CINTA – Sang Nabi…

Ini adalah larik-larik “sekelumit perbendaharaan kebenaran” tentang CINTA yang ditulis oleh Kahlil Gibran dalam bukunya Sang Nabi.  Di Indonesia, ada beberapa orang yang pernah menterjemahkan buku ini.  Tapi terjemahan yang aku sukai adalah terjemahan Sri Kusdiyantinah, yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya.

Aku juga punya buku ini dalam versi English, The Prophet.  Hadiah dari Linda, sahabatku saat kami sama-sama lulus dari IPB tahun 1992.

Pabila CINTA memanggilmu, ikutilah dia,
Walau jalannya terjal  berliku-liku.
Dan pabila sayapnya merangkummu,
Pasrahlah serta menyerah,
Walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu.
Dan jika dia bicara kepadamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu,
Bagai angin utara megobrak abrik petamanan…
Sebab sebagaimana CINTA memahkotaimu, demikian pula dia menyalibmu.
Demi pertumbuhanmu, begitu pula demi pemangkasanmu..

Sebagaimana dia membubung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu,
Membelai mesra ranting-ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari,
Demikian pula dia menghujam ke dasar akarmu,
Mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah..

Demikian pekerti CINTA atas diri manusia,
Supaya kau pahami RAHASIA HATI,
Dan kesadaran itu menjadikanmu SEGUMPAL HATI KEHIDUPAN.

Namun jika dalam kecemasan, hanya kedirian CINTA dan kesenangannya yang kau cari,
Maka lebih baiklah bagimu menutupi tubuh lalu menyingkir dari papan penempaan,
Memasuki dunia tanpa musim,
Dimana kau dapat tertawa namun tidak sepenuhnya,
Tempat kau pun dapat menangis, namun tidak sehabis air mata..

CINTA tidak memberikan apa-apa, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh..
Pun tidak mengambil apa-apa, kecuali dari diri sendiri.
CINTA tidak memiliki atau pun dimiliki,
Karena CINTA telah cukup untuk CINTA..

Pabila kau menCINTAI, janganlah berkata :
“Tuhan ada di dalam hatiku”
Tapi sebaiknya engkau merasa :
“Aku berada di dalam Tuhan”

Pun jangan mengira bahwa kau dapat menentuka ARAH CINTA,
Karena CINTA, pabila kau telah dipilihnya,
Akan menentukan perjalanan hidupmu..

CINTA tiada berkeinginan selain mewujudkan maknanya..
Namun jika kau menCINTAi disertai berbagai keinginan,
Ujudkanlah dia demikian :
“Meluluhkan diri, mengalir bagaikan kali, yangmenyanyikan lagu persembahan malam,
Mengenali kepedihan kemesraan yang terlalu dalam,
Merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang CINTA;
Dan meneteskan darah dengan sukarela serta sukacita;
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan,
Mensyukuri hari baru penuh sinar keCINTAan,
Istirah di terik siangmerenungkan puncak-puncak getaran CINTA;
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada;
Kemudian terlena dengan doa bagi yang terCINTA dalam sanubari,
Dan sebuah nyanyian puji syukur tersungging di bibir senyum..” ***

Sahabat…

Rindu akan larik-larik kata ini…  Kata-kata yang pertama kali ku baca saat usia masih belia, 18 tahun, kalau tak salah ingat…  Kata-kata yang begitu indah dan menjadi inspirasi…

SAHABAT

Dan seorang remaja berkata,   “Bicaralah pada kami tentang Persahabatan”…

Dan dia  menjawab:
“Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih
dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam, hatimu tiada berhenti dari mendengar hatinya;
karena tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan,
segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dibagi bersama,
dengan kegembiraan tak terkatakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya,
akan tampak lebih jelas dari kejauhan,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung dari pada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya jiwa…
Karena cinta yang mencari sesuatu di luar misterinya, bukanlah cinta ,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan,
hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu,
bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria dan berbagi kegembiraan..
Karena dalam tetes kecil embun pagi,
hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.

Dedicated  buat sahabat-sahabatku, yang selalu bersama jiwaku, meski ada dianatara kita yang terpisah jauh, bahkan untuk waktu yang telah sangat lama…

Putu Mayong……

“Mayyyoooonngggg…… Putu mayyyoooonnnggggggggggggg……………” “Maayyyyoooonnnngggg…..  Putu mayyyyoooonnnnggggggg…………….”  Adalah larik-larik teriakan yang acap ku dengar saat aku masih sangat belia…, di usia ku sekitar 5 sampai dengan 10 tahun…  Suara siapa, dimana, maksudnya apa…?

Penjual Putu Mayong...

Teriakan itu adalah teriakan perempuan keturunan Tamil (salah satu suku India, yang banyak di Medan) yang menjual kue putu mayong (= putu mayang), yang biasanya berdagang keliling di daerah pemukiman di kawasan Medan Baru, daerah rumah Nenek, tempat aku melewati sebagian masa kecilku…

Biasanya perempuan keturunan Tamil India itu membawa dagangannya yang diletakkan dalam tampah atau nyiru yang dilapisi lembaran-lembaran daun pisang… Saat jualan keliling daerah perumahan, tampah atau nyiru itu biasanya dijunjung di kepala… Adapun stok panganan yang mau dijual plus pelengkapnya dibawa dalam keranjan plastik yang dijinjing…

Apa itu putu mayong …? Putu mayong adalah jajanan khas masyarakat keturunan India di Medan, berupa kue dari tepung beras yang diolah sedemikian rupa dan dikukus sehingga bentuknya seperti segumpalan bihun..  Bedanya dengan putu mayang yang sering kita temukan di daerah lain di Sumatera, Jawa dan Kalimantan, putu mayong warnanya putih, dan tidak dihidangkan dengan kinca alias cairan santan yang dicampur gula aren..

Terus dihidangkan dengan apa…?  Putu mayang yang rasanya tawar itu biasanya dihidangkan bersama cenil dan gula aren yang dicairkan… Apa itu cenil…? Cenil adalah hasil olahan singkong yang diberi pewarna makanan sehingga berwarna pink..  Biasanya cenil dihidangkan dengan baluran kelapa parut…  Putu mayong dan cenil yang diberi cairan gula aren biasanya dihidangkan dengan wadah daun yang dibuat seperti pincuk…  Rasanya….? Uenaaaak…. Hehehehe…

Biasanya selain jual putu mayong, si penjual juga menyediakan lupis dan serabi..  Khusus serabi biasanya dihidangkan dengan kinca yang kental…

membungkuskan lupis dan serabi...

Pada saat ini putu mayong dan pedagangnya sudah tidak mudah untuk ditemui…  Bahkan dalam kunjunganku yang beberapa kali setahun ke Medan aku tak pernah melihatnya, apa lagi mendengar teriakan merdu “Mayoooonnnngggggg…………… Putu Mayooooooooooooooonnngggg……….”.  Terus terang aku rindu… Aku telah merasakan aneka ragam makanan yang jauh lebih bervariasi dalam rasa dan tampilan, tapi putu mayong dan cenil tetap menghuni lubuk hati ku…  Keduanya mampu membawa kenangan akan episode masa kecil yang bahagia di rumah Nenek di Medan Baru…

Naaahhhh…., pas hari lebaran, 31 Agustus 2011, aku maik motor dengan adik ku Ivo untuk suatu keperluan…   Gak jauh dari rumah, di traffic light di sekitar jalan Sei Wampu, kami melihat seorang perempuan Tamil melintas dengan menjunjung tampah dan membawa keranjang plastik di salah satu tangannya.., tapi tanpa suara…, tanpa teriakan apa pun..   Aku lalu menyapa…, menanyakan apa yang dia jajakan…  Dia bilang, “putu mayong”..  Aku lagsung meminta dia mencari tempat untuk berhenti dan membuka dagangannya.., sementara aku menepikan motor yang kami kendarai… Hehehehe… Sungguh hadiah lebaran yang istimewa… : Putu mayong dan cenil di hari lebaran…

Aku sempat bertanya, apa kah beliau sering lewat di jalan depan rumah tempat Paapa dan Mama ku tinggal…? Ternyata memang tidak, karena daerah itu memang tidak terlalu ramai.. Sudah banyak rumah yang jadi kantor, atau menjadi bagian dari gedung-gedung besar yang menghadap jalan Iskandar Muda..  Adapun rumah-rumah yang ada, lebih banyak berpagar tinggi, yang penghuninya pun tak pernah tampak batang hidungnya…, apa lagi mau jajan di depan rumah… Hmmmmm…, seperti kalau aku lain kaliingin makan cenil, aku harus mutar-mutar di sekitar Medan Baru yang masih berfungsi sebagai pemukiman yang ramah….. ****

all pics in this post were captured by my beloved sister, Ivo  Siregar..

Be The Man…

One of my favorites from Celine Dion…

“Be The Man”

I would fight not to ever fall too deep
Never sure that love would grow
Now at night as I lay me down to sleep
I could never let you go

And lying here with you, I still can’t believe it’s true
Never thought that I would ever find a love
That lasts forever

Be the man that’s mine
Find the love that never goes away
Be the heart I know will be
The one that beats for me, be the man

Used to be scared if I would ever get this close
I’m not afraid to touch you now

Long before I knew, I’d be making love to you
I dreamed that maybe I would one day
Lose myself in someone, someday

Be the man that’s mine
I always try to find the love that never goes away
Be the heart I know will be
The one that beats for me, be the man

Take me where I have never been
I will follow you, you’ll never be alone
I will run, run to you
I never thought that I would ever find a love
That lasts forever

Be the man that’s mine
I always try to find the love that never goes away
Tell me we will always be together
Make us stay in love this way forever
Be the heart I know will be
The one that beats for me
Wherever you may be
Always be with me, be the man***

Have You Ever Really Loved A Woman..?

Ini sbukan lagu baru… Ini lagu lama…, sekitar tahun 1995-an.. Kalau gak salah sound track dari film Don Juan De Marco yang gak beredar di Indonesia pada waktu itu..

Buat aku gak masalah filmnya tidak beredar, tapi lagu ini rasanya indah banget…  Music-nyayang khas Latin seakan  mengajak pendengarnya menari.., sedangkan lyric-nya mempertanyakan kepada pendengar-nya yang lelaki apakah mereka sudah memahami  HAKIKAT MENCINTAI PEREMPUAN…

Lagu yang keren banget menurut aku…

HAVE YOU EVER REALLY LOVED A WOMAN

by : Bryan Adam

To really love a woman
To understand her – you gotta know it deep inside
Hear every thought – see every dream
N’ give her wings – when she wants to fly
Then when you find yourself lyin’ helpless in her arms
You know you really love a woman

When you love a woman you tell her
that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
she needs somebody to tell her
that it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
– really really ever loved a woman?

To really love a woman
Let her hold you –
til ya know how she needs to be touched
You’ve gotta breathe her – really taste her
Til you can feel her in your blood
N’ when you can see your unborn children in her eyes
You know you really love a woman

When you love a woman
you tell her that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
she needs somebody to tell her
that you’ll always be together
So tell me have you ever really –
really really ever loved a woman?

You got to give her some faith – hold her tight
A little tenderness – gotta treat her right
She will be there for you, takin’ good care of you
Ya really gotta love your woman…

Then when you find yourself lyin’ helpless in her arms
You know you really love a woman
When you love a woman you tell her
that she’s really wanted
When you love a woman you tell her that she’s the one
she needs somebody to tell her
that it’s gonna last forever
So tell me have you ever really
– really really ever loved a woman?

Just tell me have you ever really,
really, really, ever loved a woman? You got to tell me
Just tell me have you ever really,
really, really, ever loved a woman? ***

Ketulah Combro….!!!!

Selama hampir  seminggu di Jakarta kali ini, aku merindukan combro…

Combro…?  Iya combro… Ce O eM Be eR O… COMBRO o alias onCOM di jeRO…, itu gorengan yang terbuat dari singkong parut yang dibumbuin, trus di dalamnya ada tumisan oncom yang dihancurkan dan ditabur irisan cengek alias cabe rawit.  Selama beberapa hari mundar mandir, dan melihat tukang gorengan di pinggir jalan, aku intip2 apa mereka  jual combro, tapi ternyata, tidak…

Huhuhuhu…. Pengen combro… Pengen banget….  Kayaknya aku ketulah deeehhhh… Ketulah…? Iya maksudnya kena tulah omongan sendiri… Hehehehe…

Ada story-nya niyyyy… Story si anak sok tau… Anak bau ketek yag baru keluar dari rumah dan jadi anak kost2an di rumah Oom Biyan & keluarga  di jalan Cirahayu 4 Baranangsiang 3 Bogor 16141…  *Hahahaha….  Hueeebbbaaatttt kan…???  Sampe kode pos rumah kost 24 tahun yang lalu ajah gw masih ingat….!!!!*

Ceritanya, berdasarkan hasil diskusi dan perundingan yang luar biasa alot di meja makan… (hehehe…, ngibul bangets deeehhh…!!!), kita 5 orang anak kost yang awal menghuni rumah tersebut (aku, Opi, Mia, Miko dan Riza) sepakat untuk tiap bulan patungan untuk meng‘hire bibik yang mengurus makanan dan cucian kita, plus untuk belanja bahan makanan.

Setiap bulan, ada 2 anak yg ditugaskan  mengelola uang belanja dan ngatur menu yang selanjutnya disahkan melalui kesepakatan bersama para warga..  Nahh yg bertugas, kalo gak buru2 berangkat karena kuliah pagi, juga bertanggung jawab nemenin si bibik belanja di mang sayur yang lewat di depan rumah…

Suatu kali, saat aku bertugas dan nemenin bibi belanja di mang sayur yang lewat di depan rumah.., aku melihat benda yang diliputi jamur seperti tempe tapi warnanya orange…. Catat ya teman2, warnanya orange,  ORANGE… Kebayangkan jamur berwarna orange… ? Geli gak siyyy….? Serem gak siyyy…?  Kok rasa2nya itu mengandung racun, yaaa…?

Aku nanya, sama si emang sayur…

Aku, sambil nunjuk ke benda ajaib itu : Mang, itu apaan…?

Mang Sayur : Itu oncom, Neng...

Aku : Buat apa itu, mang?

Mang Sayur : Itu mah makanan, neng.. Bisa ditumis, dibikin combro…  Enak, Neng…, kayak tempe gitu…

Aku : Kok warnanya oranye gitu, mang? Enggak beracun tuuuhhh…?

Mang Sayur  : Aihhhh si (e)Neng…  Enggak atuhhh Neng… Oncom mahhh enak… Coba atuh suruh bibiknya masak…

Aku : Amit-amit, mang..  Entar saya keracunan, kayak orang abis makan tempe bongkrek…

Si bibik nyela : Eleeeeuuhhh, eleeeeuuhhh si (e)Neng… Oncom maaahhh enak… Kita beli yaa?  Ntar bibi masakin deehh… Pasti  (e)Neng suka…, reseupppp…… (Bahasa Sunda = enak)….!!!

Aku : Bibiiiikkkkkkkkkkkkkkkkk…!!!! Saya enggak mau…!!!  Geli ngeliat warnanya…!!! Kayak gak ada bahan  makanan lain aja… Bibik, jangan coba2 masak yaa… Ntar saya gak mau makan… (dengan tampang guaalllaaakkkk…. hehehehe..)

Sejak itu, selama bertahun-tahun meski tinggal di Bogor, oncom gak ada di semesta kuliner ku… Padahal di DPR (Di bawah Pohon Rindang), tempat nongkrong dan jajan di Kampus IPB Baranangsiang tukang gorengan menjual combro selain pisang goreng, misro (amis di jero, amis = gula) dan tahu berontak.. Gak pengen ngerasain… Geli mengingat warnanya yang orange …. Pokoknya SAY NO TO ONCOM... Titik…!!!

Sampailah di tahun kesekianku kuliah di Bogor.. Aku KKN (Kuliah Kerja Nyata). *Masih adagak siyyy zaman sekarang…?* Aku ditempatkan di Desa Cibuluh, Kabupaten Bogor..  Sekarang siyy lokasi ini udah jadi perumahan deh kayaknya…

Suatu hari kita berkunjung ke rumah masyarakat.. Terus disuguhi minuman dan makanan..  Makanannya… COMBRO… Dalam hatiku, “Mampuuuusssssssss  dah gw…!!!”. Aku ga mau makan oncom…, geli…!! Tapi klo gak dimakan takut tuan rumah tersinggung… Huhuhuhuhu…

Aku mencoba menunda dan menunda.. Berharap keajaiban akan datang, misalnya tau2 Kevin Costner atau Richard Gere (idola remaja jaman itu.. hahaa)  menjemput untuk kencan (mimpi bangetttssss….).  Sehingga aku bisa pergi buru2  dan mengatakan maaf pada tuan rumah karena belum sempat menikmati hidangannya… Atau kalo dipaksa bawa buat bekel, ya dikantongin aja, trus ntar dikasi ke orang.. Hehehe…

Pokoknyayang ada di kepalaku adalah  gimana caranya supaya oncom yang orange itu gak masuk ke mulut ku…Gak masuk ke kerongkonganku.. Gak masuk ke lambung ku.. Gak mau… !! Takut keracunan…!!!

Tapi ternyata setelah menanti  dan menanti, tak seorang pangeran penyelamat pun datang menjemputku saat itu.. Aku tak mampu mengelak lagi setelah sang tuan rumah untuk yang kesekian kalinya menyuruhku untuk mencicipi combro yang katanya buatannya sendiri, dan sering dipuji2 tetangga…. Huhuhuhu….

Dengan berat hati aku lalu mengambil sebuah combro… dan memasukkannya bagian ujungnya ke mulutku, sambil mencoba menghapuskan bayangan akan benda beracun warna orange dari pikiranku…

Greeessss… Gigitan pertamaku menyentuh singkong yang merupakan bagian luar combro… Lalu lidahku merasakan …  Hmmmmm…, enak… Bumbunya paaasssss…. Renyah…

Greeeeesssss…. Gigitan keduaku menyentuh tumisan oncom… Lalu aku merasakan rasa…  Hhhhhmmmmmmm… Hmmmmmmmmm………… Rasanya tak terdefiniikan…. Hmmmmmm…..  Kok enak yaaaaa..?  Ditambah pedesnya cengek…. Hmmmmm…………. Hilang semua bayangan benda disgusting berwarna orange…  Mampussss daaaahhhh gw… Ternyata oncom itu rasanya enak bangetssss…. Combro itu enak bangets…. Rasa takut keracunan, hilang lenyap dari semesta pemikiran…  Lenyap….  Bubaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr………….  Hehehehe…

Sejak itu combro merupakan salah satu makanan favoriteku… Secara di Pekanbaru oncom adalah benda langka, maka demikian juga combro..  Ada siyyy yang jual combro, pas aku tanya isinya apa, penjualnya bilang tempe…  Haaalllllaaahhhhh… Itu mah bukan combro tapi temro.. Tempe di Jero… Hehehehe..

Jadi aku berusaha menemukan combro kalo aku beredar ke wilayah peredaran oncom…, seperti Bandung, Bogor atau DKI..   Kalo ke Bandung, sebelum muter2, wajib beli combro buat bekel di jalan… Hehehehe… Busseeeetttt, gak siyyyy… ????

Tahun lalu saat jalan2 ke Bogor dan pueeeengggen banget combro tapi gak nemu2… Aku dikasi tau kalo di tempat jual Apple Pie yang dekat bekas kost2an ku di Jalan Pangrango ada jual combro…  Aku dan teman2 ke sana… Nafsu…, aku beli 10 buah… Combronya gede2, lebih gede dari yang biasa dijual emang2 di pinggir jalan… Tapi ternyata ini combro modern… Adonannya pake mentega… Oaaaalllaaahhhhh… Makanan kampung dikasi bahan londo yo ra nyambung…!!! Rasanya gak krenyes2… Rada benyek…  Mungkin sebagian orang suka ya…, tapi itu bukan combro idamanku…

Besok pagi2 sekali aku akan pulang ke Pekanbaru… Tapi aku masih belum mendapatkan combro idamanku…  Aku kena tulah kali yaaa…?????  Dulu segitu benci dan amit2nya sama oncom dan turunannya.. Sekarang….,,? Aku nyaris ileran gara2 combro..  Jangan sampai pulang ke Pekanbaru aku bermimpi tentang combro dan combro….  Bisa repot urusannya…  Hehehehe.. ***

Si Tjuik…

Si Tjuik (baca : si cuik)… Apa siyy itu…?  Si Tjuik itu nama seorang perempuan, alias emak2..  Siapa dia, sampai perlu2nya aku nulis postingan berjudul namanya…? Apa istimewanya…?

Warung si Tjuik...

Si Tjuik itu itu pemilik sebuah warung makan yang berada di sebuah sudut Kota Pekanbaru, tepatnya di depan Pelabuhan Container, di  Kecamatan Rumbai Pesisir.   Warung ini awalnya tempat makan siang karyawan2 PT. Caltex Pacific Indonesia pada zaman dulu kala.

Sebenarnya, secara geografis lokasi tsb berada di tengah wilayah Kota Pekanbaru.  Tapi karena pusat Kota Pekanbaru itu berada di sisi selatan Sungai Siak, sementara warung si Tjuik berada di sisi utara Sungai Siak, lengkap dengan lingkungannya  kampung di tepi sungai, boleh di bilang warung Si Tjuik ini di daerah pinggiran..

Kok aku bisa nyampe ke situ….? Itu kan di luar wilayah permainan… !!!  Hahahaha… Sebenarnya aku udah lama banget tau warung Si Tjuik ini..  Kakak ku yang mengenalkannya  saat pulang ke Pekanbaru karena libur kuliah, sekitar tahun 1988-an..  Tapi saat itu warung si Tjuik masih di pinggir jalan menuju arah Pelabuhan Container yang saat itu merupakan Pelabuhan PT. Caltex Pacific Indonesia (sekarang PT. Chevron Pacific Indonesia).  Sekarang lokasi warung si Tjuik, masuk ke jalan setapak di sebelah Timur lokasi warung yang lama..

Aku berkenalan kembali dengan Warung Si Tjuik, sekitar tahun 1997, ketika mulai bekerja di Bappeda Kota Pekanbaru.  Saat itu aku sering diajak Bang Mo, atasan ku saat itu, makan rame2 dengan teman2 seruangan.  Bang Mo yang hobby makan, dan bersedia habis2an buat berburu makanan enak sering membawa staff nya ke sini.  Siapa yang berani nolak, biar lokasinya gawat dan jauh di pojok kota..  Ditraktir boss dan makannya enak pula..  Hahahaha.. Sangkin gawatnya lokasi Warung Si Tjuik.., bukan hal yang aneh kalo Kijang Merah, mobilku saat itu, acap kali terpuruk di jalan tanah ke arah warung tsb.  Tapi tetetuuuuppppp gak jera2…, dan masih aja mau ke sana.. Hahahaha…  Dan itu bukan cuma kami..

Adalah hal yang biasa bila kita menemukan pejabat dan keluarganya, anggota Dewan yang terhormat atau pengusaha kelas atas di Pekanbaru, duduk sambil berkeringat menikmati hidangan makan siang di Warung Si Tjuik..  Bahkan banyak warga dari keturunan Tionghoa, yang terkenal berselera tinggi dalam hal makan, juga duduk di warung tersebut..

Beberapa waktu yang lalu, ketika kedatangan teman2 dari Yogya yang hobby banget wisata kuliner, aku jadi ingat kembali dengan Warung Si Tjuik..  Padahal sejak kembali dari sekolah di Yogya tahun 2002 awal, aku nyaris gak pernah lagi ke Warung Si Tjuik.  Karena rasanya teman2 ini udah dibawa ke sebagian besar tempat makan khas Pekanbaru…, ke Si Tjuik lah aku membawa teman2ku… Dan setelah mencicipi makan siang yang berkeringat…,  semua mengajukan compliment yang luar biasa…:  “Enyak, enyak, enyak… Lain kali ke sini lagi. ya mba Sondha…!!!”   Hahaha…

Apa siyy yang dihidangkan di warung Si Tjuik…? Kok kesannya luar biasa istimewa..

Masakn si Tjuik yang bisa bikin ngecezzz...

 

Secara umum dapat dikatakan kalo masakan Si Tjuik khas masakan Riau yang dipengaruhi oleh cita rasa bumbu Sumatera Barat.  Tapi yang menjadikan masakan ini istimewa, selain bumbu yang pas dan tidak berlebihan, adalah bahan bakunya semua segar dan berasal dari Sungai Siak, seperti udang sungai, ikan patin, ikan baung, ikan pantau alias ikan monitoring (monitoring artinya memantau, bukan..? jadi ikan pantau dapat dikatakan sebagai ikan monitoring.. hehehehe..).  Trus  masaknya juga masih dengan menggunakan kayu bakar kayak zaman jadul… Jadi mungkin ini yang membuat masakannya enak, bumbunya meresap rata.  Ada juga ayam goreng bagi yang gak doyan ikan, tapi ayam kampung.. Dan rasanya juga maksnyuuussss…  Oh ya, satu lagi.. Es jeruk di warung ini juga enak banget… Pas untuk menyeimbangkan rasa dari udang dan ikan…

udang sungai goreng : dagingnya lebih manis dari udang laut..

Soal harga relatif lah yaa…  Beberapa minggu yang lalu, sepiring besar udang sungai goreng dibandroll Rp.100.00,-.  Ikan dan ayam kalo gak salah ingat dikasi harga Rp.10.000,-/potong.  Ikan pantau atau ikan2 kecil2 lainnya dibandroll Rp.50.000,-/piring.   Jadi kalau makan berempat, paling enggak sediaiin duit sekitar Rp.250.000-an laaahh…

view dari salah satu pojok warung si Tjuik : pelabuhan container

Ada satu aturan yang harus diingat kalo pengen makan di warung Si Tjuik Apa..? Datanglah ke warung itu sekitar jam 11.30 siang.. karena kalau nyampe di situ setelah jam 12… Kita hanya akan mendapat lambaian Si Tjuik dari jendela warungnya.. Lambaian yang berarti… “Sold out”, alias gak ada lagi makanannya…

Di zaman handphone bertebaran ini, ada satu kemudahan supaya gak cuma dapat lambaian padahal udah datang jauh2 : pagi2 telpon lah dulu Si Tjuik..   di 08127520761.  Lakukan reservation… Hahahaha… Minta dia menyisihkan makanan yang diinginkan… Insya Alloh, kalau sudah pesan meski datang rada telat dan di atas jam 12 siang, kita masih akan bisa menikmati masakan Si Tjuik yang lezaaaatttt itu…

Buat teman2 warga Pekanbaru yang belum pernah ke Warung Si Tjuik, cobain deehhh.. Kalo perlu ajak aku buat nunjukin jalan..  Tapi sebagai guide, aku ditraktir yaaa… Hehehehe..

Buat teman2 yang akan berkunjung ke Pekanbaru ini aku kasi ancer2 lokasinya yaaa…  Biar enggak nyasar…

Lokasi Warung Si Tjuik :

1. Ambil jalan ke Jembatan Siak I alias Leighton (huhuhu.. bener gak siyy jembatan ini mau ambruk…? Jangan aaahhhh..!!!!).

2. Lalu masuk ke Jl. Yos Sudarso, yang  membentang dari selatan ke utara dan merupakan jalan arteri di Rumbai.

3. Lalu, nanti di sebelah kanan ada jalan besar, namanya Jl. Sekolah (namanya dulu) atau Jl. Khayangan (namanya sekarang).  Belok ke jalan itu, susurin sampai ke ujung…

4. Naahhhhh di ujung Jl. Sekolah, belok ke kanan… sampai nyaris mentok.. Kalian akan menemukan Pelabuhan Container, lalu belok ke kiri ke jalan tanah.  Mobil hanya akan bisa masuk sampai sekitar 50 meter saja.. Selanjutnya silahkan jalan kaki sekitar 50 meter lagi untuk sampai di warung Si Tjuik..

Selamat berwisata kuliner, teman2…!!!

PS : Buat Kak Tjuik : ini pujian saya atas masakan kakak yang enak itu…

King of Wishful Thinking

Ini salah lagu keseukaanku tahun 1988 – 1989-an.. Lagu riang yang dinyanyikan oleh Go West ini jadi salah satu soundtrack Pretty Woman ini memang asyik diputar di pagi hari.. Membangkitkan semangat, dan bikin hati riang…

Let’s sing my friends….!!!!

KING OF WISHFUL THINKING

I don’t need to fall at your feet
Just ’cause you cut me to the bone
And I won’t miss the way that you kiss me…
We were never carved in stone
If I don’t listen to the talk of the town
Then maybe I can fool myself..

I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking
I am the king of wishful thinking

I refuse to give in to my blues
That’s not how it’s going to be
And I deny the tears in my eyes
I don’t want to let you see.. no
That you have made a hole in my heart
And now I’ve got to fool myself..

I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking..
I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking

I will never, never shed a tear for you
I’ll get over you

If I don’t listen to the talk of the town
Then maybe I can fool myself..

I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking
I’m the king of wishful thinking
I’ll get over you.. I know I will
You made a hole in my heart
But I won’t shed a tear for you
I’ll be the king of wishful thinking
I’ll get over you..
I’ll pretend my heart’s still beating
’cause I’ve got no more tears for you
I’m the king of wishful thinking..
I’ll get over you.. I know I will
You made a hole in my heart
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking

Return To Pooh Corner..

winniethepooh1Hari  ini aku menemukan di fesbuk pic seorang kenalan, lelaki dewasa, dengan boneka Pooh..  Pic yang gak lazim, tapi funny dan bisa mehadirkan banyak interpretasi…

Tapi buat aku.., pic itu membawa pikiran ku pada RETURN TO POOH CORNER lagunya Kenny Loggins…  Juga pada orang yang mengenalkan aku pada lagu tersebut…  I always wish him well…

Return To Pooh Corner


Christopher robin and I walked along
Under branches lit up by the moon
Posing our questions to owl and eeyore
As our days disappeared all too soon
But I’ve wandered much further today than I should
And I can’t seem to find my way back to the wood

So help me if you can
I’ve got to get back
To the house at pooh corner by one
You’d be surprised
There’s so much to be done
Count all the bees in the hive
Chase all the clouds from the sky
Back to the days of christopher robin and pooh

Winnie the pooh doesn’t know what to do
Got a honey jar stuck on his nose
He came to me asking help and advice
And from here no one knows where he goes
So I sent him to ask of the owl if he’s there
How to loosen a jar from the nose of a bear

It’s hard to explain how a few precious things
Seem to follow throughout all our lives
After all’s said and done I was watching my son
Sleeping there with my bear by his side
So I tucked him in, I kissed him and as I was going
I swear that the old bear whispered boy welcome home

Believe me if you can
I’ve finally come back
To the house at pooh corner by one
What do you know
There’s so much to be done
Count all the bees in the hive
Chase all the clouds from the sky
Back to the days of christopher robin
Back to the ways of christopher robin
Back to the days of pooh

Kau..

Kau..


Disini saat kusapa dirimu
Ragu dan malu hantui diriku
Tiada kata terucap tanpamu
Tersenyum menatap malu-malu

Rona merah pipimu terlukis jelas wajahmu
Diam membisu kuingat senyuman manis walau sesaat
Bayangan dirimu selalu mengisi hatiku
Bilakah kan terjadi kau kan jadi milikku selamanya

Reff:

Kau!
Tiada kata terucap tuk ungkapkan isi hati
Dan beri aku asa yang datang mengisi hidupku

Kau!
Mungkinkah kau tahu apa yang ada di hati
Dan kau pergi disaat kuyakini hatiku untukmu

By : T- Five

Ini salah satu lagu fav-ku..  Gak ada hubungan antara lyric-nya dengan suasana hati saat ini..  Tapi beat-nya selalu membawa rasa riang dan membuat ingin menari…  Mana suara vocalist-nya juga ok banget..   Sayang sekali T-Five gak pernah ngerilis album baru lagi…