Preman Kompleks…..

Di kantor baru, selain menemukan wajah2 yang benar2 baru, Tati juga menemukan wajah2 yang pernah hadir di masa kecil Tati… Salah satunya adalah kak Butet..

Kak Butet ini tinggalnya di Jl. Pawon di Kompleks Gubernur Pekanbaru, sementara Tati waktu kecil tinggal di kompleks yang sama cuma di Jl. Kundur.. So ketemu dengan kakak yang satu ini membangkitkan kenangan masa kecil yang meriah.. Gimana enggak…? Kita dibesarkan di kawasan yang sangat nyaman dan aman buat bermain…

Kompleks Gubernur merupakan kawasan perumahan yang sangat tertata, dibangun tahun 1950-an akhir buat para PNS dan polisi yang harus pindah ke kota ini karena pindahnya ibu kota Provinsi Riau dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Karena tinggal di perumahan ini sejak akhir tahun 1950-an, para penghuni lama biasanya kenal baik satu sama lain, bahkan udah pada kayak keluarga meski gak ada hubungan darah…

tetangga-di-jl-kundur.jpg
Berdiri, L-R : Tati, Nelly, Kak Vivi, Kak Ance & Kak Dian.
Duduk, L-R : Titis Ambiar Boer, Tina  dan Esther

Saat Tati kecil… di perumahan ini yang punya mobil bisa diitung pake jari sebelah tangan.. Kenderaan orang2 biasanya motor atau vespa. Jadi jalan2 di perumahan lengang… aman buat kita2 bermain.. Main apaan? Main cakbur alias galah panjang, main patok lele, main statak, main tali merdeka, main tonggak dingin dsb dsb…

Main cakbur biasanya kita lakukan di jalanan depan rumah yang sudah diaspal dengan mulus sejak dahulu kala.. Garis kotak2nya dibuat pake kapur atau potongan batu bata… Biasanya kita main ini malam hari, setelah makan malam.. Secara dulu tv kan adanya cuma TVRI, jadi kalo acaranya gak asyik, kita lebih milih duduk di tembok depan rumah. Lalu…..? Main cakbur alias galasin deehhhh… Cakbuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……..!!

Patok lele adalah permainan menggunakan dua bilah kayu yang ukurannya berbeda. Kayu yang panjang (sekitar 30 cm) berfungsi sebagai pengungkit atau pemukul, sedangkan kayu yang pendek (sekitar 15 – 20 cm) berfungsi sebagai kayu yang diungkit dan dipukul. Cara mainnya….? Peserta diundi buat menentukan giliran ngungkit atau mukul. Yang tidak ngungkit atau mukul mengambil posisi berusaha menangkap kayu yang melayang karena diungkit atau dipukul… Nah kalo dapat, yang ngungkit atau mukul langsung kalah… Kalau kayunya enggak ketangkap, kemenangan seseorang ditentukan berdasarkan jauhnya pukulan atau ungkitan… Tapi permainan ini sebenarnya berbahaya, karena ada kenalan Tati yang bola matanya pecah sehingga terpaksa pakai bola mata palsu..

Main statak alias engklek biasanya dimainkan girls only.. Gimana siyy mainnya? Mainnya adalah melompat dari satu petakan ke petakan berikutnya. Biasanya petakannya digambar seperti bentuk cross, dengan 5 petakan vertikal dan 3 petakan horizontal, plus satu petakan di bagian kiri petakan terbawah. Acara loncat meloncatnya juga bervariasi…

Main tali merdeka adalah main loncat kepangan karet gelang yang dibuat panjang… Acara loncatnya dimulai dari posisi tali terendah, mulai dari setinggi lutut, setinggi pipis (hehehe..), setinggi pinggang, dada, bahu, leher, kuping, kepala, sejengkal (di atas kepala) dan merdeka (setinggi tangan diangkat setinggi2nya). Yang gak bisa meloncati karet dianggap kalah dan gantian jadi yang megang jalinan karet… Khusus untuk posisi setinggi pinggang ke bawah, biasanya karet gak boleh kena saat dilompati..

Main tonggak dingin… Ini yang paling seruuuu…. Ini main sembunyi2an… Yang jaga harus tutup mata, nyander ke tiang listik atau tembok… Dalam hitungan yang telah ditentukan, teman2 yang lain ngabur buat sembunyi sedemikian rupa. Yang jaga harus bisa menemukan semua yang sembunyi sekaligus harus menjaga tumpukan batu yang disusun dekat tempat dia nyander tadi.. Kalo batunya sempat diberantakin sama salah seorang yang belum dia temukan tanpa sempat dia lindungi, semua peserta yang sudah ditemukan boleh sembunyi kembali… Yang dasyatnya… gak ada batasan sejauh mana orang boleh sembunyi… Bisa sembunyi sampai 2 atau 3 blok dari tempat yang jaga karena antar rumah gak ada pagar pembatas… Jadi bisa nerobos lewat belakang2 rumah… Hehehe.

Pernah suatu kali, Tati ngumpetnya ke sekitar satu blok dari rumah, di belakang rumah pak Said Hamzah dan Mak Wan.. Pas melintas di dekat jendela samping rumah mereka, Tati melihat Mak Wan sedang asyik dengan alat tenun-nya. Iya, Mak Wan itu pintar banget bikin kain tenunan Siak, dan orderannya ngantri… Tati akhirnya malah berhenti di jendela tersebut mengamati Mak Wan membuat kain tenunan Siak.

Melihat Tati di situ, Mak Wan lalu menyapa dengan logat Melayu-nya yang kental :

Mak Wan (MW) : Mengapo engkau di situ ‘ndha?

Tati (T) : Sembunyi main tonggak dingin, Mak.

MW : Dari pada capek engkau bediri di situ, moh (ayo) sini duduk dekat emak.

Tati lalu masuk ke rumah emak dan duduk menunggui beliau menenun. Tati lupa kalo lagi main tonggak dingin.. Soalnya asyik banget ngeliat gerakan tangan dan kaki Mak Wan di alat tenun. Mana Tati dikasi minum pulaaaa… !! Tati baru nyadar lama sekali, ketika dengar suara teman yang jaga menjerit : “Wooooiiiiiiiiiii…., aku ndak mau main lagi doooo….!! Kalian sembunyi entah kemana-mana……!!”. Hehehe…

Jalanan yang lengang dan lingkungan yang aman membuat kita para anak2 benar2 bebas bermain.. Tati juga seringkali menghabiskan waktu dengan naik sepeda di seputaran kompleks.. Sampai2 setelah kerja, terus ketemu dengan sesama mantan penghuni kompleks yang lebih senior dan kemudian jadi atasan di kantor,mereka suka ngeledekin dengan bertanya : “Sepeda kamu mana ‘Ndha?” Huahahaha… Udah gak punya, Pak…!!!

Tati juga sering main bola, rumah2an atau kemah2an di lapangan bola di ujung jalan Kundur. Lapangan ini merupakan bagian dari Hotel Riau, sekarang siyy jadi Hotel Aryaduta Pekanbaru. Terkadang juga piknik2an di situ dengan membawa rantang yang udah diisi nasi dan lauk pauk… Seruuuu banget….!!! Saat ini, yang dulunya lapangan bola sekarang jadi kolam berenang, lapangan tenis dan lapangan futsal yang merupakan bagian dari fasilitas hotel.

Soal pohon buah2an di kompleks… Hmmmmm.. Para pemiliknya harus ikhlas, karena buat anak2 kompleks pohon tetangga adalah pohon kita juga… Hehehe… Tati aja bisa nongkrong berjam2 di pohon carsen yang rindang di halaman rumah tante Josephine, soalnya pake acara bawa buku cerita ke atas pohon. Tati gak bakalan turun sebelum diteriakin orang rumah buat mandi sore… Hehehe.

Sesama anak kompleks maupun mantan anak kompleks selalu menyebut diri mereka sebagai PREMAN KOMPLEKS…. Tati adalah salah satunya…. Hehehe.

Sampai sekarang aja Tati masih sering main ke kompleks.. Duduk di teras rumah kakak2 dan abang2 yang masih tinggal di sana menimbulkan kebahagian tersendiri.. Ngobrol2 bertukar cerita, sembari cemal cemil segala makanan yang dibuat kakak2… Asyik banget… Rasanya mereka adalah keluarga Tati.. Orang2 yang menyayangi Tati sejak Tati masih belia…, karena memang mereka ikut ngurus Tati waktu kecil. Ya ikut mandiin, nge’gendong, bantu nyuapin makan, bikinin baju buat karnaval, bikinin prakarya, ngiasin sepeda kalo mo ikut lomba sepeda hias, dan sejuta bantuan lainnya.

I love you all….

Cerita si Kacamata

Tati tuh sebenarnya pake kacamata sejak SMA, tapi gak betah… Jadi selalu makenya gak lama.. Tapi sekitar setahun yang lalu, kacamata kayaknya udah gak bisa dihindarkan.. Karena saat membaca dan kerja di laptop terkadang gak bisa melihat dengan jelas.. Melihat sesuatu jarak jauh juga rada gak jelas.. Sementara rasa perih akibat terkena cahaya lampu mobil yang datang dari arah berlawanan saat nyetir, mulai tak tertahankan..

Karena Tati rada kuper dalam urusan style, saat liburan ke Medan sekitar setahun yang lalu, Tati ngajak Nhoya, adik bungsu Tati, buat pilah pilih kacamata. Tati pokoknya gak mau yang memberi kesan formal dan emak2, secara pribadi Tati tuh gak suka yang formal2. Tapi juga gak bisa yang terlalu fungky, karena usia kan juga udah kepala 4.. Daannn, yang pasti harganya mesti yang kejangkau kantong lah yaaa… Hehehe.

Setelah keluar masuk beberapa optik di Sun Plaza, akhirnya kita menemukan frame yang menurut Nhoya pas banget buat Tati. Dan setelah Tati coba pake, Tati juga merasa nyaman. Frame itu berwarna maroon dari Levi’s. Optik tempat kita menemukan frame tersebut adalah Optik Tunggal.

Supaya kacamatanya benar2 pas dan nyaman, Tati mutusin buat check ke dokter mata dulu. Karena udah keburu harus pulang ke Pekanbaru, akhirnya check ke dokter mata dilakukan di Pekanbaru, demikian juga pemesanan kacamatanya. Supaya dapat frame yang sama dengan yang udah dipilihin Nhoya, di Perkanbaru Tati pergi ke Optik Tunggal di Mal SKA. Di etalase depan di optik tersebut Tati menemukan si frame idaman sedang terletak dengan manisnya…, seakan menunggu seseorang menjemputnya..

Akhirnya si Levi’s berwarna maroon itu menjadi bahagian dari kehidupan sehari2… Setelah nyaris setahun menggunakannya, kayaknya karena sering kena air mata, lensa kacamata tersebut terasa agak buram. Padahal udah dibersihin pake cairan pembersih khusus buat kacamata, tapi gak mempan. So, minggu lalu saat ke Mal SKA, Tati singgah ke counter Optik Tunggal. Ceritanya pengen minta dibersihin. Mbak Eni, yang bertugas menawarkan Tati untuk re-coating lensa kaca mata. Apalagi karena masih dalam masa garansi (1 tahun), Tati gak akan di-charge apapun.. Cuma, butuh waktu 10 hari, karena prosesnya dikerjakan di Jakarta. Tapi bisa juga lebih cepat. Mbak Eni janji akan memberitahu kalo selesainya lebih cepat. Karena merasa gak nyaman dengan keadaan kacamata, Tati merelakan untuk melepas kacamata tersebut..

Hari ini, hari ke-8 kacamata ditinggal, Tati mencoba nelpon ke optik. Siapa tahu udah selesai.. Tati udah mulai gerah gak pake kacamata.. Ternyata emang udah selesai dan baru aja datang dari Jakarta. Saat memakai kacamata kembali… Sreeeeeennnnnnggggg…….. Lensanya jernihhhhh banget… Alhamdulillah. Buat Optik Tunggal, makasiyy ya. After sales service-nya layak dapat bintang……..

A Belated Birthday Wishes

miko.jpg

Tanggal 29 Maret kemaren, Miko sahabat Tati zaman jadul di Bogor ulang tahun.. Yang ke berapa..? Harasia aahhhh….!!

Semoga Mami-nya Kei ini selalu dalam lindungan Alloh, makin sukses, sehat dan bahagia… Semoga tetap centil dan pecicilan sampai tua… Semoga tetap bisa bikin para lelaki jatuh hati…  Pssttt….. dilarang buka rahasia !!!  Huahahaha….

Skali lagi….

HAPPY BIRTHDAY LITTLE BABE…..!!!

 

I love you…. Mmmmmuuuuuuaaaaaccccccchhhhhhhhhhh………!!!


What A Neighbor…!!

Sejak hari selasa yang lalu, si Samsungy, yang biasa mempermudah Tati dalam urusan cuci mencuci pakaian dll, ngadat… Kalo ditekan tombol on (setelah volume air, kapasitas cucian dan proses yang diinginkan diatur), maka timer langsung menunjukkan penurunan waktu sebanyak 3 menit, lalu langsung tet tet tet tet…. errorWalaaahhhhh, piye toohh…?

Hari rabu Tati menelpon service center keluarga si Samsungy. Ternyata untuk hari Kamis jadwal kunjungan tehnisi mereka udah penuh.. Tati dijanjikan untuk dikunjungi hari Jum’at tapi belum tau bisanya jam berapa. So mereka bilang mereka akan nelpon ke hp bila akan datang ke rumah..

Hari Jum’at, tunggu punya tunggu sampai siang, gak juga ada telpon.. Tati lalu menelpon ke service center, ternyata si tehnisi udah dalam perjalanan pulang ke kantornya.. Lho kooookkkkk…? Si mbak yang menerima telpon berjanji akan bicara dengan tehnisi setelah beliau sampai di kantor…

Saat sampai di rumah sore hari, Tati menemukan sepotong stiker yang ditempel di lonceng di samping pintu rumah. Isinya pemberitahuan dari tehnisi bahwa mereka sudah datang, tapi gak ada orang di rumah. Jadi silahkan hubungi service center kembali… Tati lalu menghubungi kembali service center, akhirnya mereka janji akan datang hari sabtu jam 10-an. Tapi karena Tati harus ke kantor, Tati minta mereka datang lagi aja hari senin..

Problemnya… hari ini, sabtu, Tati ada kegiatan di kantor. Gimana mau nyuci secara manual…, gak sempat lah.. Padahal baju kotor selama satu minggu belum satu potong pun dicuci, termasuk beberapa stel baju kantor yang akan dipakai lagi minggu depan..

Terus gimana donkkkk baju2 kotor yang menumpuk itu? Tati lalu menelpon kak Tutik minta dia nyuciin baju secara manual dengan janji extra payment.. kak Tuti ternyata bisanya datang jam 11-an, sementara Tati jam 7.30 pagi udah harus berangkat. Jadi, pagi2 sebelum berangkat, Tati singgah di rumah keluarga Purba, untuk memberitahukan rencana kedatangan kak Tutik, dan mohon untuk memberikan kunci pintu rumah ke kak Tutik..

Begitu tau masalahnya, ibu Purba alias Mama Dasdo & Chyntya, langsung meminta Tati membawa kain kotor ke rumahnya aja, biar dimasukkin ke mesin cuci beliau.. Haaaa…? Beliau ngotot untuk menolong Tati dengan pertimbangan, kalo kak Tuti baru datang jam 11, lalu mencuci manual, kapan kain2 tersebut mau dijemur? Kapan mau kering, mengingat di sini cuacanya hujan melulu..? Kapan kak Tutuk mau nyetrika…? Beliau juga maksa untuk menjemput kain2 kotor tersebut sebelum Tati berangkat ke kantor… Ammmpppuuuunnnnn deeehhh… What A Neighbor…!!! Dimana ya ada tetangga yang baik banget begini…? I’m blessed having Purba Family as a neighbor…

Sore, setelah selesai acara kantor, boss menyuruh Tati menyusul beliau di Paparon Pizza di Jl. Diponegoro. Beliau sedang di situ bertukar pikiran dengan teman2 beliau dari communication agency. Pulangnya udah jam 22 lewat… Naahhh… sampai di rumah Tati melihat pakaian2 Tati sudah kering, dan tinggal diangkat dari jemuran… Alhamdulillah.. Nikmat yang tak tertara yang sudah diberikan Alloh melalui tangan Mama Dasdo dan Chyntya.

Hari gini dimana mau dapat tetangga yang sifat kekeluargaannya kayak zaman bahuela…? Tetangga yang peduli dengan kiri kanan.. Mama Dasdo & Chyntya selalu membuat kehidupan Tati di rumah yang sekarang terasa lebih nyaman dan mudah.. Gimana enggak…? Kalo Tati pulang kemalaman (dan lebih banyak pulang kemalamannya dari pada pulang sore), Tati selalu menemukan lampu teras sudah menyala, gorden2 jendela sudah diturunkan.. Ini semua kerjaan Mama Dasdo & Chyntya.. I’m really blessed… Semoga Alloh selalu melindungi dan memberkahi tetangga Tati ini… Amin ya Rabbal alamin.

Nikmat yang Tak Terkira…

Hari selasa 25 Maret yang lalu, jam 22.30-an tidit tidit.. Hp Tati berbunyi.. Ada SMS masuk.. Ternyata dari kak Iyet, salah satu senior di lingkungan kerja yang lama, tapi kak Iyet tugas di Bapedalda.. Isi SMS-nya..

Sondha, mba Mis lagi dalam keadaan kritis di ICU RS Santa Maria. Mohon doanya..

Siapa siyy mba Mis?

Mba Mis adalah seorang senior di lingkungan kantor yang lama, yang Tati kenal sejak Tati baru mulai kerja di situ. Mbak Mis berasal dari Surabaya, dan pindah ke Pekanbaru karena mengikuti suaminya yang bekerja di sini. Kita gak pernah kerja di unit yang sama. tapi entah gimana, mbak Mis tuh peduli banget dengan Tati. Dia selalu mendorong Tati untuk tetap mengembangkan diri. Dia selalu membela Tati bila mendengar ucapan2 negatif tentang Tati… Mbak Mis selalu mengingatkan Tati untuk gak menyerah dengan segala cobaan yang terjadi dalam hidup Tati… Mbak Mis selalu bilang kalo sosok Tati mengingatkan dia pada adiknya yang seumuran dengan Tati, yang juga belum menikah dan mencurahkan energinya untuk bekerja.. Mbak Mis juga pernah meng-hire Tati untuk ikut menyusun buku yang direalis kantornya.. Mbak Mis juga sering menerima orderan bolu gulung atau lumpia dari kita2 di akhir pekan… Masakannya mbak Mis uenaaaaakkk tenan…

Tati langsung mendial nomor hp kak Iyet.. Begitu diangkat…

Tati : Assalammualaikum, kak Iyet. Maaf menggangu malam2.. Apa cerita kak?

Kak Iyet : Waalaikum salaam, Sondha. Iya mbak Mis tuh dirawat terus enggak tau kenapa jadi gak sadar.. Dia kan ada asma jadi mungkin sulit bernapas..

Tati : Gitu ya kak? Besoklah insya Alloh ndha bezuk ya..

Kak Iyet : Sondha udah pindah ya? Kakak baru tau tadi siang. Kakak memang heran kok gak pernah liat Sondha akhir2 ini..

Tati : Iya kak. Baru sebulan setengahan laahhh…

Kak Iyet : Kami kehilangan Sondha lah yaaa…

Tati : Tenang aja kak.. Kita kan masih di kota yang sama.. Sondha masih main2 kok ke sana… Udah dulu ya, Kak.. Assalammualaikum.

Kak Iyet : Waalaikum salaam.

So, kemaren jam 10-an Tati ngajak kak Erma, teman Tati di kantor lama yang juga dekat sama mbak Mis karena sama2 pengurus GOPTKI Kota, ke rumah sakit.. Di sana kami menemukan mbak Mis dalam keadaan yang menyedihkan.. Sudah bisa buka mata (selama 6 hari mbak Mis koma dan gak bisa membuka matanya), tapi kayaknya masih belum bisa mengenali siapa yang datang.. Tapi kalo diajak ngomong, mbak Mis ngangguk. Di tubuhnya masih terpasang berbagai peralatan, termasuk masker oksigen dan alat monitor detak jantung..

Kiranya Allah memberikan kesembuhan dan kemudahan bagi mbak Mis… Senmoga dia selalu dalam lindungan Alloh..

Buat kita… : Betapa beharganya kesehatan, nikmat yang tak terkira yang sudah dilimpahkan Alloh kepada kita, secara gratis pulaa… Terima kasih ya Alloh… Berikanlah kami kesehatan supaya selalu dapat beribadah… Berikanlah kami hati yang semakin dan semakin mencintai Mu…

Jatuh Cinta…

Bisakah anda menahan hati untuk tidak jatuh cinta pada mahluk yang satu ini…?

ananda10.jpg

 

Tati enggak bisa tuuuhhhhh….. Tati langsung jatuh cinta sejak pertama kali memandangnya… Memandang Boyuki Ananda..

Wowo loves you very much, Ananda.. Kamu selalu ada di dalam hati Wowo. Semoga kamu selalu dalam lindungan Alloh, ya sayang….!!

Rindu..

Kok mendadak rasanya rindu dengan seseorang dari masa lalu…

butterfly.jpgOrang yang pernah mengisi hari2 dengan berbagi cerita, kesedihan dan tawa.. Orang yang dulu selalu bisa jadi teman buat adu argumentasi.., teman berantem… Orang yang dulu selalu membawa warna baru dalam kehidupan..

Rindu dengan ngobrol yang gak ada habisnya.. Rindu bicara berbisik2 tak tentu arah.. Rindu dengan tatapan saling mengerti… Rindu dengan keheningan saat2 duduk berdampingan…. Rindu saat2 jalan beriringan… Rindu saat2 dia memegang siku tanganku supaya aku tetap mengikuti arah langkahnya…

Rindu pada suatu malam di peron Stasiun Tugu…

Rindu saat2 nganterin dia ke depan rumah kalo dia mau pulang.. Saat kita ngobrol di situ berjam2.. lengkap dengan acara dia pake helm lalu dibuka lagi, pake lagi dan buka lagi berkali2… Bahkan karena pegel, dia malah nyodorin helm itu ke aku buat dipegangin… Hehehe… Seakan tidak ada lagi hari esok bagi kami buat bicara..

Rindu saat menatap dia memetik gitar dan menyanyikan Annie’s Song di kegelapan malam…

Rindu tatapan mata yang tersenyum…. Rindu pada ucapan tanpa kata….

Rindu dengan seseorang yang pernah bilang, “Aku gak ngerti kenapa, aku sayang ama kamu ‘Dha, dan aku gak bisa bilang enggak sama kamu…”

Rindu dengan seseorang yang pernah bilang, “Aku gak ngerti kenapa ‘Dha, aku gak bisa menahan mulutku untuk bicara sama kamu tentang segalanya… Aku gak ngerti ‘Dha…!!”

Tapi sekarang ada satu garis yang tak boleh dilintasi.. Garis yang tak kasat mata tapi ada dan harus dihormati….

Mudah2an dia bahagia dengan kehidupannya ya… Kalau pun di hatinya masih ada setitik rindu dan sayang padaku, semoga menjadi doa baginya supaya hidupku bahagia…

Pic Kupu2 diambil dari sini

Seven Years Old Fishes…

Tulisan Riadi tentang ikan mengingatkan Tati saat berurusan dengan ikan… Ikan apaan…? Ikan mas koki punya ibu Suhaimi, ibu kost Tati waktu kuliah di Yogya…

Ibu tuh seneng banget miara ikan, so di rumah ibu banyak ikan.. Ada yang di kolam berbentuk letter U di ruang antara kamar Tati dengan rumah induk.., ada juga di aquarium di dalam rumah.. Naahhhhh salah satu aquarium ibu yang diletakkan di ruang keluarga bentuknya tabung dengan sisi atas dan bawah segi enam.. Isinya… 2 ekor ikan mas koki kesayangan ibu yang udah berusia tujuh tahun… Tujuh tahun teman-teman…!!! Kalo manusia, kira2 udah kelas satu SD kali yaaa….. Hehehe..

Kedua ikan itu ekornya panjang dan indah… Meliuk2 kalo mereka berenang.. Sungguh pemandangan yang menyejukkan hati.. Tati kalo lagi stress, jenuh dan otaknya mampet selalu duduk di kursi di samping aquarium tsb.. Duduk memandangi ikan2 menari…, enggak tau mengapa mendatangkan rasa tenang, rasa nyaman.. Membuat otak yang mampet kembali lancar, menghilangkan rasa jenuh dan stress… Memandang ikan2 tersebut di malam hari saat suasana terasa benar2 sunyi juga menimbulkan rasa tertentu buat Tati .. Terkadang menimbulkan rasa jealous akan kesederhanaan hidup sepasang ikan tersebut…

Suatu waktu Ibu dan Bapak Suhaimi pergi ke Pekanbaru sekitar 2 bulanan untuk mengunjungi putri mereka. Tinggal lah Tati seorang diri (kebetulan anak kost lain juga pulang liburan, sementara Tati enggak pulang karena harus nyelesein thesis). Karena home alone, Tati juga diserahin tugas untuk memantau dan memberi makan ikan2. Gak susah koookkk…. tinggal naruh makanannya aja ke dalam kolam atau aquarium dua kali sehari. Kalo stock makanan habis, Tati tinggal beli di Pasar Ngasem… Soal bersih2.., ada orang yang bertugas buat bersihin rumah beberapa hari sekali, termasuk bersihin kolam dan aquarium…

Sekitar sebulanan setelah Bapak dan Ibu Suhaimi pergi, saat pulang dari kampus Tati menemukan kalo listrik di rumah mati, sehingga pompa udara di aquarium gak jalan.. Ternyata listriknya mati dari pagi, gak lama setelah Tati berangkat ke kampus… Jadi saat Tati temukan kedua ikan itu dalam keadaan keleyengan… Tati panik….. Langsung ambil baskom yang diisi air bersih buah nampung kedua ikan.. Alhamdulillah ikannya selamat… Ternyata besoknya kejadian lagi… listrik mati sejak pagi, saat Tati baru berangkat ke kampus.. Ndilalah, hari itu Tati pulangnya malam, sekitar jam 21-an.. Waktu itu siyy listriknya udah nyala lagi… Tapi saat Tati ngeliat ke aquarium… Oooooooouuccchhh tiddddaaaaaakkkkk……!! Kedua ikan itu sudah mengapung… Tati panikk… Tapi memang kedua ikan itu sudah passed away….

Besoknya, pagi2 sekali Tati langsung nelpon ibu Suhaimi yang masih di Pekanbaru.. Ngasi tau kalo kedua ikannya yang cantik udah gak ada.., dan minta maaf karena gak bisa menjaga titipan beliau.. Untungnya beliau bisa merespon dengan wise.. Beliau malah bilang, “Yang salah itu saya, ‘Ndha. Ninggalin rumah yang ada makhluk hidupnya berbulan2.. Lagian mungkin emang udah segitu umurnya, Ndha. Gak usah dipikirin..” Alhamdulillah….

Naaahhhh pas Tati cerita sama Ichi yang juga seneng ikan… Dia malah bilang… “Kok bisa ya “Dha, Seven Years Old Fishes die just like that….?!!!” Ya bisalah… ikan kan juga makhluk hidup…!!!

Onggok-onggok Lado…

chili.jpgOnggok-onggok lado…. ? Apa itu…? Ini bahasa Minang.. Bahasa yang banyak digunakan di kota tempat Tati tinggal, terutama dalam transaksi perdagangan di pasar2 tradisional…

Onggok artinya tumpuk.. Dionggokan artinya dtumpukan.. Saonggok artinya setumpuk.. Jadi ongok-ongok artinya tumpuk-tumpuk..

Lado artinya cabe…

Onggok-onggok lado artinya tumpuk-tumpuk cabe.. Di pasar2 di sini, selain dijual dengan ditimbang, cabe dijual dalam bentuk tumpukan (onggok-an). Saonggok itu dijual dengan harga berapa gituuu… Tapi kalo udah dibikin jadi onggokan, jangan dibongkar2 lagi… Kalo mau beli, silahkan pilih onggokan yang menurut kita bagus, lalu terima lah onggokan itu apa adanya, termasuk yang busuk2nya…

Nah yang Tati herankan kok hari gini masih ada orang yang mengusulkan budgeting seperti mengonggokan lado.. ? Gak pake analisis bagaimana kegiatan itu akan dilaksanakan, gak pake perhitungan teknis… Hari giniiii…..? Emang-nya duit emak bapak lu…? Lha, minta duit sama ortu aja mesti pake penjelasan kok mau digunakan buat apa… Lagian kan emang udah ada aturannya…

Dulu waktu ngurusin budgeting unit2 lain, kita udah biasa bersikap tegas agar usulan budgeting tersebut harus didukung perhitungan teknis… Kalo gak ada hitungan teknis, biasanya kita suruh bikin dulu. Kalo gak bisa juga, silahkan di-pending aja, dari pada bikin celaka.. Eh sekarang di depan mata yang muncul begini… Haayyyyyaaaaahhhh…..!!!! Pusing deh Tati ngeliatnya…. !! Kayaknya perlu dilakukan edukasi niyyy supaya tidak terulang lagi… Supaya di tahun2 yad gak musingin lagi…

Pic diambil dari sini

Si Doel Jadi Wakil Bupati

rano_karno.jpgBerbagai stasiun TV kemaren menyiarkan berita “Pelantikan Rano “Si Doel Anak Sekolahan” sebagai wakil bapati Tanggerang… Kayaknya Rano “Galih Rakasiwi – Gita Cinta dari SMA” Karno ini adalah artis pertama di Indonesia yang masuk di jejeran birokrat.. (kalo yang masuk jejeran parlemen kan udah banyak tuuuuhhh…!!!).
Menjadi orang nomor 2 mungkin membuat Rano tidak bisa menyuarakan sepenuhnya aspirasi diri, karena the true decision maker adalah orang nomor 1. Tapi sebenarnya itu tergantung komitment dengan bupati di saat awal, saat mereka memutuskan untuk jalan bersama. Tapi sebagai “vote getter” Rano tentu akan bisa berkiprah…

Semoga Rano bisa membawa Tanggerang menjadi kota yang lebih baik.. Semoga Rano bisa menjadi contoh bagi kita generasi yang saat ini berusia 40-an, how to be a good leader.. Pemimpin yang memikirkan kepentingan rakyat, bukan pemimpin yang begitu memegang posisi menjalankan kepemiminannya dengan prinsip ekonomi, atau paling tidak “balik modal”... Semoga Rano yang telah menunjukkan track-nya sebagai orang yang punya idealisme, pekerja keras dan kreatif bisa menjaga nilai2 yang dipegangnya selama ini dan membawa nilai2 tersebut ke masa2 pengabdiannya sebagai wakil bupati..

Semoga idola remaja 80-an ini mampu memberikan warna yang indah pada masa kepemimpinannya… Warna yang semoga berbeda dengan yang telah hadir panggung politik negeri ini di tahun2 terakhir… Warna yang menghapuskan rasa bosaannn… warna yang memberikan harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik…

Go Galih, go Galih, go…!! Go si Doel, go si Doel, go…!! Go Rano, go Rano, go…!!