Doa Istri…

Sore ini saat aku membuka memory di BB ku.., aku menemukan sebuah doa yang aku lupa entah dari siapa aku dapatkan…  Sebuah doa yang begitu indah, begitu kuat…   Aku ingin membaginya pada teman-teman…, dan juga menyemaikannya kembali ke diriku…  Semoga doa kita para istri diijabah oleh Allah SWT..

DOA ISTRI SOLIKHAH

اَ Ɣª Allaђ, suamiku adalah ρilihanMU, berilah αǩu kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanγα.


Ya Allah, semoga suamiku aϑαlaђ suami ƴαnğ αkαπ membimbing tǻnğanǩų ϑï jalanMU, maka karuniakanlaђ αǩų sifat kasiђ ϑαn ridђa atǻs şếğαƖα ρerbuatǻnπγα.

Ɣª Allaђ, semoga suamiǩų adalaђ calon ρenğђuni surğaMU, maka limρaђkanlaђ αǩų ϑğπ sifat tunduk ϑαπ tǻwadђu’ αkαπ şếğαƖα ρerintǻђπγα.

Ɣª اَللّه, semoga suamiǩų adalaĥ ƴαnğ terbaik ųπtυǩǩų, maka ρeliharalaĥ tingkaĥ lakuǩų serta katǻ-katǻǩų ϑαrï meπγαkiti ρerasaanπγα.

Ɣª اَللّه, semoga suamiǩų adalaĥ jodoĥ ƴαnğ Engkau raĥmati, maka berilaĥ αǩų kesabaran ųπtυǩ mengĥadaρi şếğαƖα sifatπγα.

Ɣª اَللّه, sekiranya suamiku tergoda ϑğπ keinϑαђan duniaMU, limρaĥkanlah αǩų kesabaran ųπtυǩ terus membimbingπγα.

Ɣª اَللّه, sekiraπγα suamiǩų tunduk terђaϑαρ nafsu ƴαnğ melalaikan, karuniailah αǩų kekuatanMU ųπtυǩ memρerbaiki keaϑαanπγα.

Ɣª اَللّه, sekiraπγα suamiǩų mencintai kesesatǻn, ρandulah αǩų ųntυǩ menarik diriπγα ϑαrï keterlenaanπγα.

Ɣª اَللّه, Engkau ƴαnğ Maha Mengetahui aρa ƴαnğ ϐαik untukǩų, Engkau juga ƴαnğ Maha Mengamρuni sếğαlα kekhilafanǩų, sekiranya αǩų ‎Śαlαh memutuskan sesuatu, bimbinglah αǩų ke jalan ƴαnğ Engkau ridhoi.

Ɣª اَللّه, sesungguhπγα αǩų Ɩemah tǻnpa ρetunjukMU, αǩų butǻ tǻnρa bimbinganMU, αǩų cacat tǻnpa hidayahMU, αǩų hina tǻnρa rahmatMU.

Tǻbahkan αǩų menğhaϑαρi sếgαƖα  cobaanMUƳαα اَللّه.

BukaƖah hatiku ųπtυǩ menghayati agamaMU Ƴαα اَللّه.

BimbinğƖah αǩų menjadi istri ƴαnğ shoƖiĥaĥ.

Jadikan αǩų istri ƴαnğ disenangi suami.

SeƖamatkan ĥidup ǩami di dunia ϑαn akhirat.

Jαϑîkαn rumaĥ tanğğa ǩami menjadi keƖuarğa sakinaĥ mawaddaĥ warohmah…

Aamiin ***

Ujian Syahadat…

Ujian syahadat…

Ujian syahadat adalah sebuah perjalanan hidup yang menguji apakah engkau sanggup untuk menerima kehendak Allah SWT atas dirimu..  Apakah kau sanggup untuk ikhlas… Sanggupkah engkau untuk percaya bahwa apa yang terjadi benar-benar yang terbaik bagi mu, bagi hidupmu, bagi hari akhirmu.. Sanggupkah engkau tetap bersyahadat di sisa usia, setelah rasa sakit yang tertoreh.. Sanggupkah engkau untuk tetap mengatakan “hidupku, matiku hanyalah untuk Allah”

Be grateful, please…

Beberapa waktu yang lalu, aku melihat di sebuah status seorang teman di FB tertulis “Janganlah kau bersedih, cause everything’s gonna be ok”.  Aku tahu itu adalah kutipan lirik dari lagu Bondan featuring Fade 2 Blade…

Status itu membawa pikiranku melayang… Melayang ke suatu waktu di rumah ku yang mungil…

Ketika itu di suatu pagi di akhir pekan  aku sedang duduk termangu-mangu di kamar tidur ku..  Aku sedang merasa betapa kehidupan ku jauh dari sempurna… : di usia ku yang lebih dari 4 dasa warsa, aku belum menikah, apalagi punya anak.., aku hidup sendirian, jauh dari keluarga yang menyayangi aku, aku bekerja di lingkungan yang relatif tidak bersahabat… Rasanya hidup begitu menyedihkan, begitu sepi, begitu hopeless…  Terlintas dalam pikiran ku siapa yang akan menemani aku saat tua nanti, siapa yang akan mengurus aku…  Terlintas lagi dalam pikiran ku sampai kapan aku harus menghadapi lingkungan yang tak cukup ramah…

Tiba-tiba terdengar sapaan Mak Uo (seorang ibu yang berusia 50 tahunan yang datang 3 kali seminggu untuk menyetrika di rumahku) yang sedang menyetrika di ruang di depan kamar ku… “Bu…, ibu mengapa…? Apa yang ibu pikirkan? Apa yang ibu sedihkan, sampai ibu termangu-mangu begitu…?”

Lalu Mak Uo melanjutkan, “Coba ibu lihat saya ini…  Saya seumur hidup kerja banting tulang…, mencuci, menyetrika dari rumah ke rumah untuk menyekolahkan anak, dengan harapan akan membuat keadaan keluarga akan lebih baik..  Tapi setelah anak lulus sekolah, dapat pekerjaan yang baik, tak lama dia sakit, lalu meninggal.  Mau bagaimana saya lagi.. Sudah saya usahakan semampu saya, tapi Allah berkehendak lain.  Apa lalu saya harus bersedih, apa saya lalu haris menjadi tidak taqwa…?  Coba ibu lihat diri ibu…  Ibu masih punya keluarga, ada orang tua yang sayang sama ibu, ada kakak dan adik yang peduli sama ibu, ibu punya rumah, ibu ada kendaraan yang memudahkan langkah ibu, ada pekerjaan yang baik, ada penghasilan yang membuat ibu masih bisa memilih mau makan apa hari ini.. Mengapa juga ibu harus bersedih? Soal jodoh, anak semua sudah ada garisnya.. Serahkan saja kepada Allah, bu..

Ucapan Mak Uo menarik ku dari pikiran yang nelongso… Astagfirullah…  Betapa pikiran negatif membawa aku menjauh dari kenyataan bahwa aku punya begitu banyak…, bahwa aku seharusnya bersyukur… bahwa apa yang belum ada tidak seharusnya membuat aku lupa akan apa yang telah ada, serta mensyukurinya…  I was forget to be grateful  …

Status seorang kenalan itu juga mengingatkan ku akan video clip ini.. Video yang dikirimkan Nana, adik ipar ku melalui bbm beberapa waktu yang lalu.. Clip yang akan menggugah kesadaran bagi orang-orang yang mau mendengarkan kata hatinya sehingga menimbulkan rasa syukur di dada….

Silahkan ditonton teman2… Semoga membawa kebaikan, terutama rasa syukur d hati kita, ya..***

Paket Kelima…

Paket kelima….? Yaaaa…. paket pelajaran akan kepemilkan, batas waktunya, serta kehendak Alloh kembali datang pada ku…  Sebelumnya ada 4 paket pelajaran yang sudah terlebih dahulu datang…

Paket kelima hadir hari Sabtu siang, 4 Juni 2011 di Samarinda…

Siang itu aku pergi mengunjungi Desa Pampang, desa budaya milik masyarakat Daya Kenyah..  I’ve been there many times…  Hanya kali ini aku mengunjunginya bersama BG, seorang teman yang ikut aku berlibur mengunjungi keluarga ku di Samarinda..  Beliau baru kali ini ke Samarinda dan belum pernah mengunjungi desa Dayak..

Sepulang dari Desa Pampang, aku mengajak BG menikmati gelato di Pissa Caffe.   Di perjalanan, kami singgah di sebuah masjid untuk sholat…, dan setelahnya kami melanjutkan perjalanan yang “menghebohkan”..

Menghebohkan..? Ya, BG yang menyetir mobil tak tahu blas jalan-jalan di Kota Samarinda… Aku…? Podo…!!  Setelah 1,5 tahun tidak berkunjung, rasanya juga bingung…   Patokan ku hanyanya jalan yang berada di sepanjang tepi Sungai Mahakam… Jadi lah kami jalan dengan menduga-duga, sambil bertanya tiap sebentar pada orang-orang yang kami temui di tepi jalan…  Heboh kan…?

Setelah jalan dalam kebingungan berkali-kali, aku baru menyadari kalau anting-antingku yang sebelah kiri tidak lagi berada di tempatnya, di telinga kiriku… Anting-anting berbentuk sederhana dengan beberapa berlian itu sudah menjadi milik ku sejak aku belia..Aku menyayanginya..

Aku lalu meminta BG memutar arah mobil, dan kembali ke masjid… Aku tahu itu pasti menyebalkan..  Aku bilang pada BG, “Aku hanya ingin melakukan usaha terakhir meraih apa yang sudah menjadi milik ku sejak aku masih kanak-kanak.. Kalau nanti kita menemukan nya, alhamdulillah, benda itu masih menjadi milik ku.. Bila tidak, alhamdulillah juga, sampai di situ lah perjalanan nya bersama ku.. Insya Alloh aku ikhlas…  Sekarang temani aku, antarkan aku untuk melakukan upaya terakhir…

Kami lalu kembali ke masjid itu… Dan begitu tiba aku bergegas ke kamar mandi satu-satunya di masjid itu yang tadi aku gunakan untuk berwudhu…  Saat aku tiba, aku melihat seseorang baru saja keluar dari kamar mandi itu…, aku lalu masuk ke kamar mandi itu, daaaaannnnnnnnn…. Subhanallah, anting-anting kecil itu terletak begitu saja di lantai di tepi dinding kamar mandi…  Aku segera memungutnya, menyatukannya dengan pasangannya, dan segera menyimpannya dalam cosmetic pouch yang ada di dalam tas ku..  Aku ternyata masih diberi kesempatan untuk memilikinya…, menggunakannya…  Alhamdulillah…

Setelah mobil kembali dijalankan, aku memalingkan wajah ku pada BG dan berkata, “Terima kasih sudah memberi saya kesempatan melakukan upaya terakhir, sebelum pasrah dan mengikhlaskan…”

Jadi tetap lah berupaya dan berupaya, meski itu adalah upaya terakhir.. Karena hasil bukan wilayah kita, tapi wilayah Alloh SWT, penentu segala keputusan… ***

For : BG, this is d 1st time I mention your name in my blog.. I hope there’ll be many in future…

Alloh Yang Menentukan…

Dua tahun terakhir Alloh memberi pelajaran indah untuk ku.. Pelajaran yg tidak diberikan dalam satu paket, tapi dalam beberapa paket… Paket2 yg istimewa… Pelajaran yang istimewa, sangat istimewa..

Paket pertama sampai padaku di suatu hari minggu di bulan Juli tahun 2009..

Sehari setelah pelaksanaan reuni dgn teman2 SD ku, SD Negeri Teladan Tahun 1974 – 1980, aku mengantarkan Yasmine Attailah, sahabatku saat SD.  Dia datang dari Banda Aceh khusus untuk menghadiri reuni.  Aku menemaninya menyusuri kota Pekanbaru. Mulai dari mengunjungi kompleks SD Negeri Teladan di Jl. Hang Tuah, mengunjungi tetua masyarakat Aceh di Pekanbaru, melihat dari kejauhan bekas rumahnya, melihat masjid Annur, dan terakhir mengunjungi Pasar Bawah utk membeli oleh2.

Saat keluar dari keramaian Pasar Bawah, setelah sekitar 1,5 jam di sana, aku baru menyadari kalau kedua hp ku yang disimpan dalam satu case tak lagi ada di dalam tas yang aku sandang. Innalillahi wa innailahi roji’un..  Alhamdulillah tidak ada rasa panik.. Dengan menggunakan hp Yasmin aku menelpon ke kedua nomor hp ku, utk beberapa saat ada nada panggil, tapi  kemudian, tak ada nada lagi.  kedua nomor itu sudah mati.  Ada rasa was-was, takut pihak yg tak berkepentingan menyalahgunakan nomor telpon keluarga dan temanku yg ada di phonebook yg ada di kedua hp tersebut. Mana nomor2 anggota keluarga dibuat jadi satu group pula..

Setelah mengantarkan Yasmin ke bandara SSQ II, aku langsung menuju ke kantor. Aku memang sudah janji dengan Andi, seorang junior di kantor untuk menyelesaikan laporan yang harus diantarkan hari senin pagi.  Begitu sampai di kantor, aku langsung membuka koneksi ke internet dan membuka FB. Lalu meninggalkan pesan di inbox adik ku David.. Memberi tahu kalo kedua hp ku hilang dan minta dia mengingatkan anggota keluarga agar tidak menanggapi kalau ada yg memberi kabar tak baik dari nomor-nomor tersebut. Alhamdulillah adik ku langsung merespon.

Begitu Andi sampai di kantor, aku menanyakan apa kah dia mau menemani ku ke mall Pekanbaru yang banyak toko hp nya.. Karena Andi gak keberatan, kami langsung pergi. Dan gak lama, kami kembali ke kantor dgn membawa 1 hp CDMA dan 1 hp GSM plus kartunya masing2. Kartu2 ini dipakai sementara, sampai aku bisa ke customer service perusahaan seluler untuk menerbitkan kartu pengganti dgn nomor yang lama.  Alhamdulillah, semua lancar.. Hari senin siang berikutnya kedua hp baru dgn nomor lama sudah berfungsi.. Tinggal aku mengumpulkan nomor telpon keluarga, teman dan jaringan kerja kembali… :)

Paket Kedua…  Paket ini datang padaku di awal Agustus Tahun 2010, jam 19:40 wib..

Rencananya sehari kemudian aku dengan Yuli, seorang teman kantor akan berangkat ke Batam untuk mengikuti rapat yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Sebelum jam kantor usai, bendaharawan kantor menyerahkan uang perjalanan dinasku dan menitipkan uang perjalanan dinas Yuli, karena Yuli hari itu ke Kabupaten Kampar dan gak sempat ke kantor untuk mengambil uamg tersebut.

Saat aku keluar dari kantor, aku bertemu dengan kak Indria, salah seorang senior di kantor. Kak Indria mengajak ku ke Pasar Buah, salah satu super market besar di Pekanbaru. Kami lalu pergi  menggunakan Sparky.  Sebelum ke Pasar Buah kami sempat singgah ke Penjahit Santa untuk mengambil jahitanku.  Di Pasar Buah aku membeli beberapa toiletories untuk dibawa ke Batam. Saat membayar di kasir aku melihat jejeran batere, mengingatkan aku pada remote mobil ku yg sudah tak nyala beberapa hari…  Tapi di super market itu tidak menjual batere untuk remote mobil.. Kak Indria bilang, nanti saat aku akan mengantarkannya pulang, sebaiknya kami singgah di toko jam yang ada di jalan menuju rumahnya…

Keluar dari Pasar Buah, aku meletakkan kantong belanjaan serta tas ku di jok belakang  Sparky.., lalu mengarahkan Sparky ke Jl. Tuanku Tambusai, melalui Jl. Jend Sudirman..  Kami berhenti di depan Toko Jam Abbas Baru, sekitar 100 meter dari jl Jend Sudirman,  dan di seberang terminal  Mayang Terurai.. Setelah memarkirkan mobil secara paralel di tepi jalan, aku turun dan mengambil tas ku dari jok belakang, mencantolkannya di bahu, lalu berhenti sejenak untuk memeriksa pintu mobil apa sudah terkunci atau belum…  Tiba2 tubuhku tertarik, terputar... Innalillahi wa innailahi roji’un...  Tas ku ditarik orang bermotor… Aku dirampok….

Suara ku menjeritkan kata “Rampooooooooooookkkk..!!!!!!!!!” tidak bermakna apa-apa… Tidak ada orang yang mengejar perampok yang menggunakan motor bebek itu….  Mereka hanya melihat…  Bahkan laporan ke aparat keamanan terdekat tak menghasilkan apa-apa kecuali selembar surat Laporan Kehilangan.. :)

Apa yang ikut raib bersama tas itu…?  Uang perjalanan dinas ku dan Yuli.. Masing2 sekitar 3,8 jeti..  Lalu ada uang pribadiku sekitar 2 jetian.., kamera, external hard disk yang menyimpan data pekerjaan  dan foto2 perjalananku selama 2 tahun terakhir, buku-buku tabungan, passport…, bahkan juga ada kalung dan liontin berlian kesayanganku..  Iya tas itu sudah ready untuk dibawa berangkat keesokan harinya…

Awalnya aku pikir dompet yang berisikan KTP, kartu2 ATM dan berbagai surat2 penting lainnya ikut hilang, juga tiket pesawat Pekanbaru – Batam pp atas  nama ku dan teman seperjalanan. Ternyata dompet terletak di dashboard di mobil setelah membayar uang parkir, dan lupa dimasukkan kembali dalam tas…  Sedangkan tiket ternyata entah mengapa saat menjelang pulang kantor, aku pindahkan dari tas ke dalam amplop coklat besar yang berisikan surat-surat untuk perjalanan dinas… Amplop coklat itu aku letakkan di jok belakang mobil saatkeluar dari kantor. Aku baru tahu kalau dompet dan tiket tidak hilang saat aku sampai di rumah sepulang dari kantor polisi njelang jam 01 pagi.. Jadi begitu kejadian aku sibuk menelpon customer service beberapa bank yg menerbitkan ATM yang aku miliki untuk meblokir rekeningku…

Apa rasanya kehilangan seperti itu… Rasanya blank…, kosong… Rasanya bagai manusia tanpa identitas.. Gak punya KTP dan surat2 yang menyatakan identitas diri… Gak punya uang, bahkan gak punya akses untuk mengambil uang milik kita yang ada di rekening bank…   It’s really so sad.. Tapi aku tidak menangis sama sekali… Saat itu sempat terpikir ini baru kehilangan materi dan akses, bagaimana kalau kehilangan yang lebih besar lagi…? Kehilangan orang-orang yang kita cintai dengan segenap hati, atau bahkan kehilangan jiwa kita sendiri…? Astagfirullah al adzim… Tapi itu akan terjadi.. akan terjadi pada setiap manusia…  Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi kehilangan-kehilangan itu….

Tangis ku baru pecah ketika adikku David yang ku kabari lewat sms, menelpon…  Rasa gamang yang aku simpan dalam hati jebol juga…. Tapi setelah bicara dengan David dan diberikan jalan keluarnya, bebanku rasanya terangkat… David  keesokan harinya mengirimkan sejumlah uang ke rekening Yuli yang melakukan perjalanan bersama aku..  Sehingga semua bisa running well sebagaimana yang direncanakan…Tak tahu lah apa jadinya kalau Alloh tidak mengirimkan David untuk selalu ada di sekitarku, meski sebenarnya secara fisik kami terpisah ribuan kilometer….

Peristiwa dirampok di pinggir jalan juga menimbulkan trauma bagi ku.. Untuk menghilangkan trauma, aku memaksa diriku menyetir sendirian melintasi jalan itu pada waktu yang hampir sama dengan kejadian perampokan itu…  Hasilnya bukannya trauma hilang, tapi tubuhku malah gemetar dan akhirnya aku nangis terhisak-hisak…  Aku merasa tidak lagi aman berada di kota ini.. Kota yang sejak aku kecil rasanya adalah “rumah” ku…  Bagaimana tidak, aku dibesarkan di kota ini sejak usia satu tahun, sejak kota ini belum seramai sekarang, sejak jalan-jalan masih lengang dan aku bisa bersepeda ria ke sana ke mari…  Tapi ternyata tidak lagi.. Kota ini bukan tempat yang aman lagi buat aku.. Kota ini sudah penuh kejahatan, yang salah satunya pun menyentuh aku… Astagfirullah al adzim..

Aku bahkan sempat kehilangan semangat kerja karena banyak surat2 yang harus diulang pembuatannya karena arsip digital ikut lenyap bersama external hard disk.. Aku bahkan memutuskan untuk pulang beberapa hari ke Medan menemui Papa dan Mama untuk memperoleh spirit ku kembali… Cinta dan restu orang tua sungguh obat mujarab dari segala rasa tak berdaya…

Paket ketiga tiba pada ku beberapa hari menjelang Idul Fitri sekitar September tahun 2010 yang lalu…

Setelah menghitung2 berapa uang yang aku terima sebagai hasil kerja ku selama setahun sejak lebaran sebelumnya, aku menelpon mba Puji, seorang teman di FKA Riau.. Kami untuk selang waktu yang lumayan sudah bekerja sama untuk suatu kegiatan sosial.  Aku ingin memberikan uang yang ku sisihkan dari pendapatan ku itu kepada pihak yang menerima rezeki yang kami sisihkan setiap bulan…, dengan harapan bisa menjadi modal usaha mereka kecil-kecilan…  Aku membuat janji dengan mba Puji agar bisa ke sana pada saat yang sama, dan waktu yang ditetapkan adalah beberapa hari menjelang Idul Fitri, ba’da Ashar…

Pada hari yang sudah kami tetapkan, aku datang ke rumah keluarga yang akan kami temui.. Rumah itu berada di kompleks masjid yang besar di Pekanbaru..  Setelah memarkirkan mobil ku di tepi jalan dekat salah satu pintu gerbang halaman masjid, aku memasukkan amplop putih yang berisikan uang yang baru saja aku ambil dari atm ke dalam tas ku…  Aku lalu berjalan dan masuk ke rumah yang mau ku kunjungi.., dan mba Puji sudah menunggu di sana…

Setelah ngobrol-ngobrol sejenak dan menyampaikan apa yang biasa kami sampaikan setiap bulan, aku pun bersiap untuk menyampaikan niat ku.. Tapi saat membuka tas untuk mengeluarkan amplop putih itu…, innalillahi wa innailahi roji’un… Amplop itu tak ada di dalam tas…  Aku langsung lari ke luar, ke tepi jalan ramai tempat aku memarkirkan mobil ku…

Allohu akbar….  Di tengah aspal hitam, di samping mobil ku yang di parkir, tergelak dengan manisnya amplop putih itu… , dengan posisi terbuka, menampakkan lembar-lembar uang berwarna biru…..

Jalan itu jalan yang ramai, di seberang rumah dinas petinggi negeri Melayu ini.., pada jam dimana orang mundar mandir menjelang buka puasa… Kok bisa tak seorang pun melihatnya…? Kok tak seorang pun memungutnya…?  Siapa yang menutup amplop putih di atas aspal hitam dari pandangan orang-orang yang lalu lalang di jalan itu….????  Subhanallah….  Aku benar-benar terdiam, terbungkam…

Uang di dalam amplop ini adalah hak orang miskin sejak aku meniatkannya…, dan Alloh menjaganya sehingga sampai ke tangan yang berhak, meski aku lalai dan ceroboh sehingga amplop itu terjatuh….  Alloh menentukan apa yang masih jadi hak seseorang apa yang tidak…  Kita harus berupaya menjaga segala milik kita, segala yang menjadi tanggung jawab kita untuk menjaganya…  Tapi ada Alloh yang Maha Penentu, apa kah yang kita jaga itu akan tetap bersama kita atau tidak..

Paket keempat… Paket keempat hadir saat aku sedang bergembira ria bersama teman-temanku di akhir Maret 2011 yang lalu…

Aku saat itu sedang travelling bersama dengan teman-teman mainku di Sumatera Barat.. Di hari kedua, setelah makan malam di daerah Jl. Ahmad Yani Bukit Tinggi, kami berjalan kaki menuju Jam Gadang dan berfoto-foto di sekitarnya.. Puas berfoto-ria kami berjalan kaki menuju hotel Bagindo yang berjarak gak sampai 1 km dari Jam Gadang…

Saat menjelang tidur, dan mau mencharge hp, aku tidak menemukan Nokia E71 ku di  dalam ransel..  Seluruh isi ransel ku tumpahkan ke atas tempat tidur, tapi E71 tetap tak nampak. Kesimpulannya E71 jatuh di jalan antara tempat makan, Jam Gadang sampai ke hotel Bagindo.., karena sambil berjalan kaki dari tempat makan menuju Jam Gadang, aku masih sempat menelpon Mama dengan menggunakan Nokia E71 kesayanganku itu….

Ya.., E71 yang telah berusia nyaris 2 tahun itu sangat aku sayang..Meski harganya sudah merosot jauh dari saat aku membelinyaa… :  Fitur-fitur nya sangat mendukung aku yang mobile.  Kapasitas phonebook nya luar biasa, selain jumlah yg disimpan bisa sangat banyak, data personal yang bisa dimuat juga banyak..Untuk  setiap contact, aku bisa menyimpan nomor teleponnya beberapa buah, alamat email, tanggal lahir, alamat rumah, dan lain-lain.. Bahkan aku menyimpan nomor rekening bank keluarga dan teman-teman arisan di situ.  E71 juga menyediakan akses untuk surfing di dunia maya, akses untuk email, Notes untuk membuat catatan-catatan penting, GPS dan Map.. Belum lagi fasilitas untuk musik dan lain-lain.. Pokoknya E71 ok banget buat ku..  Yang parahnya lagi, telepon ini menyimpan nomor telepon sejuta umat…, mulai dari nomor telepon keluarga, teman dan sahabat, sampai nomor telepon networking ku…. Hikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkssssssssssssssssssssss… :’(

Rasanya telpon itu harus dicari.. Aku harus menyusuri kembali jalan yang sudah kulalui sebelumnya…  Tapi hari sudah malam…, sangat malam.. Karena setelah sampai di hotel, sementara menunggu giliran mandi, Linda dan Veny yang menjadi teman sekamarku malam itu duluan, aku sempat ngobrol sama Yulisman dan Nana di teras kamar lebih dari 1 jam…

Aku lalu memandang Veny dan Linda.. Keduanya telah  tertidur dengan nyenyak.. Apalagi Linda yang malam sebelumnya tidak bisa tidur sama sekali…  Aku lalu berjuang untuk memasrahkan diri ku… Pasrah bahwa aku tidak boleh menggangu istirahat teman-temanku yang telah lelah.., pasrah bahwa kalau sudah sampai di akhir jodohku untuk bersama dengan si E71 kesayangan itu, tak ada yang bisa menghalangi.. Kalau masih ada jodoh, insya Alloh akan ada jalan yang mempertemukan ku kembali dengannya…  Alhamdulillah setelah gelisah beberapa menit, aku pun akhirnya tertidur nyenyak….

Saat bangun pagi, aku baru bercerita pada Veny tentang si E71 yang entah kemana..  Veny lalu mengajak aku menyusuri jalan yang telah kami lewati tadi malam…  Tapi tidak ketemu…. Hmmmmmm…, berarti sampai di situ lah jodoh ku dengan E71 itu…

Apa rasanya kehilangan kali ini….???? Sedih..? Pastilah…Yang menyedihkan itu adalah kehilangan data contacts ku….  Tapi saat aku melihat wajah teman-teman ku…, aku rasanya gak sanggup merebut kegembiraan mereka, kebahagiaan mereka, dengan kesedihan ku atas kehilangan E71...

Yaaa… , perjalanan ini adalah reunion travelling.. Sebuah perjalan bersama dari teman-teman main saat kuliah di Sosek IPB sektar  tahun 1987 sampai dengan 1992-an… Sebuah perjalanan yang telah dirancang sejak beberapa bulan sebelumnya…  Rasanya gak pantas dirusak oleh rasa  sedih karena kehilanganku.. Lagi pula ini ketentuan Alloh.., pasti yang terbaik..  Aku pun kembali bergabung bersama teman-teman ku dengan segenap keceriaan yang aku punya..  Menikmati kembali perjalanan yang sudah kami rencanakan ini…  Alhamdulillah.., rasa  sedih karena kehilangan itu menguap…   Bahkan tak tersisa… Aku bisa menikmati tawa canda bersama teman-teman, aku bisa menikmati Lembah Anai, nasi kapau, bahkan aku bisa menikmati semilir angin yang berhembus di Danau Singkarak…  Alhamdulillah…  Semua ternyata tergantung niat kita.. Niat baik menepis kesedihan agar teman-teman bisa menikmati perjalanan, alhamdulilah berbuah kebaikan bagi diriku sendiri…

Setelah kembali ke Pekanbaru, aku membeli hp pengganti dan mengurus ke provider untuk menerbitkan nomor ku kembali, sehingga jaringan ku bisa tetap menghubungi aku…  Alhamdulillah sejauh ini semua baik-baik saja… Aku kembali mengumpulkan satu persatu nomor contact ku, meski  masih jauh dari yang pernah ada, tapi tidak menghalangi kelancaran pekerjaan ku sejauh ini.. Sekali lagi, Alhamdulillah… ***

Bandel……

Tugasku di kantor adalah membantu menyusun rencana kerja, termasuk budgeting…

Pada sekitar bulan oktober saat menyusunkan budget tahun 2011, oleh instansi perencana dikasi pagu yang hampir setengah dari tahun sebelumnya.. Pagu itu termasuk komponen gaji.. Akibatnya anggaran untuk kegiatan harus turun sampai 25% dari tahun sebelumnya..

Berharap bisa mendapatkan tambahan anggaran dari komponen gaji, aku lalu meminta pegawai yang bertugas mengelola gaji untuk merevisi anggaran gaji supaya usulannya mendekati angka real, tidak berlebih2.. Tapi pegawai tersebut sedang cuti melahirkan.., jadi tidak masuk kantor.. Saat aku tanya siapa pegawai lain yang bisa membantu menghitungkan kembali, dia bilang tidak ada.  Saat aku tanya lagi apakah dia bersedia untuk menghitungkan kembali, dia bilang dia tidak bisa karena harus istirahat.  Jadi komponen gaji tidak bisa ku utak-atik… Maka aku harus pasrah dengan anggaran kegiatan yang terjun bebas sampai sekitar25% dibanding tahun 2010…

Lalu di akhir tahun 2010, ternyata realisasi gaji hanya mencapai 11,2 Milyar.. Ada dana 3.3 Milyar yang tidak terpakai, karena si petugas membuat perhitungan kebutuhan sekitar 14,5.. Subhanallah.. Perhitungan yang meleset jauh banget….  Perhitungan yang sama dia gunakan untuk tahun 2012 ini… Bayangkan sebenarnya ada dana lebih yang bisa digunakan untuk kegiatan..Nyebelin gak siyyy…? Urrrggggghhhhh…..

Beberapa hari yang lalu, aku memanggil pegawai tersebut.. Meminta dia membuat hitungan yang lebih rasional agar dilakukan perubahan…

Saat aku tanya kenapa dia bikin perhitunga yang terlalu jauh, dia bilang supaya ketersediaan dana aman, gak bakal kekurangan.. Alasan lebay….

Lalu aku jelaskan betapa sayangnya segitu banyak uang menganggur…, dia jawab dengan entengnya, “Kan uangnya gak diambil.. Jadi gak ada masalah..”

Sumpeeee,  hati dan otakku panas mendengar jawabannya.. Karena itu berarti dia tidak mengerti konsep penganggaran yang lebih makro.. Dia hanya tahu dunianya dia..

Lalu aku jelaskan, bahwa dana yang dibiarkan menganggur itu, kalau dipostkan secara tepat akan bermanfaat bagi kegiatan pembangunan.., akan menggerakkan ekonomi… Aku jelaskan, kalau ada 20 orang aja pengelola gaji kayak dia di lingkungan pemerintah kami, akan ada dana nganggur sekitar 40 M dan itu bisa bangun jembatan, bisa membangun jalan beberapa kilometer…

Dia bilang, “Aku kan gak tau, kak.  Aku gak ngerti kalau sampai ke situ dampaknya.”

Aku dengan nada tegas karena jengkel bilang, “Makanya kamu, kalau gak ngerti kerangka pikir yang besarnya, itu ditanya.  Jangan bilang gak bisa, gak bisa. Lagian apa susahnya ikut saja apa yang saya suruh.  Gak akan saya menyuruh kamu untuk sesuatu yang sia-sia.”

Pegawai tersebut terdiam, meninggalkan ruang kerjaku dengan wajah rada jengkel untuk melakukan rasionalisasi hitungannya…

Tadi malam, saat menjelang tidur kejadian itu berputar ulang di kepalaku..  Persis seperti nonton film…  Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku, “BUKANKAN SIKAP PENGELOLA GAJI ITU SERING  KITA LAKUKAN SAAT KITA MENGHADAPI PERINTAH ALLOH…?”

KITA SEBENARNYA TIDAK MENGETAHUI SKENARIO ALLOH SECARA KESELURUHAN TERHADAP HIDUP KITA… TAPI KITA ACAPKALI NGEYEL, DAN GAK MAU MENGIKUTI PERINTAHNYA… KITA MEMBANDEL… !!! Astagfirullah al adzim…

Semoga hati kita melembut, melembut untuk mengikuti perintahnya,  menerima takdir2nya dalam kehidupan kita, yang seringkali terasa berat dan menyakitkan, karena sesuangguhnya kita belum tahu rencana utuh yang Alloh telah tetapkan…

Tulisan kak Ibeth…

L - R : Kak Ibeth, Kak Eva & Aku, saat ikut training ESQ Lanjutan E=SC2

Siapa siyy kak Ibeth…? Kak Ibeth adalah temanku di komunitas Alumni ESQ.. Kami sering bertemu saat menghadiri training2 ESQ..  Kami menjadi lebih mengenal pada bulan Juli 2010, ketika kami diberi amanah untuk membantu pada salah satu kegiatan Peduli Anak Yatim dan Duafa yang diadakan Forum Komunikasi Alumni ESQ Riau, berupa Sunatan Massal.  Sesekali kami ngobrol dan bertukar pikiran.. Kami juga sering di-tag di Notes oleh teman2 kami sesama Alumni ESQ..

Kemaren, di sebuah Notes Facebook Pak Harry Abrir, kak Ibeth meninggalkan comment yang indah sekali… Comment yang rasanya sayang bila suatu saat nanti tak bisa dilihat lagi karena Notes kalau sudah lama sulit dilihat kembali..  For that reason, aku mereposting comment tersebut, dengan harapan dapat dilihat kembali dan kembali, terutama ketika hati sedang bergejolak menghadapi godaan…

Here d beautiful words…

Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egoismu.
Walaupun begitu, tetaplah bersikap baik…

Bila engkau jujur dan berterus terang, orang mungkin akan menipumu.
Walaupun begitu, tetaplah berbuat jujur dan berterus terang…

Bila engkau sukses, mungkin engkau akan mendapat teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati.
Walaupun begitu, tetaplah meraih sukses…

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan oleh seseorang dalam semalam.
Walaupun begitu, tetaplah membangun…

Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagian,
orang mungkin akan iri hati dan dengki.
Walaupun begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian di hati…

Kebaikan yang kau lakukan hari ini,
mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya.
Walaupun begitu, tetaplah lakukan kebaikan…

Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup.
Walaupun begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik.

Ketahuilah, pada akhirnya semua ini adalah masalah antara engkau dengan Tuhan-mu…
Bukan antara engkau dengan mereka… :)

Jazakumullah khoiroo 4 d beautiful words kak Ibeth… Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan inspirasi bagi kak Ibeth melahirkan kalimat2 yang indah dan bisa menjadi penguat hati…

Insya Alloh..

Aku dapat mp3 lagu ini dari Bunda Zur, seorang guru, teman ku sesama alumni ESQ..  Pas aku dengar kok kayaknya musicnya asyiK banget, nenangin… Setelah aku dengar lamat2 liriknya.. Subhanallah… Indah banget.. Menguatkan…

Coba dengar, teman2…

INSYA ALLOH

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can`t see which way to go
Don`t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side

Insya Allah 2x
Insya Allah you`ll find your way

Everytime you can make one more mistake
You feel you can`t repent
And that its way too late
Your`re so confused,wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

Don`t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah 2x
Insya Allah you`ll find your way
Insya Allah 2x
Insya Allah you`ll find your way

Turn to Allah
He`s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don`t let me go astray
You`re the only one that showed me the way,
Showed me the way 2x
Insya Allah 2x
Insya Allah we`ll find the way

1st Day of Long Weekend

Hmmm…  senengnya dapat libur 3 ari..  Secara sejak masuk kerja setelah liburan akhir tahun, aku selalu di kantor sejak jam 7.30 pagi, pulangnya jam 18.00-an bahkan lebih..  Klo untuk ukuran Jakarta siyy itu biasa yaa..  Belum lagi klo terjebak macet saat pulang kantor..

Trus ngapain ajahhhh…?

Hari Sabtu, pengennya dari pagi bisa masuk ke ruang training ESQ dari pagi..  Tapi karena ada acara kantor, aku mutusin buat hadir di acara kantor dulu..  Kenapa? Karena mungkin dari mengikuti acara itu, ada masukan2 untuk perbaikan kegiatan di masa depan..

bm-syam-awardKegiatan apa siyy…? Kegiatan penganugrahan BM Syam Award kepada anak2 SLTP/SLTA se-Riau yang jadi pemenang lomba menulis hikayat tentang kampung mereka.  Kayaknya kegiatan ini sangat positif ya..  Mendorong generasi muda untuk mencari tahu tentang kampung halamannya serta hikayat2 yang ada di sana..  Karya2 siswa SLTP/SLTA yang menjadi pemenang dan beberapa cerita yang dikirmkan peserta yang dianggap menarik oleh Dewan Juri diterbitkan oleh Gurindam Press dalam sebuah buku yang yang mengambil judul dari pemenag pertama  “Pulau Kijang Asal Mula Ibu Kota Kecamatan Reteh”.  Sebagai feedback, mereka memperoleh royalti.   Kayaknya perlu dilanjutkan di tahun2 mendatang…   Untuk memotivasi generasi kita supaya mau kreatif menulis, terutama yang menyangkut budaya daerahnya…

Aku rada heran juga siyy..  Kok sekarang tuh jarang liat buku cerita daerah untuk anak2 yang bagus2 ya..  Secara waktu aku kecil aku punya banyak buku yang bagus tentang cerita daerah, selain cerita2 anak2 dari manca negara yang dirilis dalam Seri Cerita Dari 5 Benua, trus ada juga seri buku cerita “Sekian Gambar Dalam 2 Warna”, yang keduanya diterbitkan oleh Gramedia, kalo gak salah.   Kalo sekarang ke toko buku, yang banyak tuh komik Jepang, kalo pun ada cerita2 daerah tampilannya gak memikat..  Bikin malas membeli…  Mudah2an akan banyak terbit buku2 tentang cerita daerah dengan tampilan memikat di masa2 yang akan datang ya..  Supaya anak2 kita nantinya bisa mengenal budaya kita melalui cerita2 tersebut..

Btw, siapa sihh Alm. BM Syam lengkapnya Bujang Mat Syamsuddin yang namanya dipakai untuk award ini..?  Aku juga gak tau persis..  Karena aku sebelum ini nyaris gak ngikutin perkembangan sastra Indonesia terutama Sastra Melayu..    Aku cuma ingat aku pernah sekelas sama salah satu putrinya, Rita Rupiati,  saat kelas 1 di SMA 1 Pekanbaru.  Tapi teman2 bisa mendapat sekilas info tentang beliau di sini

Selesai dari acara kantor… Aku dan kak In, salah seorang senior di kantor, menikmati acara perempuan…  Ngapain? Ngubek2 toko kain yang lagi sale…  Ceritanya, di daerah ini kalo aniversary provinsi atau kota, para PNS tuh diwajibkan pakai baju Melayu selama 10 hari..  trus buat acara2 kondangan, orang2 juga biasa pakai baju Melayu atau baju kurung..  So, kita harus punya beberapa stel, sekedar buat ganti..  Kan bosan juga kalo pake baju cuker alias cuci kering…

Apa siyy baju Melayu.. .? Untuk perempuan potongan bajunya longgar, gak ada kupnat, jauh dari body fit and tight.. Trus di bagian keteknya, ada sambungan berbentuk persegi yang disebut kekek, sedangkan di bagian samping ada sambungan yang disebut sabar.

Selesai dari berburu kain dan ngater kain2 tersebut ke tukang jahit, aku nerusin jalan ke hotel Pangeran, tempat training ESQ Proffesional Angk 37 Pekanbaru dilakukan..  Selesai training sampai menjelang magrib, kita yang alumni diajak untuk mengikuti Renungan 165 yang dilakukan setelah magrib sampai sekitar jam 21-an..  Di renungan kali ini yang disampaikan adalah tentang malaikat, salah satu dari 6 prinsip ESQ, Angle Principle.  Yang ngasi materi mas Imam, salah satu trainer ESQ.  Dengan kali ini, aku udah 3 kali ikut kelasnya Mas Imam.  Satu kali saat datang sebagi alumni di Basic Training, satu kali saat di kelas Mission Statement.  Btw, minggu depan ada kelas CB alias Character Building.., tahap ketiga dari ESQ Training..  Mudah2an aku bisa ikut yaa…

Selesai perenungan baru deh pulang…  Pengen cepat2 tidur karena besoknya pengen ikut ESQ seharian..  Nge-charge batteray… Supaya pikirannya tetap positif menghadapi hari2 di depan…  Supaya bisa tetap senyum menghadapi teman2.. , bisa tegar menghadapi berbagai persoalan…

SMILE……………….!!!