King of Wishful Thinking

Ini salah lagu keseukaanku tahun 1988 – 1989-an.. Lagu riang yang dinyanyikan oleh Go West ini jadi salah satu soundtrack Pretty Woman ini memang asyik diputar di pagi hari.. Membangkitkan semangat, dan bikin hati riang…

Let’s sing my friends….!!!!

KING OF WISHFUL THINKING

I don’t need to fall at your feet
Just ’cause you cut me to the bone
And I won’t miss the way that you kiss me…
We were never carved in stone
If I don’t listen to the talk of the town
Then maybe I can fool myself..

I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking
I am the king of wishful thinking

I refuse to give in to my blues
That’s not how it’s going to be
And I deny the tears in my eyes
I don’t want to let you see.. no
That you have made a hole in my heart
And now I’ve got to fool myself..

I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking..
I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking

I will never, never shed a tear for you
I’ll get over you

If I don’t listen to the talk of the town
Then maybe I can fool myself..

I’ll get over you.. I know I will
I’ll pretend my ship’s not sinking
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking
I’m the king of wishful thinking
I’ll get over you.. I know I will
You made a hole in my heart
But I won’t shed a tear for you
I’ll be the king of wishful thinking
I’ll get over you..
I’ll pretend my heart’s still beating
’cause I’ve got no more tears for you
I’m the king of wishful thinking..
I’ll get over you.. I know I will
You made a hole in my heart
And I’ll tell myself I’m over you
’cause I’m the king of wishful thinking

It’s Chinese New Year

Yuppp… kemaren tanggal 14 February 2010 adalah Tahun Baru Chinese alias Imlek.   Dan tahun baru yang merupakan Tahun Macan Logam  ini, tumben2nya jatuhnya di pertengahan bulan February.. Biasanya kan di minggu pertama February atau akhir January…

Chinese New Year, sebagaimana Lebaran bagi kaum Muslim dan Christmast bagi kaum Nasrani, menghadirkan nuansa sendiri…  Lebaran menghadirkan hiasan ketupat dan warna hijau dimana2, Christmast menghadirkan pohon natal dengan salju dan hiasan yang berwarna hijau, merah dan putih.. Kalau Imlek menghadirkan warna merah dan… keemasan……..

Ada satu hal mengherankan saya ketika kita menyebutkan kata Chinese.. Kita selalu mengkonotasikan mereka sebagai kaum minoritas di negeri ini..  Tapi kita tidak terlalu kuat menyebutkan kaum minoritas kepada turunan India (Tamil) yang banyak menetap di Medan, atau kepada mereka yang merupakan hasil perkawinan antar bangsa..  Kenapa…?

Selama dua tahun bertugas di unit kerja yang sekarang, aku sempat berkunjung ke beberapa daerah di Provinsi Riau.  Anatar lain yang berada di tepi Sungai Siak, dang Bengkalis yang berada di pesisir Pantai Timur Sumatera.  Tahu kah teman2, apa yang saya lihat di sana…? KELENTENG atau VIHARA.. Tempat sembayang kaum Chinese itu…? Yuuuppppppppppppppppp…  Kelenteng2 itu umurnya puluhan tahun… Bahkan mungkin lebih dari 100 tahun..  Dan jumlah pengikutnya…? Banyak… Sangat banyak..  Bahkan ada daerah di Provinsi Riau, Bagan Siapi-api yang rasio suku Non Chinese (Melayu, Minang, Batak) dengan Chinese mendekati angka 40 : 60. Yuuupppp, banyak Chinese nya..  Dan sejak aku kecil, aku juga melihat di daerah ini, banyak sekali keluarga-keluarga Melayu yang mengadopsi anak perempuan Chinese.  Jangan salah…. Bukan untuk dijadikan pekerja di rumah tangga, tapi betul-betul diperlakukan bagai anak kandung, dan diberi kesempatan untuk mendapat yang terbaik dalam kehidupan mereka.. jadi pembauran itu sudah berlangsung lama..

Vihara Ann Kiong Bengkalis –  di depan Pasar Pelita

Viraha Pacceka Bodhi Marga Bengkalis

Di Medan…, kalau kita membaca sejarahnya, kita akan tahu  bahwa Tjong A Fie, salah satu tokoh Chinese di awal abad 20 berperan serta dalam membangun Masjid Raya Medan yang indah itu…  Sekarang, di daerah perumahan Cemara Asri di Medan, kita bisa melihat Vihara Maitreya yang megah…

Sketsa Rumah Tjong A Fie di Kesawan Medan


 

Ananda, Nora (my youngest sist) & Mama  di Depan Vihara Maitreya, Medan

 

Patung Budha di Vihara Maitreya, Medan


Di Semarang… , kita bisa menemukan Klenteng Sam Poo Kong di tengah kota.  Klenteng yang besar dan sudah berumur ratusan tahun ini merupakan tempat ibadah kaum Chinese yang jumlahnya sangat besar di Semarang, sehingga mewarnai budaya, termasuk kuliner di kota tersebut…

Di Surabaya, lain lagi… Di sini kita akan menemukan Museum Keluarga Sampoerna, yang merekam jejak sejarah keluarga Sampoerna, salah satu keluarga pengusaha papan atas di negeri ini yang merupakan keturunan dari Chinese imigrant yang datang ke Surabaya di akhir abad 19.  Di Surabaya juga kita bisa menemukan Masjid Muhammad Cheng Ho, yang dibangun oleh kaum Chinese Muslim di Surabaya dengan  arsitektur  sangat khas Chinese..

Dengan apa yang kita temukan di berbagai daerah, apa yang kita lihat di masyarakat.., apakah masih pantas kita menyebut kaum Chinese sebagai minoritas, atau sebagai pendatang di negeri ini…?  Toh mereka datangnya sebagian besar lebih dari seabad yang lalu..

It’s Not About Me…

Beberapa waktu yang lalu, melalui sebuah situs pertemanan aku terkoneksi kembali dengan seorang teman di masa lalu.  Orang yang sekian belas tahun lalu menghilang begitu saja dari dunia persilatan aku dan teman2ku…  Sebelum menghilang, temanku itu acap kali menggugat gaya hidup aku dan teman2 saat itu..

Gaya hidup seperti apa…? Rasanya waktu itu gaya hidup kami gak ajaib.. At that time kami adalah orang2 muda, yang sedang mencari jalur yang akan disusuri utnuk meraih masa depan.. Di sela waktu, kami bermain, makan2, nonton, kumpul2 untuk have fun… Gak lebih dari itu.. Kami gak minum alcohol, menikmati drugs atau menjalani free life…Jauhhhh bangetsss…

Tapi di mata temanku itu, aku adalah perempuan muda yang gak tau dunia… Gak ngerti pasang surut kehidupan, karena terlalu dimanja orang tua…  Itu aku tangkap dari ucapan2nya seperti “Lu kan gak tau apa2 Sondha.. Lu kan taunya cuma bersenang-senang…!!” Ucapan yang underestimate itu gak pernah aku pikirkan secara serius, apalagi menantang untuk membuktikan bahwa ucapan itu salah.. Enggak.. enggak pernah terpikir… Semuanya buat aku merupakan ucapan yang gak perlu dipikirkan.  Karena menurut aku, sebagai teman yang akrab, mestinya dia mencoba mengenalkan sisi dunia yang dianggapnya aku tidak tau sama sekali itu.. Bukan malah mengecam aku…  Hidupku saat muda, adalah hidup yang direntangkan orang tua dihadapanku untuk dijalani, karena rasa cinta mereka.. Karena mereka menginginkan yang terbaik buat anak mereka.. Toh aku tidak mabuk dalam kesenangan… Aku toh tidak larut dalam dunia hura2..

Bertahun2 tidak terkoneksi, tidak mendengar kabar sama sekali, membuat namanya tersimpan di dalam kotak kenangan. Ada beberapa kali terlintas di pikiran, apa yang terjadi dengan temanku itu.. dimana dia sekarang…

Sementara hidupku terus berjalan.. Gelombang dan pasang surut kehidupan datang, silih berganti.. Membawa pelajaran kehidupan, yang insya Alloh membuat cara pikir dan cara pandang menjadi berubah….

Lalu… ketika komunikasi kembali terjalin, meski jauh dari intensitas di zaman dahulu, si teman lama bertanya tentang pekerjaanku di chat room..

Teman Lama : Lo kerja dimana?

Aku : Gw pegawai negeri..

Teman Lama : Lo tau gak, pegawai negeri itu harusnya dihapuskan.  Negara gak butuh pegawai negeri.

Guuuubbbbbbrrrrrrraaaaaaakkkkkkkkkkkkssss (sumpe gw kaget bacanya… !!! kaget, kok bisa2nya udah lama gak berkomunikasi tau2 nyela habis…)

Aku mencoba menjawab dengan santai : Maksud lo?

Teman Lama : Kalo negara butuh tenaga, cukup pakai tenaga out source aja, gak perlu ada pegawai negeri.

Aku : Trusssss, kalau semua out source, siapa yang mengelola, siapa yang memanage? Siapa yang bertanggung jawab mengelola hal-hal strategis yg terkadang gak bisa begitu aja dibuka ke public.

Teman Lama : Gw punya cukup data dan studi yang mendukung perlunya dihapuskan Pegawai Negeri.

Aku tidak menjawab statement nya.. Mengganti topic, lalu say bubye…

Kali lain, temanku membuka percakapan melalui chat room..

Teman Lama : Lagi dimana lu…?

Aku : Lagi di kantor…

Teman Lama : Jam segini…? (Saat itu jam 14an) Elo masih kerja?

Aku : Iya, kenapa memang? Jam kantor gw 7.30 sd 16.00 hari Senin sampai Rabu, Kamis dan Jum’at sd jam 16.30. Dan gw sering kali baru pulang menjelang magrib.

Teman Lama  : Bukannya jam segini elo udah di rumah dan tidur siang…

Aku : Maksud lo…?

Teman Lama : Iya, Pegawai Negeri itu jam 10 pagi kan udah ke pasar, jam segini udah pulang buat tidur siang.. Ntar awal bulan datang ambil gaji..  Udah begitu semua..

Aku : Sorrrryyyyy…… Aku tau, banyak Pegawai Negeri yang sembarangan dan tidak bertanggung jawab.  Tapi seingatku, sejak awal aku jadi Pegawai Negeri, aku gak pernah pulang buat tidur siang, kecuali lagi sakit.  Ke pasar, ya terkadang aku juga.  Tapi di sebahagian besar hari2 kerja ku, aku duduk menghadapi meja kerja dari pagi hingga petang.  Tolong jangan disamaratakan semua yaa..

Percakapan terputus…

Dalam hati aku berkata, kok bisa dia bersikap sinis terhadap orang  yang sudah bertahun2 tidak bertemu.. Dia kan tidak tau perjalanan hidup ku sekian belas tahun terakhir.. Kalau dia bicara dengan diriku yang sekian belas tahun yang lalu, yang menurut dia gak tau dunia, mungkin ucapannya masih  bisa ditolerir, meski dengan berat hati..…

Diantara beberapa percakapan itu aku pernah menanyakan aktivitasnya, jawabannya Ternak Teri.  Ketika ku tanya apa itu, dan di pantai mana dilakukan, dia bilang itu akronim dari anTER aNAK anTEr istRI, artinya lagi gak ada aktivitas..

Lalu mendadak Teman Lama itu mengirim pesan, yang menceritakan roda kehidupannya sedang tidak di atas.. Dia sedang getir menghadapi hidupnya..  Pesan ini membuka tabir atas sikap2 yang sinis atas diri ini.. Aku jadi mengerti… Dia sedang marah dengan keadaan, dia sedang marah dengan dirinya… Dia meluapkannya pada aku yang dianggapnya selalu hidup enak di sepanjang usia…

Menurut aku langkahnya kurang bijak… Mengapa dia harus meluapkannya padaku ? Aku yang dia ajak bicara saat ini bukanlah aku sekian belas tahun yang lalu..  Dia sudah tidak mengenal aku… Karena sebagaimana dia berproses, aku pun mengalami proses… Proses yang terkadang menyakitkan…, namun insya Alloh akan membuat kita lebih bijak… Kalaupun aku tidak berubah, masih perempuan manja dengan hidup nyaman seumur hidup, apa kemudian itu bisa menjadi alasan sehingga aku bisa jadi sasaran kemarahan…?

Jadi apa yang terjadi adalah tentang dia, bukan aku.  Lain kali kalo ada orang yang kita pikir sudah tidak mengenal diri kita lagi trus menghakimi kita, lebih baik kita bersikap cool.. Gak usah pusing.., apalagi kesal dan sakit hati…  Karena semua gak ada hubungannya dengan kita…!!!. It’s not about Us…!! Bukan begitu teman…?

Taman Kencana

Taman Kencana…? Yuuuppp…. Buat penghuni Kota Hujan, Bogor, atau yang pernah tinggal di kota itu, kata2 Taman Kencana bukan lah kata2 yang asing.. Taman kencana adalah nama salah satu taman kota alias Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang kesohor di kota itu. Taman ini merupakan taman peninggalan zaman bahuela, ketika Kota Bogor masih bernama Buitenzorg. Bahkan kata Chi2, teman kost ku di Pangrango 16 yang belajar Landscape di IPB, taman ini merupakan salah satu taman kota dengan landscape peninggalan Inggris abad lampau yang masih tersisa di Indonesia. Betapa berharganya taman ini yaa…

Kok tiba2 aku nulis tentang Taman Kencana…? Sebenarnya, aku lebih dari setahun yang lalu kepikiran buat nulis memories of my younger days di taman ini, saat melihat foto2 seorang teman sesama blogger di depan Macaroni Panggang yang kesohor itu.. Apa hubungannya Macaroni Panggang ama Taman Kencana????? Macaroni Panggang yang kesohor itu berlokasi di Jl Salak, Bogor lokasinya persis di salah satu sisi Taman Kencana… Tapi karena sesuatu dan lain hal, keinginan itu tinggal sampai pada keinginan… Hehehehe….

Naaahhh…, beberapa hari yang lalu, saat ngeliat2 koleksi pics di laptop, aku melihat foto2 saat beberapa bulan yang lalu menyusuri jejak masa lalu bersama gank saat kuliah.  Saat menyusuri jejak masa lalu, kami berkunjung ke beberapa tempat2 yang biasa kami kunjungi saat masih kuliah di Bogor, termasuk Taman Kencana.  Melihat foto2 itu  aku langsung membongkar folder lain yang menyimpan hasil scan foto2ku dan gank main di Taman Kencana lebuhidari 20 tahun yang lalu..

Buat anggota gank kami seperti Ati, Idien dan Venny, Taman Kencana mungkin tidak terlalu banyak mengisi memori mereka.. Tapi buat aku dan Linda, yang tinggal beberapa tahun di kos-kosan di Jl. Pangrango 16 (sekarang udah jadi Met Liefde Cafe), gak jauh dari Taman Kencana (lihat peta), jelaaassss taman ini punya banyak kenangan… Apa aja….?

Di sisi barat taman ini ada Warung Padang yang ayam gorengnya uenak banget, juga sambalnya.. Klo gak keluar rumah, atau keburu pulang sebelum makan siang, ya beli makannya di sini, meski sebenarnya Warung ini menunya kurang sehat, karena sayurnya hanya daun singkong rebus atau irisan timun.. hehehe.. Kalo malam… di deretan Warung Padang, ada Tukang Sate Madura yang satenya uenak… Kita siyy biasanya karena malas jalan, selalu minta tolong si Ipin, remaja tanggung yang bertugas bersih2 di tempat kost. Kalo ada kebutuhan kecil2, kayak sandal jepit, cemilan, pembalut sampai vitamin, di deretan ini juga ada warung yang barang2nya cukup lengkap…

Taman ini juga jadi tujuan hari Minggu pagi, untuk………. :

Pertama, nyari bubur ayam… Yoiiii… Kalo minggu pagi, di seputaran taman ini ada beberapa pedagang bubur ayam… Juga pedagang kue pancung khas Bogor.. Jadi klo pengen cari sarapan hari minggu, ya datang aja ke sini.. Kita bisa sarapan sambil duduk2 di bangku yang ada di empat sisi taman. Kalo siangan dikitttt…, juga ada tukang rujak…

Kedua, buat jogging… Yang hanya dilakukan gak lebih dari jumlah jari sebelah tangan selama beberapa tahun tinggal di Pangrango.. Karena malas2an di tempat tidur kayaknya lebih nikmatttt… Hehehehe…

Ketiga, ngecengin cowok ganteng donnnkkkk….!!! Nah kalo aktivitas yg ini, yang suka ngajakin salah satu temen kost ku juga… Padahal itu alasan doank.. Karena sebenarnya yang dia tunggu2 lewat di taman itu, teman kuliahnya yang dia taksir dan tinggal di sekitar taman.. Sementara karena PH alias Pujaan Hati ku yang dikecengin bukan anak FKH dan gak tinggal di sekitar situ, ya gak lewata2 lah… Halahhhh…. Pekerjaan sia-sia… Hehehehe..

Naaahhhh kalo sama Gank kampus, Taman Kencana menjadi tempat ngisi perut…, karena di salah satu pojok Kampus Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang berada di sisi utara taman ada tukang mie ayam.. Pada zaman itu di kalangan mahasiswa, mie ayam yg top bangets ya mie ayam Taman Kencana…

Ini ada beberapa foto jadul saat berburu mie ayam di Taman Kencana sepulang dari ngebon di kebun percobaan Dramaga… (eeeiiittttssss………….. jangan salah..!!! Kita beneran belajar tentang pertanian dan bermain dengan tanah dan lumpur, lho… At least buat anak Sosek yang katanya gaya itu, ada dua mata kuliah yang ada praktikum di kebon percobaan : Dasar-dasar Agronomi di semester 3 dan Hortikultura atau Serealia di semester 5). Karena di kebon bermandikan cahaya matahari alias berpanas2, kita jalannya lengkap dengan topi… (Btw, gayaku itu tomboy dan gualak bangetss yaaa…!!!).

Berdiri dari kiri ke kanan : Linda, Sondha, Idien, dan siapa yaaa… (bukan gank kita niyy, tapi kayaknya temannya teman kita kali yaaa…). Duduk dari kiri ke kana : Sri Rejeki (kemana ya niyy anak?) dan Ati Lubis

Kiri ke kanan : Aku, Linda (berdiri), Ati, Sri Rejeki, Idien dan not remember friend


 

Kiri ke kanan : Sri Rejeki, Idien, Ati dan aku

 

Kiri ke kanan : Linda, Ati, aku dan Idien

 

Kiri ke kanan : Aku, Ati, Idien, Linda dan Sri

 


 

 

Dan berikutnya foto2 kita saat ke sana beberapa bulan yang lalu.. Tamannya sudah dikasi pagar yang membuat pengunjung gak bisa nginjak rumput sembarangan, sehingga taman nampak lebih cantik dan terawat.. Pedestrian buat pejalan kakinya juga lebih cantik karena dilapisin keramik yang tersusun rapi.. Mudah2an taman ini tetap lestari dari zaman ke zaman yaaa….

Kiri ke kanan : Veny, Linda, aku, Ati dan Idien, 22 tahun kemudian…

It’s A Beautiful Life….

Rangakaian kata2 ini tidaklah asing buat kita, yang sempat jadi penikmat musik di tahun 1990-an.. Yuuppp…. Itu salah satu judul lagu group music asal Swedia, Ace of Base.. Lyrics lagu ini memang indah…, sangat indah… Bahkan paduan music & lyrics dapat menebarkan rasa optimist bagi yang menikmatinya… Teman2 dapat menikmatinya di sini…

Tapi postingan kali ini bukan membahas lagunya Ace of Base itu, tapi tentang pikiranku tentang perasaanku.. Hmmmm……. Kok kesannya sok cerdas dan sok deep thinking yaaa… hehehehe… But, com’on my dear friends.. Give me chance to share it…!!!

Pikiran dan rasa ini muncul beberapa waktu yang lalu, ketika aku baru kembali dari suatu perjalanan., dan aku harus singgah di Hypermart di SKA Mal Pekanbarul buat makan malam dan juga membeli bahan makanan, karena saat meninggalkan rumah bahan makanan nyaris habis, dan aku juga minta tolong teman baikku untuk ”membersihkan” isi kulkasku.. Selesai belanja, aku duduk di Solaria yang berada di depan Hypermart, lalu memesan kwetiau goreng sapi, menu favorite-ku di Solaria…

Saat menunggu pesanan, aku memandang sekitar… Mengingat-ingat percakapan dengan adik2ku selama 2 minggu beristirahat di rumah mereka…Tiba2, aku bisa merasakan bahwa Meski Tidak Sempurna Hidupku Indah… Kok bisa begitu mikirnya…?

Ya… Hidupku memang belum sempurna…
Di usia segini aku belum menikah, apalagi punya anak-anak yang lucu, yang mengisi hidupku dengan tawa dan teriakan mereka…
Aku nyaris hidup sendiri dan acap kali merasa kesepian di kota ini, karena keluargaku tinggal di kota yang berbeda….
Karirku juga tidak istimewa…, banyak teman2 seangkatanku saat masuk kerja sudah memegang jabatan yang lebih tinggi dan strategis…
Keinginan buat menambah ilmu dan mempelajari hal-hal yang menjadi minatku seperti menulis dan photography, seringkali belum bisa menjadi prioritas untuk dilakukan…
Impianku untuk bisa berkelana ke Ancient World alias Eropa, juga belum terwujud…

Tapi… Alhamdulillah.. Aku tidak kekurangan.. Aku punya hidup yang nyaman, meski tak berlebihan…
Aku bisa memutuskan apa yang ingin kulakukan, dan apa yang tidak… Aku manusia bebas.. Otoritas yang nampaknya sepele, tapi sungguh, sungguh temanku, itu sangat berharga.. Bayangkan seandainya kita kehilangan kebebasan untuk melakukan kehendak kita yang paling sederhana.. Kehendak untuk memilih menu yang ingin kita santap, kehendak untuk pergi ke suatu tempat untuk menemui keluarga, sahabat atau teman… So, hidup ini indah karena kita punya kebebasan untuk melakukan kehendak kita… Dan kebebasan yang merupakan salah satu anugrah Sang Pencipta ini rasanya tak layak untuk ditukar dengan apa pun… Yang harus kita lakukan adalah bersyukur dan menjaga otoritas itu sehingga tetap dalam genggaman tangan kita, sampai saat perjanjian itu tiba..… Bukan begitu teman…?

Pics diambil dari sini