0

She Created Her Own Supervisor…

Hari ini, 3 minggu + 1 hari sudah sahabat ku, kembaran ku Eko berpulang ke Rahmatullah…Air mata ku sesekali masih menetes kala teringat akan dia, kala film2 kenangan berputar di benak ku.. Kenangan2 yang banyak, sangat banyak.. Kenangan 16 tahun kebersamaan.. Yang kalau dibuat jadi film entah berapa ratus keping CD yang dibutuhkan untuk menyimpannya..

Eko..

Eko..

Tapi ada satu hal yang sangat luar biasa yang telah dia lakukan…  Dia menciptakan atasan nya sendiri dalam satu episode kehidupannya sebagai pegawai…

Haaa…? Kok bisa…?

Itu lah hebatnya Eko…  Dan yang luar biasa dia melakukannya dengan senang hati, dengan sepenuh hati…

Gimana caranya…?

Caranya… ..*Hmmmm.. Mudah2an pengakuan ini tidak berakibat buruk yaa…  Karena niatnya hanya menunjukkan betapa luar biasanya  bantuan yang sudah dia berikan pada ku… Tak terbalaskan..*

Caranya…, suatu malam diatas jam 21.00 di akhir tahun 2000, telpon di tempat kost ku di Yogya berdering2…  Yuuppp, zaman itu hp masih barang mewah..  Masih jauh dari genggaman.. Telpon rumah ibu kost dan wartel adalah sahabat bagi ku yang sedang jadi anak kost, karena sedang sekolah lagi..

Gak lama, Ibu Suhaimi, ibu kost ku memanggil ku, memberi tahukan kalo ada telpon buat ku, Ibu bilang, “Dari Pekanbaru..”

Aku begitu gagang telpon nempel di telinga.. “Assalammualaikum… Siapa niyyy…?”

Terdengar suara yang tak terlalu sering ku dengar di telpon, hanya sesekali.. “Sondha, ini aku, Eko.  Cepat telpon balik aku yaa..”

Begitu menutup telpon, mengucap terima kasih ke ibu, aku langsung beres2 dan melangkah ke luar rumah, menuju wartel yang hanya sekitar 20 meter dari rumah..

Gak pakai antri…, alhamdulillah.. Aku lalu mendial nomor telpon rumah Eko.. 0761.44 sekian sekian sekian.. (Berapa ya.., aku sudah lupa… Dampak fasilitas phonebook pada handphone.. :D )

Begitu telpon berdering sekali, langsung diangkat.. Eko sudah menunggu di samping telpon sepertinya..

Aku : Assalammualaikum… Apa cerita, Ko..?

Eko :  Aku mau ngisi data awaktu (Bahasa Melayu : kamu).. Ada data-data yang aku gak tau..  Jawab yaaa…   Nama ayah, nama ibu, nama abang, nama adik, tempat tanggal lahir mereka, pendidikan mereka.. dst dst…

Oaalllaaahhhhh… ternyata Eko sedang mebuatkan Daftar Riwayat Hidup buat aku.. Itu lho format wajib untuk PNS kalau mau naik pangkat dll…

Aku : Buat apa siiyy, Ko?

Eko : Kan April nanti waktunya awaktu naik pangkat ke III/b.  Dari sekarang sudah harus dimasukkan usulannya..  Tenang aja lah.. Biar aku yang urus..  Tapi izin ya, aku tiru tanda tangan awaktu.. Karena kalau dikirim pula dulu ke Yogya, entah kapan pula sampai lagi ke sini..

Aku hanya bisa mengiyakan dan menjawab semua pertanyaan Eko satu per satu.., by phone..

Lalu di pertengahan 2001 aku menerima kabar kalo pangkat ku sudah naik ke III/b.  Alhamdulillah…  Thank you so much Eko…

Dengan modal pangkat III/b, yang bisa menjadi pangkat dasar untuk menjabat esselon IV/a, begitu pulang kuliah Desember 2001, 8 Januari 2002 aku diberi amanah untuk jadi Kasubbag Statistik dan Pelaporan di Bappeda Kota Pekanbaru..

Dan beberapa hari setelah pelantikan, Eko bilang ke aku, kalau dia ingin penyegaran.. Dia ingin pindah dari posisi dia saat itu..  Kebetulan aku ada di ruangan kepala Bappeda saat penyusunan formasi staff  yang akan dirolling..

Aku lalu menyampaikan keinginan Eko kepada Pak Raisnur, Kepala Bappeda Kota saat itu.  Dan respon pak Rais, “Ambil aja dia buat kamu, ‘Ndha.  Biar Eko jadi staff di tempat kamu, biar bisa bantu kamu..”

Yuuuppp, .She cerated her own supervisor…

Sejak itu kami jadi selalu bersama.. Di jam-jam kantor, mau pun di luar jam kantor…

Sejujurnya Eko sangat sabar menghadapi Sondha yang galak.. :D

Sondha yang selalu memaksa Eko untuk sama-sama belajar agar kami bisa bekerja lebih baik, lebih sistematis, lebih mampu menggunakan alat2 kantor yang selalu berkembang teknologinya.. Dan alhamdulillah Eko bisa melihat semangat ku, kegalakan ku sebagai sesuatu yang positif..

Sungguh, mungkin kalau orang yang tak berpikir positif, bisa saja menggerundel dalam hati, “Udah gue urusin naik pangkatnya. Dapat jabatan setelahnya. Ehhh setelah jadi atasan, galak pula…” :Heheheheee…D

Tapi Eko tidak… Eko tetap memberikan pelukan dan kecupan hangat di kedua pipi ku saat kami bertemu dan berpisah..  Eko tetap menghapus air mata ku kala duka tak lagi tertahankan dan meledak menjadi tangisan..  Dan setelahnya Eko selalu membisikkan kalimat “Sondha itu kuat.. Sondha pasti bisa melewati semua cobaan..”

*I miss U, dear.. Thank you for all you did to me…  Rest in Peace..*

0

Where is my heart …?

I always read a question “Where is your heart….? Look  your mind when it goes when it wanders..”

So, last night before I slept, I thought about it.. Tried to answer that question…

flying heartWhere is my heart….?

It went to him…..
But, no more angriness..
Just thinking about a peacefully life…
Thinking to have lovely people around me…,
Pepole who care about me, about my feelings, my thoughts, my future, my end…
That’s why I set him free, , so he can follow his heart..,
to go after his dreams… d dreams that have no connection with me..
And I also have to go forward,
for a better n healthier life… ***

0

Ke Bali Barat, Ku Berkunjung… Part 2

Ini posting lanjutan dari postingan  yang ini…  Iya…, yang cerita tentang kunjungan ke Menjangan Resort

DSC05670Nahhhh setelah dari Menjangan Resort, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Pemuteran… Sebuah Desa di bagian Barat Bali, dan masih termasuk Kabupaten Singaraja..

Kenapa Desa Pemuteran…? Apa istimewanya sehingga panitia  Konferensi Pariwisata Berkelanjutan Tahun 2012 memilih desa ini sebagai lokasi  kunjungan lapangan…?

Desa Pemuteran, berada jauh dari hruk pikuk  wisata Bali, yang terpusat di sisi timur dan selatan Pulau Bali..  Desa ini awalnya adalah desa yang penduduknya miskin, yang hidup dari menagkap ikan, bahkan membom terumbu-terumbu karang untuk memperoleh hasil yang mereka inginkan.. Akibatnya terumbu karang di sekitar daerah ini rusak, dan rakyat semakin miskin…

DSC05661

I Gusti Agung Prana

Tapi keadaannya berbeda saat ini… Seorang yang bernama I Gusti Agung Prana, yang saat ini menjadi Ketua Yayasan Karang Lestari, dan sebelumnya bekerja di dunia pariwisata sebagai guide selama berpuluh tahun, membimbing masyarakat desa untuk merubah keadaan..  Dari perusak karang, penduduk desa  menjadi pelestari karang,  lalu mengembangkan desanya menjadi desa wisata..  Bahkan desa ini menjadi pemenang Equator Prize dari United Nation Development Program (UNDP), salah satu badan dari United Nation…

Apa yang menarik dari desa ini…?

Mendengar Bapak I Gusti Agung Prana berbagi pengalamannya...

Mendengar Bapak I Gusti Agung Prana berbagi pengalamannya…

Di desa ini kami dibawa ke kompleks Taman Sari Cottages, yang dikelola oleh pak I Gusti Agung Prana beserta keluarga dan rekan2nya.  Dari kompleks ini kita bisa melihat keindahan dan kenyaman Desa Pemuteran.  Teluk dengan pantai yang asri…. yang bisa jadi tempat snorkling dan diving…

Yang istimewanya desa ini terasa sangat nyaman, lanscape dengan banyak pohon-pohon yang rindang, juga penataan cottage2 yang tertata rapi.. Jangan salah yaaa… cottage2nya nyaman banget, dengan design interior yang ciamik dan furniture yang keren…  Satu lagi…, penduduk lokal bekerja sama menghidangkan makanan yang lezat, bak hidangan di resto terkenal…

Taman Sari....

Taman Sari….

Buat teman2 yang ingin refreshing  jauh dari hiruk pikuk, Desa Pemuteran bisa jadi alternatif…   Tapi lebih baik contact dulu pengelolanya.  Dan kalau saya gak salah ingat, saat berbagi pengalaman, Pak I Gusti Agung Prana bilang mereka menyediakan jemput antar bagi tamu yang akan berkunjung ke tempat mereka…***

The cottage @ Taman Sari

The cottage @ Taman Sari

Activities

some activities tha we can do in Desa Pemuteran…

1

Ke Bali Barat, Ku Berkunjung… Part 1

DSC05595Temanssss…. Ini sebenarnya postingan yang sudah mulai ku tulis di bulan September 2012, dan seharusnya sudah selesai donk dalam beberapa hari.. Tapi karena sesuatu dan lain hal…, akhirnya baru sekarang bisa aku selesaikan.. Padahal setelahnya, aku sudah ke Bali lagi pada bulan Maret 2013 yang lalu…  But better late than never yaa… Dan katanya pamali kalau sesuatu sudah dimulai, gak diselesein…  :D

Teman-teman, daerah tujuan wisata mana yang ada dalam pikiran kita kalau akan berlibur ke Bali….?  Kuta dan Legian? Ubud? Seminyak? Bedugul? Kintamani? Atau Pantai Lovina di utara Bali yang terkenal dengan dolphin nya?  Yuuuppppssss…, Ada banyak destinasi yang tak cukup untuk dikunjungi semua dalam satu minggu..   Tapi Bali Barat, mungkin berada di bagian akhir dari daftar tujuan wisata yang ingin kita kunjungi..

Lha, terus kok bisa-bisa aku ke Bali Barat….???  Apa yang dilihat di sana….??  Aku ke Bali Barat dalam rangka kunjungan lapangan kegiatan Konferensi Pengembangan  Pariwisata Berkelanjutan..  Makanan opo kuwi…??? :D

Secara umum dapat dikatakan Konsep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan adalah pengembangan pariwisata yang  memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia di masa kini  dan masa yang akan datang, dengan menerapkan prinsip-prinsip layak secara ekonomi, diterima secara sosial dan sensitif terhadap lingkungan…  weiiiissszzzzz….. berat, saudara-saudara..  :D

Kemana aja, ke Bali Baratnya….?  Ke Taman Nasional Bali Barat dan ke Desa Pemuteran

Kali ini kita bahas yang ke Taman Nasional Bali Barat dulu aja yaa… Taman yang merupakan rumah alias habitat burung JalakPutih alias Jalak Bali yang terkenal itu.. Sayang, saat berkunjung kami tidak melihat adanya penangkaran Jalak Bali atau yang sejenisnya di sini…  Gak juga lihat burungnya….

Monsoon Forest ResortTrus, di Taman Nasional itu kemana aja…?

Di Taman Nasional Bali Barat, kami berkunjung ke Menjangan Resort…  Sebuah tempat istirahat, menenangkan diri, jauh dari berisiknya perkotaan, di tengah hutan Monson..

Apa itu hutan monson…?

Menurut wikipedia, hutan monson adalahsuatu bioma berupa hutan di wilayah tropika dan subtropika yang memiliki iklim hangat sepanjang tahun, namun mengalami musim kering (kemarau) yang panjang selama beberapa bulan.  Walaupun wilayah ini dicurahi hujan hingga beberapa ratus milimeter tiap tahunnya –bahkan lebih, musim kering panjang itu memaksa kebanyakan tumbuhan menggugurkan daun-daunnya, dan dengan demikian memengaruhi kehidupan makhluk di dalam hutan itu. Itulah sebabnya hutan ini disebut musiman, atau ada pula yang menyebutnya hutan luruh daun.

DSC05568

Monsoon forest…

So, yang terlihat di sana hanya pepohonan dan ranting2…, tanpa daun..  Karena kering dan pastinya gampang terbakar, sebelum kami memasuki area ini, petugas yang menyambut dan memmbimbing kami menuju  Bali Tower mengingatkan untuk tidak seorang pun merokok selama berada di daerah ini…  Kebayangkan, satu puntung rokok yang tidak mati bisa menyulut api yang sangat besar dan memusnahkan hutan monsoon ini…

@ 2 Petugas Berkuda, penunjuk jalan menuju Menjangan Resort...

@ 2 Petugas Berkuda, penunjuk jalan menuju Menjangan Resort…

 

Di Menjangan resort , kami tidak sampai melihat lodge2 yang ada di resort tersebut, juga tidak sampai ke pantai2nya…, karena pertimbangan waktu…  Untuk mencapai Menjangan Resort dari Kuta saja kami harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam dengan bus yang dikawal oleh forider..  Menyusuri sisi barat daya Bali, melalui daerah Selemadeg, Jembrana, dan Gilimanuk, lokasi penyebrangan dari Bali ke Banyuwangi…  Tapi, kami dibawa berkunjung ke Bali Tower…  Sebuah tower  yang terbuat dari susunan kayu (logs)..  Tower ini terdiri dari 5 lantai.. Di puncaknya kita bisa memandang 360 derajat, tanpa ada penghalang…   Kita bisa melihat Pulau Menjangan yang berada di Selat Bali.  Pulau yang namanya diambil menjadi nama resort ini..

Bali Tower... Rasamya gak seperti di Indonesia yaaa...

Bali Tower and the deck for dining…
Rasamya gak seperti di Indonesia yaaa…

 

Di lantai bawai Bali Tower ini ada deck yang luas, yang menjadi resto…  Tempat yang nyaman buat makan sambil bertenang-tenang..

Rasanya menakjubkan…, betapa tidak, hutan yang kering kerontang.., mampu menghasilkan suasana yang tenang, damai, yang bisa menjadi tempat menenangkan diri (retreat)…  By the way, selain resto yang keren, apa lagi yang ditawarkan di Menjangan Resort…?  Ada beach villa, cliff villa,  Ada kegiatan bird watching, horseback  riding, trekking, biking,  kayaking, snorkle dan diving…  Seru ya kayaknyaaaa….. Someday, mudah2an aku bisa berlibur ke sana… (kumpulin duit yang banyak dulu accchhh… :D )

Here some pictures of Bali Tower…

Some view of Bali Tower///

Some view of Bali Tower

 

Kalau  teman2 ada yang ingin berlibur di sini… ,  kayaknya lebih baik tidak datang mendadak-dadak ke sana.. Kebayang kan udah menempuh jarak yang jauh, ternyata full…  Menurut saya lebih baik, contact dulu pengelolanya..  Kalau gak salah mereka menyediakan jasa jemput antar ke daerah Kuta< Sanur dan sekitarnya, yang menjadi pusat wisata Bali..   Teman-teman bisa lihat web nya di sini… ***

2

Rest in Peace, Eko…

Sepuluh hari yang lalu…, tepatnya tanggal 29 April 2013, sekitar jam 16.30…
Saat aku sedang mengangsur pekerjaan yang berderet-deret di meja, meski jam kerja sebenarnya sudah usai 30 menit sebelumnya… Tiba-tiba telpon ku berbunyi.., dari nomor yang tak kukenal… Tapi aku tetap menekan tombol “accept”…
Begitu aku dekatkan pesawat telpon ke telinga ku, terdengar suara panik “Tete, tete cepat ke rumah sakit.. Mami sakit..”
Aku yang bingung, dan gak mudeng bertanya, “Ini siapa…”
Suara panik itu menjawab “Emyr…”
Emyr adalah nama putra kedua sahabat ku Eko alias Randra Aprileni.. Dia dan abang nya Taffy memang memanggilku “Tete” yang diambil dari kata Tante..

EkoAku lalu lanjut bertanya, “Ada apa ‘Myr..?”
Emyr : “Mami di UGD RSUD, Tete cepat ke sini..”
Aku yang masih bingung : “Ada apa Myr, Mami kenapa? Ayah mana?”
Emyr dengan suara nyaris menangis : “Emyr gak tau Mami kenapa. Ayah ada di sini. Tete cepat datang.”
Aku : “Iya.. sebentar Tete datang.”

Aku bingung.. Gak ngerti ada apa.. Tubuh yang lelah karena sehari sebelumnya baru pulang dari luar kota selama seminggu turut membuat otak ku jadi lelet…
Tapi aku segera bergerak.. Aku memakai sepatu, yang biasanya aku lepas dan diganti dengan sandal jepit, kalau sudah duduk menghadapi meja kerja.. Lalu mengambil berkas surat2 yang rencananya sore itu mau aku bawa menghadap atasan untuk beliau tanda tangani bila berkenan.. Aku lalu menemui Fitri, ajudan atasan ku.. Minta dia untuk membawa berkas tersebut ke atasan ku, dan menjelasakan bahwa aku harus ke UGD RSUD dan tidak bisa membawa sendiri berkas tersebut ke atasan ku. Fitri lalu menerima berkas, dan mengatakan, “Hati-hati di jalan, bu…”

Di teras kantor aku bertemu Andre, teman kantor ku.. Aku sempat mengatakan kemana aku akan pergi, serta rasa bingung ku pada Andre.. Dan Andre bilang, “Cepat pergi, kak.. Hati-hati…”

Aku membawa si sparky meluncur keluar halaman kantor.. Menyusuri jalan yang ramai dengan pikiran tak tentu arah..
Ada pikiran kalau aku lagi dijailin sama Eko.. Bahwa dia sedang menunggu ku di gerbang pintu RSUD untuk mengajakku jalan sore di halaman masjid Annur yang persisi di seberang RSUD..
Tapi hati kecil ku bilang, tak mungkin Eko melibatkan Emyr untuk menjaili aku…
Rasanya ini memang sesuatu yang serius.. Karena sekitar 2 tahun yang lalu Eko masuk rumah sakit karena gejala stroke, Eko justru tak memberi tahu aku.. Aku justru tahu setelah dia keluar dari rumah sakit dan dirawat jalan..
Hati ku bilang, kali ini ada sesuatu yang serius.. Ada yang serius….

Saat aku masuk ke halaman RSUD, dan melihat ke arah UGD, ada banyak sekali orang berseragam Linmas, seragam yang dipakai PNS hari senin, seperti yang juga aku pakai hari itu.. Hati ku semakin tak tentu rasa.. Hati ku semakin bilang ini sesuatu yang serius… Tapi aku masih tetap tenang, dan memarkirkan sparky di tempat yang teduh..
Aku lalu melangkah dengan cepat meuju pintu UGD.. Lalu bertanya pada petugas SATPAM yang duduk di pos nya di antara 2 pintu UGD, “Pak, saya barusan ditelpon, dikasi tahu kalau sahabat saya Randra Aprileni dirawat di UGD. Dimana dia ya pak?”

Petugas SATPAM menunjuk pintu sebelah kirinya..
Aku lalu melangkah ke pintu itu, dan mulai melepas sepatu kanan ku saat melihat tulisan di pintu “Harap Alas Kaki Dilepas”.
Tapi belum selesai aku melepas sepatu kanan ku, seseorang laki-laki  yang tak ku kenal dan berbaju Linmas menarik tangan ku dan mengakatakan, “Tak usah dilepas, bu. Ibu masuk saja”. Dia menggiring ku masuk ke UGD, ke sebuah ruang yang dibatasi tirai dengan kiri kanannya, serta ke arah lorong UGD..

Di situ aku meliha Eko terbaring, tak sadar.. Petugas para medis sedang berusaha memacu agar jantung Eko bergerak.. Aku lihat ada bang Wan, suami Eko berdiri di samping Eko berbisik di telinganya, tak tahu aku apa yang dibisikkannya.. Di sebelah bang Wan aku lihat Emyr berdiri menahan tangis…

Aku tanpa sadar berkata dengan lembut, seperti kalau kami sedang bicara dari hati ke hati… “Ko…., Eko… Eko kenapa, Ko…?” Air mata ku langsung mengalir, aku terisak melihat keadaan yang membingungkan dan tak ku mengerti..
Aku tak percaya bahwa tubuh yang sedang diupayakan agar jantung nya tetap berdetak itu adalah Eko…
Aku dengar bang Wan berkata pada ku. “Te…, berdoa, Te.. Berdoa…”
Aku tak tahu harus berkata apa, hanya bisa menjerit dalam hati agar semua ini segera berlalu, dan Eko segera sadar..  Aku lalu meraih telapak tangan kirinya… Menggenggamnya.., berharap dia bisa merasakan bahwa aku ada di sampingnya.., agar dia kuat menghadapi pertarungan kali ini dan tidak menyerah…
Tapi tak lama petugas medis yang berdiri di sebelah ku meminta aku untuk melepaskan tangan itu karena dia akan mengukur detak nadi Eko…

Lalu, tak lama aku melihat petugas yang berdiri di sisi kepala Eko menganggukkan kepalanya, dan aku mendengar seseorang mengucapkan Innalillahi wa innaillaihi roji’un…

Aku terpana, bingung,  tak percaya akan apa yang terjadi..
Aku lalu melihat para petugas medis menutup seluruh tubuh Eko dengan selembar kain, dan membawanya ke ruang, di belakang ruang UGD..
Setelah rasa bingung ku berkurang, aku bergegas menyusul ke ruangan kemana mereka membawa tubuh Eko..
Di sana aku melihat anak-anak Eko menagis, lalu muncul Sari adik Eko yang baru saja sampai di RSUD..
Mereka harus menunggu beberapa saat, baru bisa membawa jenazah Eko pulang ke rumah..

Aku lalu pamit pada bang Wan dan Sari untuk duluan ke rumah mereka, bersama dengan ibu tetangga depan rumah Eko yang ikut bersama Sari ke rumah sakit..

Selama di perjalanan pikiran ku melayang-layang.. Rasanya aku semua yang terjadi tidak real..
Tapi saat aku sampai di rumah duka, ada begitu banyak orang datang, dan itu terus berlangsung sampai malam..
Menjelang jam 10 malam, aku memutuskan untuk pamit pulang pada keluarga Eko.. Tubuh ku yang memang kurang fit karena kelelahan, rasanya menjadi semakin lemah setelah mengalami apa yang terjadi sejak sore…

Dalam perjalanan pulang bersama sparky, aku rasanya melayang…  Tak percaya dengan apa yang terjadi..  Rasanya bukan Eko yang telah berpulang ke Rahmatullah tadi sore…  Air mata ku mengalir tak bisa ditahan…, ingatan ku melayang ke 16 tahun perjalanan pertemanan kami…, ke 11 tahun dimana  kami selalu bersama-sama…  Begitu banyak momen kebersamaan, yang rasanya tak seluruh detil mampu aku ingat kembali…

Ingatan ku melayang ke saat2 kami bicara di teras belakang rumahnya…  Saat itu dia dalam proses penyembuhan setelah gejala stroke… , dan aku bilang ke dia..,  “Jangan lah sakit…  Kalau nanti Eko sakit, nanti aku gak punya teman yang menemani sampai aku tua..  Nanti kalau udah pensiun aku gak punya teman jalan-jalan pagi.”  Obrolan orang-orang yang memandang dunia dengan polos..,  lupa bahwa kematian bisa terjadi dalam satu jentikan jari…

Sampai di rumah aku mengamati isi rumah ku… Hampir semua barang yang ada di dalam rumah aku beli dengan ditemani Eko.. Kulkas, lemari buku, mesin cuci, kipas angin, AC, kompor, ketel, sederet panci, karpet, peralatan makan, hiasan di dinding rumah, container-container penyimpan barang, bahkan baju, kerudung  sampai pakaian dalam…  Air mata ku kembali mengalir dan terus mengalir…  Kepala ku mulai berdenyut-denyut, sakit sekali…   Aku akhirnya jatuh tertidur, namun bulak balik terjaga…

Saat bangun pagi, pikiran pertama yang hadir adalah “Eko sudah tidak ada lagi…”.  Air mata ku kembali merebak..  Tak bisa ditahan.. BBM, SMS dan telpon dari orang-orang yang mengetahu kebersamaan kami justri membuat air mata ku semakin deras..  Tapi ingatan ku bahwa hari ini Eko akan dimakamkan, membuat aku bergegas mandi dan beres-beres..  Aku harus ke kantor untuk absen, baru pergi lagi ke rumah Eko..

Akhirnya, Eko dimakamkan hari Selasa, 30 April 2013 di pemakaman Rawamangun di Jalan Labuai Raya..  Namun berhari2 aku tetap tak bisa menghentikan air mata ku menetes kala mengenangnya…

Dia telah mengambil peran besar di kehidupan ku terutama 16 tahun terkahir.. Dia menolong ku, menemani ku, mengingat kan ku… Dia mengisi kehidupan ku yang dalam 11 tahun sering aku jalani dalam kesendirian, saat-saat jauh dari keluarga…    Dia bersikap sebagai pengingat agar aku kuat dan tegar, saat badai kehidupan melanda.. Dia memberikan pelukan, menghapus air mata ku.. Dia memberikan kehangatan bagi jiwa ku yang  kesepian…, melalui pelukan, dan ciuman di pipi kanan kiri tiap bertemu dan akan berpisah…

Tapi setahun yang lalu, saat aku mengaku padanya  ada badai besar sedang menghampiri hidup ku, justru Eko yang lebih dulu menangis dari pada diri ku sendiri..  Rasa sakit yang luar biasa justru memunculkan semangat bertarung pada diri ku, membuat air mata ku tak menetes..  Justru setelah Eko menagis, dan mengatakatan bahwa aku tak pantas mengalami apa yang terjadi, air mata ku tak bisa di bendung… Kami menangis berdua di dalam sparky, yang diparkir di bawah pohon di sudut halaman kantor Eko..

Mana mungkin aku bisa melupakan butir-butir kebaikan yang ditaburkannya dalam perjalanan 16 tahun kami…

Rest in peace, dear..  Selamat beristirahat sahabat ku, saudara ku.. Semoga rumah baru Eko lapang, terang dan indah..  Segala-galanya lebih dari yang ada di dunia ini…  Amiin..  ***

0

Hujan….

ImageHujan selalu membawaku pada kenangan akan Kota Bogor…
Hari2 melonjak ke sana ke mari dengan baju kaus or sweater plus jeans dan sepatu keds..
Hari2 menggerombol dengan teman2…
Hari2 melambaikan tangan pada bemo dan angkot…
Hari2 membawa payung di dalam tas.. (istilahnya teman2, hanya orang bodoh yang tinggal di Bogor tapi gak bawa payung)….

Rindu pada masa muda yang penuh kegembiraan…. ***