Man Jadda Wajada….

Hidup ku begitu bergolak akhir-akhir ini….  Dari kehidupan yang beberapa tahun terakhir berada dalam satu jalur yang tidak banyak tikungan…  Jalur yang terkadang terasa monoton…  Jalur yang tak lagi diisi impian-impian indah yang memanggil-manggil jiwa untuk menari di antara bintang-bintang…

Lalu, seseorang memaksa masuk dalam hidupku…., membawa sekeranjang impian…  Aku terpesona akan impian yang ditawarkan…  Aku memutuskan untuk bersamanya melangkah…

Tapi impian yang ditawarkan  ternyata hanya impian…  Impian yang tak pernah diupayakan untuk diraih..  Meraih impian sepenuhnya diserahkan menjadi urusanku…

Namun, Allah punya rencana-Nya sendiri…

Sebuah kesempatan yang semula ku bentangkan agar si pembawa impian bisa mewujudkan impiannya, yang kemudian menjadi impian kami, ternyata menjadi kesempatan bagiku.. Karena si pembawa impian hanya bermimpi…., tak sungguh-sungguh berusaha meraih impiannya…  Bahkan kembali menyerahkan upaya meraih impian menjadi urusanku…

Kemaren sore, 01 April 2012… Menunggu saatnya untuk pergi ke bandara Soetta, mengikuti jadwal penerbangan untuk pulang…, adik iparku Nana menyarankan aku untuk pergi ke Gramedia Grand Indonesia.., toko buku favorite ku..  Ya, toko buku bagi ku sebuah surga di dunia…

Di sana, aku menyusuri  tumpukan buku-buku New Release…  Membaca ringkasan-ringkasan isi buku yang terdapat di sampul belakang buku-buku tersebut…

Tiba-tiba…, subhanallah… di pikiran ku hadir sosok diriku….  Ya, kemaren aku pergi ke Gramedia dengan memakai celana 7/8, dengan blouse cassual  L-size, sandal crocs dan tas rajut Dowa..  Pakaian yang “aku” banget..   Blouse cassual L-size adalah hal yang impossible bagi ku beberapa bulan yang lalu… Karena  ukuran bajuku beberapa tahun terakhir XXL…  Yaaaaa…., aku bisa merubah keadaan.. Aku bisa meraih mimpiku…, asal aku fokus, kerja keras, disiplin dan tak ragu untuk berkorban untuk pencapaian yang aku inginkan…

Pikiran ini diikuti oleh pikiran bahwa aku adalah Perempuan Istimewa Makhluk Allah yang istimewa…  Aku mempunyai keluarga yang begitu mencintaiku, keluarga yang bersedia dengan penuh kegembiraan melakukan apa pun untuk kemajuan ku, kebahagiaanku…  Aku di sepanjang usia mendapat kesempatan edukasi yang menjadi bekal bagi hidupku saat ini…  Aku punya pekerjaan yang baik, prospek karir yang cemerlang…, dan sekarang aku bahkan punya peluang bisnis yang sangat prospektif yang ingin ku manfaatkan untuk membangun passive income yang bisa menjadi bekal saat aku pensiun nanti….

Lalu…., bagaimana aku bisa mencapai impian-impianku dengan semua yang ada pada ku saat ini bila aku tidak fokus…?  Kapan bisa menari di antara bintang-bintang bila waktu dan tenaga ku habis untuk mengurusi si pembawa mimpi yang hanya bermimpi…

Hanya ada satu jalan meraih mimpi…, fokus… Fokus mengerahkan pikiran, tenaga untuk meraih impian… Melepaskan si pembawa mimpi yang tak pernah berupaya mewujudkan mimpi-mimpinya…

MAN JADDA WAJADA…  SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH, AKAN BERHASIL…

 Malam ini aku mulai membaca buku  Merry Riana “Mimpi Sejuta Dolar”, salah satu buku yang aku bawa pulang dari Gramedia Grand Indonesia kemaren sore…  Di dalamnya ada larik-larik pusi yang begitu indah dan penuh makna…  Puisi yang menurut Merry  terdapat di dalam buku kecil, bekal dari ibunya saat dia akan berangkat sekolah ke Singapore…

 HIDUP adalah suatu…
Tantangan yang harus dihadapi,
Perjuangan yang harus dimenangkan,
Kesusahan yang harus diatasi,
Rahasia yang harus digali,
Tragedi yang harus dialami,
Kegembiraan yang harus disebarkan,
Cinta yang harus dinikmati,
Tugas yang harus dilaksanakan,
Romantika yang harus dirangkul,
Risiko yang harus diambil,
Lagu yang harus dinyanyikan,
Anugrah yang harus dipergunakan,
Impian yang harus diwujudkan,
Perjalanan yang harus diselesaikan,
Janji yang harus dipenuhi,
Keindahan yang harus dikagumi,
Pertanyaan yang harus dijawab,
Kesempatan yang harus dipakai,
Persoalan yang harus dipecahkan,
Kesulitan yang harus dikalahkan,
RAHMAT YANG HARUS DIPELIHARA DAN DICINTAI…

What a wonderful world….

Aku senang sekali dengan lagu ini… berharap kalau bisa mendengarkan alunannya di saat-saat istimewa…

What a wonderful world…
I see trees of green,
red roses too.
I see them bloom,
for me and you.
And I think to myself,
what a wonderful world.

I see skies of blue,
And clouds of white.
The bright blessed day,
The dark sacred night.
And I think to myself,
What a wonderful world.

The colors of the rainbow,
So pretty in the sky.
Are also on the faces,
Of people going by,
I see friends shaking hands.
Saying, “How do you do?”
They’re really saying,
“I love you”.

I hear babies cry,
I watch them grow,
They’ll learn much more,
Than I’ll ever know.
And I think to myself,
What a wonderful world.

Yes, I think to myself,
What a wonderful world.

Oh yeah.

Heidi and My Childhood Dreams..

Beberapa hari yang lalu, saat ngantri beli chinesse food buat buka puasa, Tati dan Kak Lintje masuk ke toko kaset di sebelahnya yang juga menjual CD, VCD dan DVD..  Di rak yang memajang DVD-DVD yang dijual, Tati melihat DVD film Heidi. Aha……!!!!! Tati sebenarnya udah lama berharap bisa menemukan DVD atau VCD film ini.  Tati sempat nonton film ini saat ditayangkan di RCTI sekitar akhir tahun 1995.  Tapi ya cuma sekali itu…  RCTI atau pun stasiun TV lainnya gak pernah mutar lagi film ini..

Apa siyy ceritanya Heidi, kok Tati segitu terkesannya dan pengen nonton lagi…?

Tati mengenal Heidi saat Tati masih bocah banget..  Saat hidup Tati begitu indah karena dipenuhi dengan buku-buku cerita yang sangat banyak…  Karena ibu kalau keluar kota selalu mengoleh-olehi Tati dengan seabrek-abrek buku cerita..   Akibatnya Tati jadi  cinta buku sampai hari ini..

Saat itu Heidi hadir dalam bentuk buku cerita bergambar yang berwarna indah…  Yang mampu membuat imajinasi Tati melayang jauh bersama jalan cerita….

Heidi adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh adik ibunya setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas.  Karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Frankfurt, adik ibu Heidi mengantarkan Heidi untuk tinggal bersama kakeknya, ayah dari ayahnya, yang tinggal di sebuah desa di pegunungan di Swiss. Kakek Heidy yang menjauhkan diri dari masyarakat setelah kehilangan istri dan anaknya, tinggal di daerah yang sangat tinggi dan hidup dengan menjual keju yang dibuatnya sendiri dari susu kambing peliharaannya.  Naahhh seorang anak lelaki seumuran Heidi yang membantu kakek mengembalakan kambing-kambing si kakek bernama Peter.

Awalnya sulit buat Kakek menerima kehadiran Heidi, namun Heidi yang manis, baik hati dan tabah membuat kakek dan orang-orang yang tinggal di sekitar rumah mereka menyayanginya.

Kehidupan berbahagia mereka dirusak oleh tante Heidi yang mengambil Heidi kembali dan membawanya ke Frankfurt untuk menemani Clara, seorang anak tunggal orang kaya.  Anak tersebut sudah tidak punya ibu, ayahnya selalu bepergian untuk melakukan bisnisnya, dia juga tidak bisa berjalan dan tidak punya teman, sehingga kesepian.  Heidi yang tabah berusaha menjadi teman yang baik bagi Clara, yang sangat menyukainya.  Heidi bersabar dengan harapan dia suatu saat bisa kembali ke desanya dengan membawakan roti yang lebih lembut bagi nenek Peter yang sudah tua dan buta..

Tapi akhirnya rasa rindu Heidi akan kakeknya membuat dia jatuh sakit sehingga keluarga Clara mengirimkannya kembali ke desa asalnya.  Bahkan keluarga Clara berkunjung ke sana dan mengizinkan Clara untuk menikmati musim panas di sana.  Musim panas yang baik bagi kesehatan Clara.

Di buku cerita, gambar tentang desa dan rumah kakek Heidi serta rumah-rumah di desanya begitu indah.. Begitu indahnya sehingga di masa kanak-kanak Tati selalu berangan-angan suatu saat bisa berkunjung ke Swiss..  Tati juga bermimpi suatu saat untuk punya rumah dari kayu di pegunungan…

Tati berharap di suatu episode di hari tua Tati bisa tinggal di Sipirok yang sejuk, di sebuah rumah kayu yang dikelilingi taman penuh bunga-bunga…  Hmmmmm….. Mudah2an suatu saat bisa kesampaian ya…

Sleepless in Seattle…

Tati, beberapa hari yang lalu nonton film jadul Sleepless in Seattle.. Gak tau kenapa, pokoknya pengen aja nonton lagi film ini…

Film ini, bercerita tentang Jonah, bocah kecil yang looking for a wife for his daddy, the sleepless in Seattle…

Tati baru ngeh, kalo ternyata lagu Somewhere Over the Rainbow juga dijadiin soundtrack ini di film ini, sebagaimana juga lagu When I fall in Love..

Lagu When I fall in Love selalu membuat pikiran Tati melayang ke My Never Never Land… Negeri dimana Tati punya rumah kecil dengan halaman yang luas…, rimbun dengan pohon dan perdu… Terus punya balkon atau paling enggak teras yang lapang, yang diisi dengan amben buat leyeh2 menikmati bulan purnama atau menghitung bintang with my beloved one, diiringi alunan lagu When I fall in Love.. Halllllaaaaahhhhh….

Here the song…

WHEN I FALL IN LOVE

When I fall in love it will be forever
Or I’ll never fall in love
In a restless world like this is
Love is ended before it’s begun
And too many moonlight kisses
Seem too cool in the warmth of the sun

When I give my heart it will be completely
Or I’ll never give my heart
And the moment I can feel that you feel that way too
Is when I fall in love with you.

[Instrumental interlude first two lines]

And the moment I can feel that you feel that way too
Is when I fall in love with you.
***