Another Old Pic of Us..

Ini selembar lagi  photo lama yang Tati temukan kemaren…  Photo Tati bersama dua orang adik yang urutan lahirnya persis mengikuti Tati : Papi David dan Mami Uli.

Photo ini dibuat saat kami rame-rame berenang malam hari di Hotel Kemang Jakarta, saat kumpul-kumpul keluarga sekitar tahun 1994.  Saat itu 5 dari 6 kami bersaudara menetap di Jakarta dan Bandung.  Cuma si bungsu Mama Nhoya yang masih SMP di Medan.  Jadi kalo liburan, justru keluarga yang di Medan ke Jakarta, bukan sebaliknya.  Lebih hemat, kannn…?  Masa-masa itu Tati bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, Papi David sedang menyelesaikan tugas akhir sebagai  mahasiswa di Teknik Lingkungan ITB, Bandung dan Mami Uli masih kuliah di Gunadarma.  Masa muda yang indah dan meriah…

Gimana Tati dan Mami uli saat ini, teman-teman bisa lihat di postingan yang ini…  Gimana Papi David…?  Hmmmm….  Ini dia…

Papi David saat ini berusia 39 tahun, menetap di Samarinda.  Menikah dengan Mami Nana, punya 3 putra dan satu putri : Aldy, Abby, Abner dan Ajere.

I Wish…

These days… I wish somebody sing this song for me..  I wish somebody lend a hand for me…  I really need it but I can not talk what happened to my life…

If I can turn the time back…

I know tears will not solve the problem… I have to be tough.. I have to be strong…

Usah Kau Lara Sendiri

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa

Reff:
Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu

Di depan sana cah’ya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh

An Old Pic Of Us…

Saat beres-beres rumah beberapa hari yang lalu, Tati nemuin sebuah photo tua..  Photo Tati 4 bersaudara perempuan : Tati, Mami Uli, Tante Po dan Mama Nhoya.  Photo ini dibuat sekitar bulan Juni tahun 1992, beberapa hari setelah Tati wisuda S1 dari IPB.  Jadi udah lebih dari 16 tahun yang lalu…

L – R : Tati, Mami Uli, Tante Po dan Mama Nhoya

Saat itu Tati berusia 24 tahun, baru selesai S1.  Mami Uli berusia 20 tahun mahasiswi di Gunadharma, Tante Po berusia 18 tahun, baru lulus SMA ST. Thomas 1 Medan, sedangkan si bungsu Mama Nhoya berusia 13 tahun sedang sekolah kelas 2 SMP di SMP ST. Thomas Medan.

Saat ini, perjalanan hidup masing-masing sudah semakin panjang dan berwarna…  Bandingkan wajah2 di photo itu dengan wajah-wajah sekarang…

Tati, gonna be 41 next moth.  Work for Riau Government.

Mami Uli, 36 years old.  Married to Sinambela and now mother of three kids : Samuel, Esther and Monnicca.  Living in Samarinda.

Tante Po, 34 years old now.  Running her own bussiness after resign from Japan Electronic company in Kedah, Malaysia.  She’s the only one child who still live with our parents right now.

Mama Nhoya, 29 years old.  A proud Mom of a beautiful angel : Deandra Ananda.  Work and live in Medan.

How time has flied away...

Happy Eid Mubarak….

Teman dan sahabat….

Bulan Ramadhan telah sampai di akhir, Idul Fitri pun menjelang… Ada sedih di hati berpisah dengan Ramdhan…  Berharap kiranya Alloh berkenan memberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan di tahun mendatang…

Semoga ibadah di bulan Ramadhan membawa kita menjadi makhluk yang lebih baik di hari-hari mendatang…

Teman dan sahabat… di hari yang fitri ini, dengan sepenuh hati Tati mohonkan maaf lahir dan bathin…  Semoga hari yang fitri membawa kita kembali ke fitrah…

Kupu-kupu….

Ada sesuatu yang terjadi yang membuat ku ingin menjadi kupu-kupu..  Bisa terbang bebas menikmati bunga-bunga di taman…

Seandainya… seandainya….

KUPU-KUPU

Kecil mungil bewarna
Warna-warni terangi alam
Sentuhan karya indah
Jika tergambar baik
Matahati melihat kau sangat istimewa
Terbang melayang-layang menari hinggapi bunga-bunga

Kupu-kupu jangan pergi
Terbang dan tetaplah di sini
Bunga-bunga menantimu
Rindu warna indah dunia
Anak kecil tersenyum manis, pandang tarianmu indah
Bahagia dalam nyanyian
Kupu-kupu jangan pergi

by : Melly G.***

Heidi and My Childhood Dreams..

Beberapa hari yang lalu, saat ngantri beli chinesse food buat buka puasa, Tati dan Kak Lintje masuk ke toko kaset di sebelahnya yang juga menjual CD, VCD dan DVD..  Di rak yang memajang DVD-DVD yang dijual, Tati melihat DVD film Heidi. Aha……!!!!! Tati sebenarnya udah lama berharap bisa menemukan DVD atau VCD film ini.  Tati sempat nonton film ini saat ditayangkan di RCTI sekitar akhir tahun 1995.  Tapi ya cuma sekali itu…  RCTI atau pun stasiun TV lainnya gak pernah mutar lagi film ini..

Apa siyy ceritanya Heidi, kok Tati segitu terkesannya dan pengen nonton lagi…?

Tati mengenal Heidi saat Tati masih bocah banget..  Saat hidup Tati begitu indah karena dipenuhi dengan buku-buku cerita yang sangat banyak…  Karena ibu kalau keluar kota selalu mengoleh-olehi Tati dengan seabrek-abrek buku cerita..   Akibatnya Tati jadi  cinta buku sampai hari ini..

Saat itu Heidi hadir dalam bentuk buku cerita bergambar yang berwarna indah…  Yang mampu membuat imajinasi Tati melayang jauh bersama jalan cerita….

Heidi adalah seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh adik ibunya setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas.  Karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Frankfurt, adik ibu Heidi mengantarkan Heidi untuk tinggal bersama kakeknya, ayah dari ayahnya, yang tinggal di sebuah desa di pegunungan di Swiss. Kakek Heidy yang menjauhkan diri dari masyarakat setelah kehilangan istri dan anaknya, tinggal di daerah yang sangat tinggi dan hidup dengan menjual keju yang dibuatnya sendiri dari susu kambing peliharaannya.  Naahhh seorang anak lelaki seumuran Heidi yang membantu kakek mengembalakan kambing-kambing si kakek bernama Peter.

Awalnya sulit buat Kakek menerima kehadiran Heidi, namun Heidi yang manis, baik hati dan tabah membuat kakek dan orang-orang yang tinggal di sekitar rumah mereka menyayanginya.

Kehidupan berbahagia mereka dirusak oleh tante Heidi yang mengambil Heidi kembali dan membawanya ke Frankfurt untuk menemani Clara, seorang anak tunggal orang kaya.  Anak tersebut sudah tidak punya ibu, ayahnya selalu bepergian untuk melakukan bisnisnya, dia juga tidak bisa berjalan dan tidak punya teman, sehingga kesepian.  Heidi yang tabah berusaha menjadi teman yang baik bagi Clara, yang sangat menyukainya.  Heidi bersabar dengan harapan dia suatu saat bisa kembali ke desanya dengan membawakan roti yang lebih lembut bagi nenek Peter yang sudah tua dan buta..

Tapi akhirnya rasa rindu Heidi akan kakeknya membuat dia jatuh sakit sehingga keluarga Clara mengirimkannya kembali ke desa asalnya.  Bahkan keluarga Clara berkunjung ke sana dan mengizinkan Clara untuk menikmati musim panas di sana.  Musim panas yang baik bagi kesehatan Clara.

Di buku cerita, gambar tentang desa dan rumah kakek Heidi serta rumah-rumah di desanya begitu indah.. Begitu indahnya sehingga di masa kanak-kanak Tati selalu berangan-angan suatu saat bisa berkunjung ke Swiss..  Tati juga bermimpi suatu saat untuk punya rumah dari kayu di pegunungan…

Tati berharap di suatu episode di hari tua Tati bisa tinggal di Sipirok yang sejuk, di sebuah rumah kayu yang dikelilingi taman penuh bunga-bunga…  Hmmmmm….. Mudah2an suatu saat bisa kesampaian ya…

Heran Deh Achhhhhh…… !!!!

Ramadhan segera berakhir….  Lebaran di ambang pintu…  Di kantor dua minggu terakhir banyak sekali manusia  dengan wajah-wajah yang TAK dikenal sebelumnya berkeliaran, datang dan pergi… Lalu datang kembali dan pergi kembali.. Diantara mereka ada yang berpenampilan rapi DAN sopan..  Ada yang berpenampilan rapi dengan wajah yang sangar……  Ada pula yang berpenampilan “ajaib” dengan wajah yang ajaib, lengkap dengan tatoo di tangan sebagai accecories…

Biasanya mereka mencari para pemegang jabatan alias pejabat.. Pada ngapain siyyy?  Pada minta bantuan untuk hari raya alias THR…!!!

THR, tiga huruf yang sangat populer di pertengahan kedua bulan ramadhan..  Dimana-mana orang membicarakan THR, THR dan THR, termasuk juga di kantor Tati..  Hhhhmmmmm…..  Secara Pemerintah Daerah kita menetapkan untuk tidak memberi THR bagi PNS di lingkungannya karena sudah diberi Tunjangan Beban Kerja, jadi kata THR harus dilupakan saja….  Ke laut ke laut….

Naahhhh… kita-kitanya aja THR-nya ke laut.., Kok bisa orang-orang berwajah tak dikenal dan tak punya hubungan kerja dengan kantor ini (kalo pun ada, kecil lah yaa….), datang2 minta THR…?  Sapa mereka…?  Apa hak mereka meminta THR…?

Belum lagi kalo mobil kita berhenti di traffic light… Adik-adik kecil yang menjajakan koran, atau yang emang suka minta-minta dengan santainya berkata “Bu, THR donk bu… Dua ribu ajaaahhhh….!!”  kalo kita diam dia akan bilang “Seribu juga gak apa-apa kok, bu….!!!”

Tati heran dengan ‘KONSEP THR’ yang ada di masyarakat kita akhir-akhir ini..  THR artinya kan Tunjangan Hari Raya.  Siapa siyy yang merayakan Hari Raya…? Siapa yang BERHAK MEMBERI dan MENERIMA TUNJANGAN HARI RAYA?  Apa urusannya orang-orang berwajah dan berpenampilan sangar minta THR kepada orang-orang yang tidak mereka kenal dan telah bekerja untuk menghasilkan rupiah demi rupiah…?  Heran deh achhhhh….!!!

Fixing A Broken Heart…

Suatu kejadian baru-baru ini mengingatkan Tati akan  lagu ini…  Lagu yang dinyanyikan Indecent Obsession dan Mari Hamada

 

FIXING THE BROKEN HEART

There was nothing to say the day she left
I just filled a suitcase full of regrets
I hailed a taxi in the rain
Looking for some place to ease the pain, ooh
Then like an answered prayer
I turned around and found you there

* You really know where to start
Fixing a broken heart
You really know what to do
Your emotional tools can`t cure any fool
Whose dreams have fallen apart
Fixing a broken heart

Ever could understand what I’m going through
There must be a plan that led me to you
Cause of the hurt just disappears
In every moment you are near, yeah
Just like an answered prayer
You make the loneliness easy to bear

* repeat

Soon the rain will stop falling baby
Let’s I’ll forget the past
’cause here we are at last

Buat kamu.., iya kamu… Be patient with me please…

Axel Nathaniel Wiranandra Siregar

Hari Jum’at 19 Sept 2008 s/d Minggu 21 Sept 2008 yang lalu Tati ke Bandung.. Bussiness trip yang singkat..  Tapi Tati nyempatin buat ketemu dengan buah hati yang udah lama banget gak ketemu.., Axel Nathaniel Wiranandra, atau biasa kita panggil dengan nama kesayangan Abby.  Abby yang menetap di Bandung adalah putra kedua Papi David, adik Tati.  Adiknya bang Aldy, abangnya Abner dan Ajere.  Secara Tati udah hampir 2.5 tahun gak ketemu si ganteng ini, Tati ngusahain banget banget buat ketemu setelah kerjaan selesai..  Pokoknya harus ketemu…  Cuma sayang karena waktunya mepet, Tati gak sempat bawa Abby jalan-jalan.. Padahal dulu kalo Bou-nya datang, Abby selalu minta dianterin  berenang, jalan-jalan ke tempat-tempat favorite-nya..  Next time ya sayang…

Setelah sekian lama, Tati tuh  lupa jalan ke arah rumah neneknya Abby yang berada di daerah Citarip, karena beberapa tahun terahir kita biasanya ketemuan di rumah Uuk (Buyut-nya Abby) di Jl. Jati di Bandung.  Tati sempat muter-muter, nyasar…!!  Karena seingat Tati jalan masuknya dari Perumahan Kopo Permai.  Ternyata Tati salah, yang bener tuh lewat Kopo Kencana…

Abby yang lahir di Bandung, 5 April 2000 (anak naga emas, lho…!!!) saat ini udah kelas 3 SD dan dapat rangkin 3 di kelas…  Alhamdulillah… Mudah2an semakin hari semakin pintar, baik hati dan baik budi, ya nak.  We all love you so much…

Abby mirip Bou-nya bukan?

Bou, Adik Dea, Abby dan Nenek

Good Paula and Bad Paula

Pernah dengan tentang Good Paula and Bad Paula…?

Tati mendengar tentang ini saat menonton film Anne Frank: The Whole Story (2001)..  Ini film yang dibuat berdasarkan diary Anne Frank, seorang gadis berdarah Yahudi yang tinggal di Belanda saat Perang Dunia Kedua…

Tati jadi ingat film ini ketika akhir pekan yang lalu, 20 September 2008, dapat kesempatan berkunjung ke Nu Art, sebuah  Sculpture Park di Bandung dimana kita bisa melihat hasil-hasil karya pematung Nyoman Nuarta.  Apa hubungannya patung karya Nyoman Nuarta dengan film Anne Frank ?

Di sebuah teras di lingkungan Sculpture Park, Tati melihat sebuah patung yang diberi nama Dua Wajah…  Wujudnya seperti sesosok tubuh yang terpisah  dua…  Yang satu menjadi sosok yang membawa kedamaian dengan seekor burung merpati di tangan..  Yang satunya lagi menjadi sosok yang dari depan terlihat mengikut arah pandang sosok yang damai, tapi sebenarnya dia memegang pisau yang disembunyikan di bagian belakang tubuhnya…

Dualisme ini yang memg membawa ingatan Tati ke sebuah adegan di dalam film Anne Frank: The Whole Story (2001).  Adegan dimana Anne yang sangat dekat dengan ayahnya, Otto Frank, berbincang-bincang sebelum tidur…

Pada adegan itu Anne bertanya pada ayahnya, “Mengapa ada orang jahat di dunia ini?”.  Anne bertanya setelah melihat kejadian orang-orang berdarah Yahudi diperlakukan semena-mena oleh Nazi.  Saat itu Otto Frank menjawab bahwa di dunia ini tidak ada orang sepenuhnya jahat..  Akan tetapi di dalam setiap diri manusia ada dua Paula, Good Paula and Bad Paula.  Good Paula akan mendorong orang untuk selalu berbuat baik, sementara Bad Paula mendorong orang untuk berbuat jahat.  Pada saat salah satu Paula sedang muncul dalam diri seseorang, maka Paula yang lain sedang mengendap-ngendap dalam diri orang tersebut..  Menunggu kesempatan untuk bica muncul … Naahhh, tergantung orang tersebut Paula yang mana yang akan dia ikuti, dan dibiarkan muncul dalam dirinya..

Jadi ingat lirik lagu Tuhan yang dinyanyiin Bimbo… “Hati adalah tempat, pahala dan dosa bertarung…..”. Juga jadi ingat salah satu ayat di Surat As Syam (QS 91 : 8-9) : Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.  Beruntung bagi yang mensucikannya, Merugi bagi yang mengotorinya…

Begitu juga kita bukan… ? Paula mana yang akan kita beri kesempatan untuk muncul dalam diri kita…?  Good Paula atau kah Bad Paula…?