aku mutusin buat hadir di acara kantor dulu.. Kenapa? Karena mungkin dari mengikuti acara itu, ada masukan2 untuk perbaikan kegiatan di masa depan..
Kegiatan apa siyy…? Kegiatan penganugrahan BM Syam Award kepada anak2 SLTP/SLTA se-Riau yang jadi pemenang lomba menulis hikayat tentang kampung mereka. Kayaknya kegiatan ini sangat positif ya.. Mendorong generasi muda untuk mencari tahu tentang kampung halamannya serta hikayat2 yang ada di sana.. Karya2 siswa SLTP/SLTA yang menjadi pemenang dan beberapa cerita yang dikirmkan peserta yang dianggap menarik oleh Dewan Juri diterbitkan oleh Gurindam Press dalam sebuah buku yang yang mengambil judul dari pemenag pertama “Pulau Kijang Asal Mula Ibu Kota Kecamatan Reteh”. Sebagai feedback, mereka memperoleh royalti. Kayaknya perlu dilanjutkan di tahun2 mendatang… Untuk memotivasi generasi kita supaya mau kreatif menulis, terutama yang menyangkut budaya daerahnya…
Aku rada heran juga siyy.. Kok sekarang tuh jarang liat buku cerita daerah untuk anak2 yang bagus2 ya.. Secara waktu aku kecil aku punya banyak buku yang bagus tentang cerita daerah, selain cerita2 anak2 dari manca negara yang dirilis dalam Seri Cerita Dari 5 Benua, trus ada juga seri buku cerita “Sekian Gambar Dalam 2 Warna”, yang keduanya diterbitkan oleh Gramedia, kalo gak salah. Kalo sekarang ke toko buku, yang banyak tuh komik Jepang, kalo pun ada cerita2 daerah tampilannya gak memikat.. Bikin malas membeli… Mudah2an akan banyak terbit buku2 tentang cerita daerah dengan tampilan memikat di masa2 yang akan datang ya.. Supaya anak2 kita nantinya bisa mengenal budaya kita melalui cerita2 tersebut..
Btw, siapa sihh Alm. BM Syam lengkapnya Bujang Mat Syamsuddin yang namanya dipakai untuk award ini..? Aku juga gak tau persis.. Karena aku sebelum ini nyaris gak ngikutin perkembangan sastra Indonesia terutama Sastra Melayu.. Aku cuma ingat aku pernah sekelas sama salah satu putrinya, Rita Rupiati, saat kelas 1 di SMA 1 Pekanbaru. Tapi teman2 bisa mendapat sekilas info tentang beliau di sini…
Selesai dari acara kantor… Aku dan kak In, salah seorang senior di kantor, menikmati acara perempuan… Ngapain? Ngubek2 toko kain yang lagi sale… Ceritanya, di daerah ini kalo aniversary provinsi atau kota, para PNS tuh diwajibkan pakai baju Melayu selama 10 hari.. trus buat acara2 kondangan, orang2 juga biasa pakai baju Melayu atau baju kurung.. So, kita harus punya beberapa stel, sekedar buat ganti.. Kan bosan juga kalo pake baju cuker alias cuci kering…
Apa siyy baju Melayu.. .? Untuk perempuan potongan bajunya longgar, gak ada kupnat, jauh dari body fit and tight.. Trus di bagian keteknya, ada sambungan berbentuk persegi yang disebut kekek, sedangkan di bagian samping ada sambungan yang disebut sabar.
Selesai dari berburu kain dan ngater kain2 tersebut ke tukang jahit, aku nerusin jalan ke hotel Pangeran, tempat training ESQ Proffesional Angk 37 Pekanbaru dilakukan.. Selesai training sampai menjelang magrib, kita yang alumni diajak untuk mengikuti Renungan 165 yang dilakukan setelah magrib sampai sekitar jam 21-an.. Di renungan kali ini yang disampaikan adalah tentang malaikat, salah satu dari 6 prinsip ESQ, Angle Principle. Yang ngasi materi mas Imam, salah satu trainer ESQ. Dengan kali ini, aku udah 3 kali ikut kelasnya Mas Imam. Satu kali saat datang sebagi alumni di Basic Training, satu kali saat di kelas Mission Statement. Btw, minggu depan ada kelas CB alias Character Building.., tahap ketiga dari ESQ Training.. Mudah2an aku bisa ikut yaa…
Selesai perenungan baru deh pulang… Pengen cepat2 tidur karena besoknya pengen ikut ESQ seharian.. Nge-charge batteray… Supaya pikirannya tetap positif menghadapi hari2 di depan… Supaya bisa tetap senyum menghadapi teman2.. , bisa tegar menghadapi berbagai persoalan…
SMILE……………….!!!
Tahun 2008 buat aku dan 1200-an orang PNS di lingkungan Pemerintah tempatku bekerja ditutup dengan mutasi besar2an.. Aku, alhamdulillah, mendapat amanah untuk tugas yang lebih besar, yang diikuti dengan tanggung jawab yang juga kebih besar, pasti…!!!
Sejujurnya meski aku sebelumnya sudah pernah memegang level ini selama 7 tahun saat kerja di tempat lama, tapi skop pekerjaan yang dipegang kali ini jauuuuhhh lebih besar. Kalo dulu skop-nya cuma kota dengan luas wilayah 63.323 Ha. Sekarang, 11 kabupaten/kota, bow..!!! Jumlah teman yang harus dimanage juga lebih banyak dari sebelumnya.. Rumitnya, teman2 ini sebagian besar memang sudha beberapa tahun bertugas di bagian ini, dan mereka sudah lelah karena merasa tak diperhatikan.. Ada yang desperate, ada yang cuek gak perduli dan ngabur dari kerja..
Saat aku diskusi dengan Papa.. Papa bilang kalo aku harus melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar, untuk meningkatkan kapasitas.. So, I have to be unafraid… Dan Papa ngingatin agar aku membangun system kerja, sehingga kalo aku gak ada di kantor, pekerjaan tetap jalan dan gak kesendat2.. Papa juga ngingatin agar aku melakukan kaderisasi.. Memberi kesempatan yang luas bagi teman2, yang harus aku manage, untuk maju dan berkembang..
Ini yang sedang diupayakan….. Alhamdulillah setelah 3 minggu, suasana di ruang kerja mulai menghangat… Ada keceriaan di wajah teman2 selama jam kerja.. Ada tawa dan canda, sembari bekerja.. Apalagi ruang kerja kita emang asyyyiiikk banget… Ya fasilitasnya, ya pengaturannya….
Sebaris kalimat yang aku coba selalu ucapkan di akhir hari kerja, yang aku perhatikan bikin teman2 pulang dengan wajah ceria meski telah lelah adalah… “Teman…, terima kasih ya atas kerja samanya hari ini…!!! Sampai jumpa besok…!!!”
Semoga keadaan akan mebaik dari hari kehari… Semoga aku bisa memegang amanah.. Bisa memberikan rasa aman dan nyaman buat teman2.., serta menghasilkan hal-hal yang lebih baik dari pekerjaan ini…
Sekali lagi cerita tentang bidang studi yang aku pelajari saat mengambil strata 2..
Ada seorang teman di kantor.. Anggap aja namanya Pak Ahmad. Pak Ahmad ini PNS yang jam terbangnya jauh lebih tinggi dari aku.. Beliau bertugas di bagian personalia di kantor. Beliau sedang diberi tugas untuk meng-update Daftar Urut Kepangkatan (DUK). yaitu sebuah daftar PNS yang bekerja di satuan kerja yang disusun berdasarkan pangkatnya mulai dari yang paling senior sampai yang paling junior.. Salah satu data yang ada di DUK adalah histori pendidikan si PNS..
Naaaahhhh si Pak Ahmad ini tadi pagi nanya ke atasanku, orang kedua di kantor, apa siyy sebenarnya sekolahku itu.. Karena dia baca di copy-an ijazah ku PORGRAM STUDI PENGINDERAAN JAUH. Dia belum pernah liat ijazah dengan program studi itu sebelumnya.. So, beliau nanya apa itu Penginderaan Jauh…?
Bossku lalu menjelaskan kalo Penginderaan Jauh itu adalah suatu ilmu yang menggunakan citra satelit atau foto udara untuk mendapatkan informasi mengenai kenampakan yang ada di permukaan bumi.. dst dst dst..
Selesai boosku bicara, si Bapak itu lalu mengutarakan kesimpulannya… “Jadi mbak Sondha itu belajar tentang SPIONASE ya pak….? “ Gubbbbbrrrrrraaaaaakkkkkk………………………………..!!!!
Oooooaaaallllaaahhhhh… bapak, bapak….!!! Kok tiba2 aku teringat acting Tom Cruise di Mission Imposible… Ingat James Bond juga.. Hehehe