Berkunjung ke Inacraft…

Inacraft…? Ya, Inacraft, pameran kerajinan terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini…

L - R : Ati, Linda & Sondha, We're craft addict...!

Hari Rabu, 20.04.2011 pagi yang lalu, Veny, sahabat ku, menelpon ku begitu tahu aku positif akan ke Jakarta pada hari Rabu tersebut untuk menghadiri rapat pembahasan usulan anggaran 2012 pada hari Kamis, 21.04.2011..  Veny ngasi tahu kalo di Jakarta Convention Center (JCC) sedang ada Inacraft…, dan Linda, salah satu sahabat kami juga menjaga stand “Vanila” milik keluarganya..

So.., hari Kamis 21.04.2011.., setelah aku menyelesaikan tugas.., aku pergi ke Assembly 2 JCC.. Veny sudah menunggu di sana…

Begitu masuk…, ya ampuuuunnnnn… ada begitu banyak stand dengan beraneka macam produk craft… Rasanya bagai ikan dimasukkan ke sungai berair deras dan banyak plankton.. hehehehe… :)

craft

Aku adalah seorang pencinta craft…. Di rumahku ada banyak craft.. Mulai dari frame2 foto dari kayu dan daun2 yg dikeringkan…, standing lamp berbentuk bunga mawar berwarna nerah, wall lamp berbentuk kupu2, wadah2 dari kayu utuh yang aku bawa dari Samarinda, juga sepasang ukiran2 khas dayak berbentuk tameng..  wadah2 kecil dari Lombok…, juga pernak pernik perlengkapan makan dari berbagai bahan yang diangkut dari Yogya beberapa tahun yang lalu…  Juga ada bebek2an dari kayu, akar kelapa dan binatang2 kecil dari metal…  Dulu sebelum menggunakan jilbab, aku juga senang sekali mengumpulkan kalung, gelang dan anting dari perak…  Bentuknya yang unik2, hasil kreasi yang luar biasa membuat aku mudah jatuh cinta pada craft..

Tapi di Inacraft ada banyak sekali jenis dan design craft… Ada furniturre, kelengkapan interior rumah dan kantor, jeweleries, barang2 fashion, berupa baju, tas, sepatu, tenun tradisional bahkan prental prentil untuk hadiah bagi undangan yg datang saat pesta perkawinan…   Bahkan ada  di antaranya yg sudah masuk dan diakui di pasar internasional, seperti tas yang satu ini.. Gak cukup deh waktu sehari untuk bisa melihat semua stand… Hehehehehe…

vanilla.....

Tapi aku dan teman2 sempat ngubek2 di stand “Vanilla”, yang menjual blus dan baju muslim dengan merk tsb.  Stand ini dikelola oleh Linda bersaudara.  Design blus yang unik, dengan bahan yang nyaman membuat hati tak bisa meninggalkan stand tersebut tanpa membawa produknya sepotong dua.. hehehehe…

Yang pasti, melihat barang2 di Inacraft menimbulkan rasa bangga akan karya anak bangsa yang bagus2 dan sangat kreatif… So kalau memang produk dalam negeri kita punya kualitas yang bagus, kenapa harus pakai produk luar yaaa…? Apalagi produk yang harganya selangit hanya karena brand….  Bukan begitu teman2…?***

Inacraft Award 2011

Mie Sagu

MIe sagu kedai kopi Liana

Temans, kalian pernah dengar “Mie Sagu”? Atau pernah menikmatinya…? Iya, mie dengan bahan baku sagu.. Memang mie ini khas daerah Selat Panjang, sebuah kota di daerah pesisir yang banyak menghasilkan sagu di Provinsi Riau.  Karena bahannya dari sagu, mie ini warnanya agak bening dan rasanya agak kenyal..

Aku mengenal mie sagu beberapa belas tahun yang lalu, ketika kakak ku mendapat oleh-oleh dari temannya yang bertugas ke sana. Zaman itu kalau kakak ku gak masak, ya aku gak bakalan nemu mie sagu. Tapi sekarang tidak lagi…, setahu ku ada 2 tempat di Pekanbaru yang menyediakan hidangan mie sagu, yaitu Pondok Mie Sagu di Jl. Cemara, dan Kedai Kopi Liana di Jl. Setia Budi (ujung), sudah dekat dengan pertigaan Jl. Dr. Sutomo.

Mie kuah udang...

Kedai Kopi Liana biasanya buka pagi, meyediakan makanan buat sarapan sampai brunch.  Kalau siang udah gak ada lagi.  Selain mie sagu, kedai kopi itu juga menyediakan mie rebus kuah udang dan mie rebus kuah kacang. Yang rasanya juga maknyussss…

Menurut yang aku dengar kedai kopi ini adalah tempat sarapan favorite seseorang yang pernah menjadi orang nomor 2 di Riau, kebetulan asal beliau dari Selat Panjang.  Agar beliau punya privacy saat berkunjung ke kedai kopi ini, sang pemilik kedai kopi menyediakan ruang makan tertutup yang berisikan satu set meja makan.  Kalau beliau sedang tidak berkunjung, orang lain boleh menggunakan ruangan ini.

Adapun Podok Mie Sagu jualan dari jam 10-an pagi sampai sore, jadi biasanya orang makan di situ brunch sampai sore.

Apa bedanya mie sagu yang dijual di Kedai Kopi Liana dengan Pondok Mue Sagu? Secara prinsip, gak ada beda..  Cuma beda tangan jadi beda takaran bumbu, beda rasa.. Mie sagu di Pondok Mie Sagu bumbunya terasa lebih ringan, sehingga perlu tambahan sambel botol bagi para pencinta masakan yang spicy.  Lalu mie sagu di Pondok Mie Sagu menambahkan ikan teri sebagai bahan tambahan, sedangkan di Liana menggunakan udang.

Sebenarnya kalo menurut aku, mie sagu buatan kakak ku lebih enak.., karena lebih spicy dengan cabe dan kecap manis yang pekat.  Sedangkan bahan tambahannya kakakku menambahkan kucai dan irisan bakso ikan dan bakso daging, selain bawang prei.   Huhuhuhu…, jadi ngileeerrrr………….

Teman-teman yang akan berkunjung ke Pekanbaru, ayo coba nikmati kuliner khas Riau yang satu ini…

Randai Kuantan di Bali…

Randai Kuantan…? Apa itu….? Aku juga baru 2 tahun terakhir ini mendengar kata2 itu… sejak bertugas di kantor yang sekarang, yang memang bidang kerjanya di kebudayaan dan pariwisata.

So, apa itu Randai Kuantan…?

Randai Kuantan itu sejenis sandiwara rakyat yang berasal dari daerah Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi.  Menurut riwayatnya, penduduk daerah ini adalah masyarakat Minangkabau yang tersesat mengikuti aliran Sungai Kuantan yang berhulu di wilayah Sumatera Barat, lalu menetap di daerah ini.  Jadi budaya Kuantan ini berakar pada budaya Minangkabau yang kemudian beradapatasi dengan budaya lokal.   Demikian juga dengan Randai, katanya siyyy pada masyarakat Minagkabau juga ada kesenian Randai…  Tapi aku belum pernah liat pertunjukan yang ini.

Randai Kuantan adalah sandiwara yang dibagi dalam beberapa babak.. Di antara setiap babak, para pemain melakukan tarian yang khas, enggak sulit sebenarnya, dalam gerak melingkar dan diiringi oleh sekelompok pemain music yang memainkan lagu2 tradisional khas Kuantan.  Nah selama proses menari ini, para penonton boleh bahkan diharapkan berpartisipasi, sehingga penonton merasa terlibat dalam pertunjukan ini..

Sandiwara ini dimainkan di tengah2 lingkaran yang dibentuk oleh para pemain yang duduk melingkar..  Para penonton, duduk di sekitarnya…

Pada Pesta Kesenian Bali Tahun 2010 ini, Randai Kuantan merupakan pertunjukan kesenian yang ditampilkan oleh Provinsi Riau.  Adapun judul ceritanya Bujang Lapuk, suatu cerita klasik masyarakat Melayu tentang seorang lelaki dewasa yang belum juga menikah, sehingga keluarganya sibuk mencarikan jodoh.  Gak tahan dengan upaya keluarga yang menimbulkan rasa tertekan, si bujang lapuk pergi merantau dan bertemu dengan 5 bidadari yang sedang mandi di air terjun.  Setelah melakukan kelicikan ala Jaka Tarub, si bujang lapuk berhasil mendapatkan salah satu bidadari menjadi istrinya.  Tapi karena sombong dan angkuh, si bujang membuka rahasia asal usul istrinya kepada orang kampung, dan itu melanggar syarat yang ditetapkan sang bidadari, sehingga bidadari kembali ke negerinya.

Pada pertunjukan yang ditampilkan pada hari Jum’at 18 Juni 2010 itu, sambutan penonton luar biasa.. TidaK berkurang sampai akhir pertunjukan, bahkan seorang wisman, dengan bersemangat ikut menari di tiap antar babak..  Senang melihat apresiasi yang luar biasa terhadap kesenian tradisionil…

Message In The Bottle

message-in-the-bottle1Beberapa minggu yang lalu sebuah pesan masuk ke inbox email Tati..  Isinya…

Hi , Sondha

Nama saya Nilton, saya seorang Dokter asal Timor Leste yg sekarang sedang mengambil program spesialis bedah di Kuala Lumpur Malaysia. Saya  penggemar berat khalil gibran, Nicholas spark, dan masih banyak lagi namun terutama kedua tokoh ini.

Ketika sedang mencari info tentang film message in a bottle ( saya pernah punya koleksi lengkap mulai dari DVD, CD dan bukunya baik dlm bhs inggris maupun indonesia, tapi sayangya semua tetinggal di  Timor Leste), saya menemukan profile dan email addrs. anda di internet dan saya senang karena kita punya kesamaan dalam kekaguman terhadap karya seni dari Nicholas Spark.

Saya mo minta tolong nich, boleh nggak kirimin saya isi dari surat2 Garret Blake yang ada dlm botol itu dan juga surat terakhir dari Cathrine yg kemudian ditemukan oleh Blake di rumah Theressa…

I would realy appreciate if u can help me sending those letters or at least Cathrine’s last letter, coz i’ve tried to look for it here in Kuala lumpur but its so hard to find it.

Thanks

Kayaknya teman kita ini membaca tulisan Tati yang ini kali yaa…
Tati mencoba mencari buku Message in The Bottle di Gramedia, but there’s no stock anymore.  Lalu Tati mencoba meminjam kembali DVD Message in The Bottle ke Venny, teman Tati di kantor yang lama..  Dapat siyy, tapi kesibukan dan kemudian kondisi kesehatan membuat Tati gak sempat-sempat buat nonton kembali film ini dan mengamati secara detail isi surat2 yang ditemukan di dalam botol2 yang dihanyutkan ke laut…  Baru tadi malam sempat dilakukan..
So, Nilton, here the messages…  I hope they can make you happy…

The 1st Message  in the Bottle  that found by Theressa on the shore

Dear Catherine

I’m sorry I haven’talked to you in so long
I feel I’ve been lost, no bearings, no compass.
I kept crashing into things, a little crazy I guess
I’ve never been lost before
You are my true north
I could always steer for home when you are my home

Forgive me for being so angry when you left
I still think some mistake’s been made
An I’m waiting for God to take it back

But I’m doing better now
The work helps me
Most of all you help me

You came into my dream last night with that smile..
That always held me like a lover
Rocked me like a child
All I remember from the dream is a feeling of peace
I woke up with that feeling, and tried to keep it alive as long as I could

I’m writing to tell you that I’m on a journey toward that peace.
And to tell you I’m sorry about so many things.
I’m sorry I didn’t take better care of you
So that you never spent one minute being cold or scared or sick.
I’m sorry I didn’t try harder to find the words to tell you what I was feeling.
I’m sorry I never fixed the screen door. I fixed it now.
I’m sorry I ever fought with you.
I’m sorry I didn’t apologize more.
I was too proud.
I’m sorry I didn’t bring you more compliments on everything you wore and every way you fixed your hair.
I’m sorry I didn’t hold on to you with so much strength that even God couldn’t pull you away.
All my love, G.

 

The 2nd  Message in the Bottle.  Sent by someone to Theressa after  publication of the 1st message

Dear Catherine

There isn’t an hour of my life without you in it.
I mend the boats, test them, and all the while the memories come in like the tide.
I was thinking the day of when we were young, and you left our world for a bigger world.
I was a lot more scared then I would admit.

I fought my fear by telling myself you’d come back someday..
And trying to think of the first thing I’d say to you when I saw you again.
I must have tried out 100 possibilities.
What did I finally say?
Not much.
My mouth wouldn’t work, except to kiss you.
And when you say, “I’m here to stay”, that said it all.
Well I’m doing it again.
I keep imagining what I’d say to you if somehow you came back.


The 2 messages were made by Garrets.  But Theressa has another message that sent to her after the publication.  She thought it also made by Garrets.  But after Garrets said that he only sent 2 messages, they realized that the 3rd message was made by Catherine. Garrets saw her thrown a bottle to the sea 3 days before she passed away.  Here the mesaage…

light-house


To all the ships at sea and all the ports of call
To my family
And to all friends and strangers
This is a message and a prayer
The message is that my travels taught me a great truth.
I already had what everyone is searching for..
And few ever find;
The one person in the world who I was born to love forever.

A person like me, of the Outer Banks..
And the blue Atlantic mystery.
A person rich in simple treasures..
Self-made, self-taught.
A harbor where I am forever home.
And n0 wind or trouble..

Or even a little death can knock this house.
The prayer is that everyone in the world can know this kind of love.
And be healed by it.
If my prayer is heard, then there will be an erasing of all guilt..

And all regret.
And an end to all anger..

Please God
Amen.

Nonton Bareng "Apa Kata Dunia?" …..

Di awal minggu ini Tati nelpon Venny, secara udah 2 minggu kita gak ketemu setelah pergi nonton Tarix Jabrix di suatu minggu sore.. Setelah ngobrol ngalor ngidul, kita janjian buat Nonton Nagabonar di akhir pekan kali ini.. Tati pengen nonton, setelah ngeliat berita tentang adanya upaya memproses film Nagabonar lama menjadi layak tayang di masa kini…

Eh, dua hari yang lalu Venny nelpon, ngasi tau kalo dia dapat dari Mamanya 2 (dua) tiket Nontong Bareng Nagabonar dengan Gubernur Riau hari Sabtu, 24 Mei 2008 di Riau 21. So, kita bisa nonton film yang kita inginkan dengan gratizzz…. Asyyiikkk….!!!

So, kemaren sore Tati pergi deh dengan Venny ke Mal Seraya tempat dimana Riau 21 berada… Nyampe sana.., ternyata ada boss Tati dan keluarganya juga.. Ternyata, untuk sore ini pemutaran film Nagabonar di studio 1 Riau 21 memang di-block oleh Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, dan tiketnya dibagi2kan ke masyarakat..

Beberapa menit menjelang jam 17.00, Gubernur Riau bersama beberapa pemeran tokoh2 di film tersebut, antara lain Dedi Mizwar (Nagabonar), Nurul Arifin (Kirana) dan Afrizal Anoda (si Bujang yang mati dimakan cacing), muncul di lobby bioskop. Tampak hadir juga Mi’ing Bagito dan seorang pelawak yang kerap muncul di TV tapi Tati gak ingat namanya..

Setelah didahului dengan kata sambutan Gubernur, yang telah direkam sebelumnya, acara nonton dimulai..

Film ini benar2 jadi makin asyik buat ditonton.. Apalagi sound-nya jadi luar biasa setelah memanfaatkan teknologi saat ini. Ada di suatu scene, saat Emak si Nagabonar memanggil2 anaknya yang “jendral”, suara si Emak yang cempreng muncul dari speaker yang berada di belakang penonton, sehingga kesannya suara itu datang dari luar layar yang sedang menayangkan gambar Nagabonar.. Kerja yang luar biasa dari pihak yang memproses ulang film ini…

Buat Tati, ada rasa tersendiri menonton kembali film ini. Saat film ini dibuat tahun 1987, adalah masa2 Tati masih mahasiswa dan tergila2 dengan yang namanya bioskop. Masa dimana hampir tiada minggu yang tidak diisi dengan acara nonton. Tati udah gak ingat di bioskop mana Tati menonton film ini.. Entah di bioskop Sukasari atau di Galaxy-Century Tajur. Juga entah dengan siapa…

Kalo dulu rasanya film ini dimata Tati adalah film humor dengan setting perang kemerdekaan, dengan tokoh pencopet yang dodol dan menjadi pahlawan karena situasi perang. Kali ini Tati melihat bahwa Nagabonar adalah tokoh yang cerdas, punya hati dan sensitif dibalik segala ke-dodol-annya.. Naga adalah sosok cerdas yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih cerdas dari anak buahnya yang makan sekolahan (Tati lupa siapa nama tokoh yang diperankan oleh Wawan Wanizar ini). Nagabonar juga mewakili sosok yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih punya hati dari anak buahnya yang makan sekolahan tapi otaknya lebih mikirin keuntungan pribadi di zaman susah, dengan bisnis beras dan muasin syahwat sehingga menyebabkan anak gadis orang hamil di luar nikah. Semoga tokoh Nagabonar bisa menjadi cerminan bagi kita2 generasi Indonesia saat ini yang jauh lebih makan sekolahan dari pada Nagabonar, agar kita bisa menjadi lebih cerdas dan punya hati dalam berpikir dan bertindak…

Aktingnya Dedi Mizwar di film ini memang luar biasa… Salut banget… Bahasa tubuhnya bener2 menghidupkan sosok Nagabonar sehingga benar2 terlihat dodol banget.. Sekali lagi salut buat abang kita yang satu ini.. Semoga beliau diberi umur yang panjang, keteguhan hati dan energi yang besar untuk berperan dalam menjayakan film Indonesia kembali. Sehingga industri film kita tidak hanya memproduksi film2 hantu dan komedi sex (mengutip kata2 Dedi Mizwar dalam sambutannya).

Tapi di sisi lain, Tati mikir apa masih ada ya sosok dengan pikiran seperti Kirana di masa sekarang, di masa tuntutan akan “penampilan” dan materi yang semakin kuat..? Mudah2an masih ya.. Mudah2an manusia2 Indonesia bisa menjadi manusia 2 yang bisa membaca dengan hati, tidak sekedar melihat segala sesuatu dari cover-nya…

Puas dengan film yang luar biasa ini, para penonton memberikan standing ovation bagi para pendukung film yang hadir dalam acara nonton bareng ini. Mereka didampingi Gubernur Riau maju ke bagian depan studio, untuk menerima penghormatan dari penonton. Dedi Mizwar dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Riau yang sudah mendukung upaya menghidupkan kembali industri film Indonesia. Dan menurut Dedi bukan tidak mungkin suatu saat Riau akan bisa menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berperan besar di dalam industri film Indonesia.

Waduh gimana reaksi Nanda (besar) kalo denger omongan Dedi Mizwar ini ya…? Sorry ya Nan, Tati nonton bareng sama tokoh idola Nanda, di Pekanbaru pulaaa…. Hehehe..


Only You..

Si Nona ini udah pulkam alias pulang kampung ke Pekanbaru, setelah menyelesaikan sejumlah (hehehe) pendidikan di Ngayogyokarto.. Nahhhh kemaren siang doski namu ke kantor Tati, yang dulunya juga sempat jadi kantor Nyokabnya…

Doski ngenalin Tati dengan program ini buat nyari2 dan download lagu2.. Begitu programnya ter-install, yang ada di pikiran Tati adalah nyari lagu yang Tati seneng banget waktu masih kuliah di Bogor… Sebuag lagu dari Lionel Richie, tapi gak tau kasetnya udah dimana… Beberapa kali nyari CD dari penyanyi ini… Ada siiyy, tapi gak ada lagu yang dicari.. Bahkan saat si Bapak ini sedang getol2nya memberikan Tati beratus2 file mp3 lagu2 (mungkin lebih dari seribu lagu kali) termasuk sederetan lagu Lionel Richie, tapi beliau gak berhasil menemukan mp3 lagu ini.. Lagu apa siyy…


ONLY ONE by Lionel Richie

Let me tell you now
All that’s on my mind.
For a love like yours.
Is oh, so very hard to find.
I’ve looked inside myself.
Now I’m very sure.
There can only be, you for me.
I need you more and more….

You, turned me inside out and you showed me.
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.
I wanna do all I can, just to show you.
Make you understand.
Only you, the only one that stole my heart away.

When you’re in my arms.
When I’m close to you.
There’s a magic in your touch.
That just comes shining through.
Want you everyday.
Want you every night.
There can only be, you for me.
You make it seem so right.
Oh, girl, cause…..

You, turned me inside out and you showed me.
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.

In my mind, there’s no other love.
You’re the only girl my heart and soul is thinking of.
Only you, only me.
There can never ever be another.
That understands the way that I feel inside,
Cause….

You,turned me inside out and you showed me.
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.
Yeah, you, turned me inside out and you showed me
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.

(you stole my heart away)
You stole it. (you stole my heart away)
Only you, the only one that stole my heart away.
Yeah you, (you stole my heart away)
Oh you stole it, ( you stole my heart away)
Only you, the only one that stole my heart away.
You stole my heart away.
Stole it, (you stole my heart away)
Only you baby, the only one that stole my heart away

Mahadewi

Ini salah satu lagu yang Tati suka.. Lagu yang paling Tati senangi dari Padi.  Mendengar lagu ini kita seakan dibawa untuk menyaksikan sesuatu yang megah.. sesuatu yang besar.. Gimana kalo lagu ini dinyanyikan dengan iringan orkestra, ya…? Pasti makin megah ya…

Hamparan langit maha sempurna,
Bertahta bintang – bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar,
Teruntai turun menyapa ku

Reff 1 :

Ada tutur kata terucap,
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku,
Kepedihanku pun… terhapuskan

Alam rayapun semua tersenyum,
Merunduk dan memuja hadirnya
Terpukau aku menatap wajahnya,
Aku merasa mengenal dia…

Reff 2 :

Tapi ada entah dimana,
Hanya hatiku mampu menjawabnya
Mahadewi resapkan nilainya,
Pencarianku pun… usai sudah

Back to Reff :

Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi tercipta untukku
Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi tercipta untukku

by : Padi

Urusan Kampung Tengah di Yogya

Setelah 3 hari bersama2, salah seorang teman jalan waktu ke Yogya kemaren berkomentar,

Teman : Seru juga jalan ama kamu ya, ‘Ndha..

Tati : Kenapa, gitu ?

Teman : Saya pikir, karena gendut kamu tuh jaga2 makan dan gak bisa menikmati acara makan memakan..

Tati : Hehehe… Rugi atuh, kak. Aku siyy santap aja apa yang aku pengen makan. Cuma porsinya aja dijaga. Terus, aku gak mau makan seafood habis2an kayak waktu masih muda, juga yang manis2.. Selebihnya, hajaaaarrrrr bleeeehhh… !!! Hehehe..

Emang makan apa aja siyy di Yogya…? Weiiiizzzzz seru abiss… Benar2 sekalian wisata kuliner.. Jadi gak cuma ke McD lho, Zee….!! Kekekkeeehhh.. Niruin ketawa-nya Zee..

Bale Raos...

Begitu nyampe di Yogya hari Rabu (16 April 2008 ) malam.. dari Bandara kita dibawa ke Gudeg bu Tjitro yang berlokasi di Jl. Janti. Di sini di lantai 2 udah disediakan hidangan prasmanan buat kita…. Apaan..? Gudeg dan teman2nya.. Ayam dalam potongan besar (1 ekor ayam potong 4 kali yaa), telor, tahu, tempe, kerecek lengkap dengan cabe rawit yang mateng, gudeg, sambal goreng ati, sambel yang assoy banget, krupuk udang plus sup ayam dgn kentang dan wortel sebagai pembuka… Mana nasinya pulen pulaaa…

Buat Tati yang udah ngebayang2in gudeg begitu tau akan ke Yogya…, makan malam kai ini, alhamdulillah nikmat banget… Sbodo teuing dengan teman2 serombongan yang lidahnya “padang’ dan gak bisa menikmati masakan Jawa… Hehehe… Maaf, yaaa….. Maaf basa basi… Hehehe..

Kamis (17 April 2008) pagi, urusan kampung tengah dimulai di restaurant-nya Ibis Malioboro.. Pilihan buffet-nya banyak banget… Tati milih nasi goreng plus beberapa potong sosis goreng.. Minumnya gula asam… Lumayan dehh buat ngimbangin lemak yang masuk ke perut pagi2… Hehehe…

Sebelum makan siang kita ngunjungin 2 instansi, yang masing2 nyediain kue kotak, masing2 3 potong.. Di tempat pertama Tati cuma makan 1 potong, martabak mini… Di tempat kedua… hhmmm dadar lipat isi dagingnya enak banget… Tati sampai minta teman yang duduk di sebelah tukeran kue… Hehehe…

Makan siang….? Kita dibawa makan di Wong Solo di Timoho..

Tati sebenarnya gak terlalu exceited waktu dibawa ke resto ini, karena sekitar oktober 2001 Tati pernah makan di resto yang bernama sama di Yogya juga, tapi lokasinya waktu itu kalo gak salah di Jl. AM. Sangaji atau Monjali. Waktu itu kita makan sama teman2 sekelas di PJ 99 (13 orang) setelah si bapak ini selesai ujian komprehensif.. Entah kenapa waktu itu rasanya masakannya gak pas di lidah… Sampai si bapak ini aja ngumpat2, karena ngerasa ngeluarin duit buat sesuatu yang gak deserve… Makanya Tati selama ini gak pernah makan di Wong Solo yang di Pekanbaru.. Mana Tati agak2 gak setuju pula denga prinsip pemiliknya…

Begitu kita sampai di resto tersebut, ternyata di meja udah dihidangkan tahu pong.. Pas Tati cicipin, rasanya.. hhhmmmmmm, enak.. Lalu para pelayan mengantarkan ayam bakar, gurame goreng, capcay dan tempe penyet dan cah kangkung.. Semuanya delicious… Terutama sambel tempe penyetnya.. Pedesnya pol… Makan siang yang bener2 bikin keringetan… Hehehe..

Setelah makan siang kita namu lagi ke satu instansi.. Di situ kita dihidangin kotak yang berisi 2 buah kue plus 1 roti.. Karena kenyang, Tati cuma icip2 aja… Rotinya malah dimasukin ke tas ajaahhh..

Dari lembaga tsb kita ke Desa Kebonagung.. Di situ kita dihidangin serabi, lepat, mede goreng dan wedang jahe.. Karena masiyy kenyang juga, Tati cuma nyicipin serabinya.. Hmmmm lumayan enak.. Tapi wedang jahe-nya asliiii nendang banget…. Bikin ketagihan…

Dari Kebon Agung, Tati dan rombongan dibawa ke Bale Raos, sebuah resto yang berlokasi di lingkungan keraton Yogya dan menyajikan menu keraton… Resto ini menawarkan atmosphere yang unik.. Tempat makan yang berlokasi di 2 buah pendopo dengan taman di sekitarnya, plus menggunakan lampu yang cahayanya kekuningan dan lilin dimana2 termasuk di tengah meja makan.. Lilin2 yang di tengah meja diletakkan di wadah2 seperti piring dengan kelopak2 mawar di sekeliling lilin… (Kenapa ya, orang Yogya seneng banget dengan bunga mawar yang dilepas dari tangkainya.. ? Hanya di kota ini yang Tati tau di pasar2nya ada orang ngejual kelopak mawar bertampah2… Ya di pasar Kranggan, pasar Bring Harjo… Buat apa, ya? Siapa yang mengkonsum kelopak mawar bertampah2 itu…?)

Di sini untuk makanan pembuka kita ditawarkan lontong kikil… Secara Tati gak makan kikil, Tati makan beberapa potong lontong di kuahin aja… Makanan utamanya dihidangkan prasmanan di tengah pendopo.. Apa aja..? Gak banyak macam siyy, yang Tati ingat ada yang namanya urip2 gulung.. Bentuknya siyy menarik, tapi begitu tau bahannya adalah ikan lele… Makasih deeh… dakyu tidak makan lele… Tati lebih milih buat makan daging lada hitam.. Tapi menurut Tati, rasanya kurang nendang.. Lebih nendang daging lada hitam di resto hotel Santika Yogya yang pernah Tati nikmatin beberapa tahun yang lalu, rasanya…

Selama kita makan, beberapa pelayan nawarin beberapa makanan dan minuman.. Tati nolak untuk menikmati timlo, karena perut rasanya udah penuuuhh… Tapi masih mau nyoba nyicipin minuman.. Tati nyoba wedang kayu manis (cinnamon).. Rasanya…, lumayan…. Ada satu minuman lagi yang ditawarkan, beer jawa… Katanya siyy bahanya dari kayu secang.. Tapi karena namanya beer.., terus perut juga udah penuh, jadi gak dicobain deeh….

Setelah dari Bale Raos, rasanya Tati gak akan sanggup menelan apapun lagi malam itu…. Takut m****h… Tapi ternyata menjelang tidur, Tati masih menikmati se-cup strawberry sundae di McD… Hehehe..

Ingat ice cream…, beberapa tahun yang lalu saat masih kuliah di Yogya Tati tuh berusaha nahan diri banget dari ice cream… Ceritanya diet pengen langsing.. Hihihihi… (But beneran lho, waktu itu Tati jadi rodo langsing… Tapi begitu balik ke Pekanbaru melar lagi deehhh…!!!). Jadi kalo ke KFC atau McD, pasti gak mau liat2 ice cream… Kalau gak sengaja liat, pasti langsung tarik nafas and say “NO” to myself…. Nah pas Tati pergi makan siang di KFC di Jalan Kaliurang di seberang Mirota Kampus pas ultah Tati ke 34 dengan si Bapak ini, Tati ngeliat ice cream… Tati pengeeeennnn bangeettttt chocolate sundae-nya… tapi berusaha nahan diri… Eh si Bapak ini kayaknya tau pikiran Tati… Dia langsung jalan ke counter dan kembali ke hadapan Tati dengan 2 cup chocolate sundae.., dan mengulurkan sebuah pada Tati seraya berkata “Loe kan hari ini ulang tahun ‘Dha, biarkan diri lhoe menikmati apa yang elhoe inginkan.. Kan gak tiap hari…” Tati langsung melongok pongok… Tapi gak lama pongoknya…, karena chocolate sundae-nya terlalu menggiurkan buat diabaikan.. Apalagi ada orang yang bilang hari itu Tati berhak menikmati apa yang diinginkan… Hehehe…

Back to now….

Jum’at 18 April, seperti sehari sebelumnya, urusan kampung tengah juga dimulai di resto Ibis Malioboro, pilihannya hampir sama dengan kemaren, cuma plus seporsi telor dadar..

Habis sarapan, Tati dan kak Eri nyari titipan teman ke Bring Harjo.. Ceritanya kita gak ikut rombongan… Pas keluar dari sana Tati ngeliat ada yang jual tempe bacem… Tati langsung beli, 2 potong aja, karena kak Eri gak mau.. Habis nganterin hasil belanjaan ke hotel, kita langsung ke kompleks keraton nyusul rombongan… Lalu bersama rombongan kita ke daerah Prawirotaman.. Para kaum Adam dari Prawirotaman langsung pulang karena mesti sholat Jum’at.. Tati, kak Eri dan Kak Butet mutusin untuk jalan sendiri.. Kemana? Pulang ke hotel juga, tapi naik becak dan singgah di berbagai tempat…

Gudeg Yu Djum di Jalan Wijilan..

Pertama2 kita ke arah Jl. Wijilan buat beli idaman hati Tati… Gudeg Yu Djum… Haaallllaaaaah… Sialnya, ayam-nya habis… tinggal ceker.. Sebeellll… Tati tuh gak makan ceker… So akhirnya Tati cuma beli telor, gudeg dan krecek… Minta dibungkus di besek, biar bisa dibawa pulang ke Pekanbaru… Pasrah lah ya, rezekinya baru ada segitu…. Hehehe..

Sementara Tati beli gudeg, Kak Butet dan kak Eri malah naksir ama dagangan emang2 yang ada di trotoar dekat situ.. Menurut kak Butet dan Eri, mereka beli rujak… Waktu Tati bilang itu bukan rujak, tapi lotis… Mereka mula2 gak ngeehh… Hehehe.. Iya, kalo di Yogya, buah potong  dimakan pake gula merah berbumbu itu namanya lotis…, kalo rujak, buahnya diserut….

Dari Jl. Wijilan kita tuh melanjutkan perjalanan dengan becak ke arah Bring Harjo.. Ngapain…? Nyari pecel… Kak Butet pengen makan pecel Yogya… Akhirnya nemu di depan pintu masuk Bring Harjo… Kita beli tiga porsi plus beberapa potong tempe dan tahu bacem… kak Butet & kak Eri milih pecel pake lontong.. Tati milihnya pake sego…

Pecel Pasar Bring Harjo..

Tapi kita belinya dibungkus.., makan di kamar hotel aja… karena di depan Bring Hardjo itu gak tersedia tempat duduk yang representatif buat makan…

Gitu nyampe di hotel, kita langsung masuk ke kamar 820, tempat kak Butet dan kak Eri. Gak sabar buat menikmati sego/lontong pecel.. Daaannnnn rasanya emang yummy banget…, pake daun pepaya, kecipir dan bunga turi (kata kak Butet). Di Pekanbaru gak ada tuh yang jual pecel pake kecipir dan bunga turi… mana porsinya juga paasss baanget, gak terlalu ngenyangin….

Setelah sego/lontong pecel tandas.., kita mulai bebenah.. Udah nyaris jam 13.00, saatnya check out.. Rian, si tour leader udah pesan kalo semua peserta udah harus di lobby hotel jam segitu lengkap dengan barang masing2. Nah selesai check out dan nyerahin barang ke orang travel, rombongan dibawa ke Resto Pesta Perak di Jl. Tentra Rakyat Mataram. Resto ini dari luar, gak memberikan special impression… Kayak toko apaaaa…, gitu…! Ternyata di bagian dalam tersedia resto dengan sistem buffet… Ada 3 meja panjang… 1 meja menghidangkan aneka masakan indonesia, 1 meja menghidangkan masakan barat (rollade dagingnya, maknyooosss….!!), dan satu meja menghidangkan aneka buah dan bumbu rujak plus dawet…. Selain rombongan kami, resto ini dipenuhi oleh turis manca negara.. Makanannya lumayan laaahhh… Tapi secara umum, juga kurang nendang…. Dasar lidah orang sumatera, doyan yang spicy…!!!

Pesta Perak merupakan akhir perjalanan wisata kuliner di Yogya kali ini… Tapi jangan salah…, menjelang pesawat take off, kak Indria dan Bu Wasni yang baru datang dari Solo menawarkan berbagai jajanan pasar yang mereka bawa dari Solo, yang rasaanya juga seru2…

Tiga hari yang luar biasa…. Kayaknya jarum timbangan bergerser lebih ke kanan niyyy… Kayaknya pulang2 mesti puasa niyyyy buat mentralisir segala yang dinikmati selama tiga hari…. Oohhhhh come on, forget it… Yang paling Tati inginkan saat sampai di rumah adalah, kasur dan bantal yang empuk, sprei dan selimut yang nyaman…. Lupakan timbangan, lupakan puasa… Hehehehe….

Aku Ingin…

Cuaca yang mendung… hujan yang masih terus turun.. udara yang dingin… mengingatkan Tati pada puisi Sapardi Djoko Damono.. Puisi yang indah dengan makna yang dalaaaaammmm banget..

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…

Semoga masih ada cinta seperti ini…
———–
Note : Ake nemu musikalisasi puisi ini..  Silahkan dinikmati…